Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 156


__ADS_3

Saat sedang menunggu tuan mudanya, sekertaris Aldo di datangi oleh salah satu seorang perawat.


" Permisi tuan, kami akan memindahkan nona ke ruang rawat yang ada di lantai atas. kata si perawat memberi tahu Aldo.


" Baik sus. jawab sekertaris Aldo.


Aldo pun mengikuti perawat itu, dan Javanka yang terbaring di ranjang dorong pun keluar dari ruang operasi. Gadis itu masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Beberapa perawat pun mendorong ranjang Avan menuju ruang rawat, sementara sekertaris Aldo dan satu dokter yang bertugas memantau kondisi Avan mengikuti di belakang.


Sesampainya di depan ruang rawat Alex yang hendak keluar pun bertemu, dengan cepat dia membukakan pintu kamar lalu para petugas pun masuk.


Salah satu petugas itu pun memindahkan Avan ke ranjang tidur yang sudah ada di dalam ruangan Avan, dan yang lainnnya membantu membetulkan jarum infus dan beberapa alat yang terpasang pada tubuh mungil Javanka.


Setelah beres, sang dokter pun mengecek kembali kondisi Avan. Setelah memastikan bahwa semua normal, si dokter dan para perawat pun pamit.


Tak berselang lama pak Rudi pun masuk dengan menenteng beberapa paper bag, beliau langsung meletakkan bawaannya di atas meja.


Sementara Alex sudah duduk di samping putrinya, wajahnya tampak begitu sedih. Namun pria itu berusaha untuk tetap tegar dan berpikir positif.


Alex terus memandangi wajah putrinya, sementara sekertaris Aldo dan pak Rudi memilih duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu.


Melihat bibir putrinya yang kering dan pecah-pecah, Alex pun mengambil kain kecil dan membasahi nya lalu mengusap lembut bibir putrinya.

__ADS_1


Semua perlakuan lembut itu tidak lepas dari tatapan sekertaris Aldo dan juga pak Rudi, tiba-tiba Aldo mendapatkan beberapa pesan email yang masuk ke ponselnya.


Pria itu pun membuka dan melihatnya, bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman. Lalu dia pun membalas pesan tersebut.


" Kerja bagus, datang lah ke apartemen ku pukul 23:30. begitu kira-kira balas dari sekertaris Aldo.


Pak Rudi pun langsung pamit pada sekertaris Aldo, beliau tidak berpamitan pada Alex karena tidak ingin mengganggu tuan mudanya.


Aldo pun mengatakan pak Rudi keluar ruangan itu, sambil membantu menenteng tas yang berisi pakaian kotor milik Alex dan Avan.


" Terima kasih yah pak. ucap sekertaris Aldo pada pak Rudi sambil memberikan tas pada pelayan yang ikut dengan pak Rudi.


" Sama-sama tuan, lagi pula ini sudah menjadi kewajiban saya untuk melayani tuan muda dan nona. jawab pak Rudi dengan sopan pada Aldo.


" Iya tuan, saya titip tuan muda dan nona yah tuan. ucap pak Rudi pada sekertaris Aldo.


" Iya pak, saya pasti akan menjaga tuan muda dan nona. jawab sekertaris Aldo sambil tersenyum simpul.


" Baiklah, kalau begitu saya pamit tuan. kata pak Rudi berpamitan pada sekertaris Aldo.


" Iya pak, hati-hati di jalan yah pak. jawab Aldo pada pak Rudi yang sudah berjalan pergi.


Lalu Aldo pun kembali masuk ke dalam ruangan itu, Alex yang melihat pintu terbuka pun menatap nya.

__ADS_1


" Kau belum pulang? tanya Alex pada sekertaris nya.


" Belum tuan muda. jawab Aldo lalu berjalan menuju sofa lalu duduk.


Alex pun berjalan menghampiri sekertaris nya, pandangan matanya tertuju pada paper bag yang ada di atas meja.


" Pak Rudi membawakan makan malam untuk tuan muda. kata sekertaris Aldo yang seolah-olah tahu apa yang akan tuan mudanya tanyakan.


" Lebih baik tuan muda makan terlebih dulu, agar kondisi tuan muda bisa tetap stabil selama menemani nona di rumah sakit. kata Aldo lagi sambil mengeluarkan beberapa kotak makan, lalu dia pun berjalan mengambil piring dan menatanya.


Sementara Alex hanya duduk diam sambil memperhatikan apa yang di lakukan oleh sekertaris nya.


" Makan lah tuan muda, mumpung masih hangat. kata sekertaris Aldo setelah menyiapkan peralatan makan untuk tuan mudanya.


" Kau juga belum makan, sama seperti ku. Jadi Ayo makan bersama ku, lagi pula aku tidak akan sanggup memakan semua makanan ini. ucap Alex dengan nada memerintah padahal sebenarnya dia juga khawatir dengan kondisi sekertaris nya.


Akhirnya mereka berdua pun makan malam bersama sambil sesekali mereka mengobrol hal-hal ringan dan seputar pekerjaan, dengan sesekali Alex melihat ke arah tempat tidur dimana putrinya berada.


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2