
Alangkah terkejutnya Caca kala melihat kondisi Javanka, dia pun berlari menghampiri gadis kecil itu lalu dengan cepat dia memisahkan Alex dan putrinya itu.
Brukkk..... Alex terjatuh cukup keras karena di dorong oleh Caca, dia pun menatap wajah Caca dengan tatapan mata seperti ingin membunuhnya.
" Apa yang kau lakukan. bertanya dengan marah, Alex merasa bahwa sahabat nya itu sedang mengganggu dirinya dan putrinya saja.
" Coba kau lihat putrimu. menjawabnya tak kalah marah sambil menunjuk ke arah gadis kecil yang malang itu.
Seketika Alex pun melihat putri kesayangannya itu, yang telah menghilang selama enam hari lamanya, matanya bergetar ketika melihat respon putrinya yang hanya diam saja sedari tadi.
Tanpa basa-basi Caca menggendong tubuh mungil gadis malang itu, lalu membawanya ke mobil. Dengan cepat Alex mengikuti nya.
Sedangkan sekertaris Aldo dan juga David tertahan, untuk mengurus kedua wanita itu yang tak lain adalah Clara dan juga adiknya.
" Wanita ini masih hidup, namun keadaannya sangat mengkhawatirkan. ucap salah satu polisi yang sedang memeriksa.
" Ayo.... kita segera bawa dia ke rumah sakit, karena kita tidak tahu dia termasuk satu kelompok dengan si penculik atau saksi mata. ucap sekertaris Aldo.
" Baik tuan. ucap si petugas polisi.
Mereka pun membawa wanita itu ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, begitu juga dengan jasad Clara polisi akan membawanya untuk di otopsi.
.
.
.
__ADS_1
Selama di perjalanan Alex tak henti-hentinya menyatakan keadaan putrinya pada Caca.
" Apa yang terjadi pada putriku Ca. tanya Alex sedikit menaikkan suaranya, karena sedari tadi dia menanyakan hal yang sama namun Caca hanya diam saja.
" Lex, tolong tenang lah dulu aku tidak bisa memastikan keadaannya sekarang, karena aku harus memeriksanya terlebih dulu. jawab Caca akhirnya mengeluarkan suaranya, dia berusaha untuk tetap tenang karena kalau dia panik Alex sudah pasti akan lebih panik.
" Lalu mengapa dia hanya diam saja seperti ini. tanya Alex lagi sambil melihat putrinya yang hanya diam mematung.
" Sepertinya dia sangat syok Lex, bersabar lah sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit. jawab Caca berbohong agar Alex tidak panik, sambil terus menambahkan kecepatan mobilnya, beruntung jalanan saat itu cukup lengang.
Tak berselang lama akhirnya Alex, Caca dan juga si kecil javanka tiba di rumah sakit. Dengan cepat Caca mengambil Javanka dari Alex.
" Apa yang kau lakukan pada putriku. marah karena putrinya di ambil begitu saja dari dalam dekapannya.
" Di sini aku dokternya Lex, jadi kau diam lah dan tunggu. jawab Caca lalu membawa masuk Javanka ke dalam ruangan IGD.
" Sus, tolong pasang infusnya dan tolong ganti bajunya lalu bersihkan dan obat luka luarnya. ucap Caca pada ke dua susternya.
" Baik dok. jawab keduanya berbarengan, lalu mereka pun melakukan tugasnya.
Caca pun memeriksa keadaan Javanka lebih lanjut lagi, setelah suster mengobati dan mengganti baju Javanka. Dia mulai memeriksa dengan semua peralatan yang ada.
Alangkah terkejutnya Caca kala melihat semua luka di seluruh tubuh Javanka.
Apa-apaan ini, apa yang sebenarnya di lakukan oleh si brengsek itu, sampai-sampai hampir seluruh tubuh gadis kecil ini di penuhi dengan banyak luka. sial
Sementara itu di luar ruangan Alex hanya bolak-balik di depan pintu ruangan IGD itu, terlihat dari jauh sekertaris Aldo, David dan juga pak Rudi menghampiri Alex.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan nona tuan muda? tanya sekertaris Aldo pada tuan mudanya.
" Masih dalam pemeriksaan di dalam oleh Caca. jawab Alex tanpa mengalihkan pandangannya dari ruangan itu.
Setelah percakapan itu semuanya diam sibuk dengan pemikiran dan perasaan khawatir nya masing-masing.
Cukup lama mereka menunggu, sampai akhirnya Caca pun keluar. Dengan cepat Alex berjalan menghampiri Caca.
" Bagaimana keadaan putriku? tanya Alex sudah panik.
Melihat betapa paniknya Alex, Caca pun menarik nafasnya panjang dia tidak ingin mengambil resiko. Mau seperti apapun hasilnya Alex tetap berhak tahu bagaimana keadaan putri semata wayangnya.
" Sepertinya Javanka harus di operasi, sebagian ususnya rusak parah dan aku minta kau harus sabar karena sepertinya putrimu mengalami kebutaan. ucap Caca akhirnya sambil memejamkan matanya, Semua orang yang ada di depan ruangan itu pun terkejut sampai mata mereka pun membulat sempurna.
" Hah, Kau pasti becanda kan Ca? ucap Alex menepis semua yang dia dengar tadi, namun amarahnya memuncak kala melihat wajah sahabatnya serius.
Brakkk........ pukulan di dinding koridor rumah sakit, semua orang hanya bisa diam mereka semua tanpa sadar pun sampai meneteskan air mata mereka masing-masing.
Marah, kesal, kebencian dan kesedihan yang memilukan bercampur menjadi satu. Itulah yang mereka rasakan saat ini.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1