Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 34 season two


__ADS_3

Saking sibuknya menikmati telur gulung Alex, Caca, dan David tidak sadar jika orang-orang yang ada di sekeliling mereka sedang memperhatikan mereka.


Sementara Javanka dan sekertaris Aldo terlihat tidak nyaman karena mereka menyadari tatapan mata orang-orang yang ada di sekelilingnya.


" Sayang mau beli apa lagi? tanya Alex dengan lembut pada putrinya.


" Belum tahu pah, tapi Avan mau coba masuk lebih dalam lagi boleh yah pah? jawab Javanka sambil tersenyum manis pada sang papah.


Alex hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum lalu menggenggam tangan Javanka.


Javanka dan yang lain pun masuk lebih dalam lagi, mereka juga membeli beberapa jajanan misalnya baso goreng, batagor, pempek, kerak telor, es selendang mayang, es cendol dan masih banyak lagi jajan khas Indonesia.


Saking sibuknya membeli jajanan sampai-sampai mereka tidak sadar jika jajanan yang mereka beli sudah menumpuk.


" Ayo kita makan dulu yuk? ajak Javanka sambil menunjukkan kursi kosong yang tersedia.


Javanka pun berjalan menghampiri kursi itu, sementara Alex dan yang lainnya hanya mengikuti sambil menenteng jajanan yang mereka beli.


" Kamu mau makan yang mana dulu sayang? tanya Alex setelah meletakkan semua makanan di atas meja.


" Avan mau ini pah. jawab Javanka sambil menunjukkan pempek.


Alex pun mencicipi makanan itu terlebih dahulu sebelum memberikannya pada putrinya, setelah merasa makanan itu aman barulah Alex memberikannya pada putrinya.


David dan Caca yang melihat itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu mereka pun fokus menyantap jajanan itu.


" Wahhhhhh........ enak pah, seperti ada rasa ikan dan kuahnya pun terasa manis, pedas. Sangat cocok. ucap Javanka sambil kembali memakan pempek tersebut.


" Sayang punya uncle ada telurnya lho di dalamnya. ucap David sambil menunjuk pempek miliknya.


" Mana........ wahhhhhhh....... benar-benar ada telurnya. ucap Javanka sambil melihat mangkuk milik David.


" Kamu mau coba gak? tanya David mencoba menawarkan pempek miliknya pada Javanka.


" Mau, tapi satu suap saja. jawab Javanka senang.


" Buka mulutnya aaaaaaa........ ucap David menyodorkan sendok yang berisi pempek ke hadapan Javanka.


" Ammmmmmmm...... Javanka pun melahapnya lalu mengunyah.

__ADS_1


Sementara Alex dan Caca sedang memakan makanannya namun berbeda dengan sekertaris Aldo yang memperhatikan sekelilingnya sambil memakan pempeknya dengan santai.


Lalu mereka pun mencoba satu persatu jajanan yang sudah mereka beli, sementara orang-orang terlihat memperhatikan mereka.


Entah karena Javanka, Alex dan yang lainnya terlihat seperti warga luar negeri untuk, atau karena ketampanan dan kecantikan milik mereka yang berhasil membuat orang-orang di sekeliling mereka tertarik pada mereka.


Alex yang baru tersadar jika ada seseorang memperhatikan kearahnya pun langsung mengedarkan pandangannya melihat kearah sekeliling.


Sial......... sejak kapan mereka memperhatikan kami, ingin rasanya aku memarahi mereka apalagi saat mereka menatap Javanka benar-benar membuat ku frustasi. batin Alex sambil melihat ke arah orang-orang yang melihat kearahnya.


Lalu tak berselang lama tiba-tiba hujan pun turun begitu deras, sontak Javanka, Alex, David Caca dan juga Aldo lari kocar-kacir mencari tempat berteduh.


Tak butuh waktu lama Javanka pun menemukan tempat berteduh, Javanka pun langsung masuk di ikuti Alex, dan yang lainnya.


Begitu Javanka masuk ke dalam tempat tersebut, tiba-tiba seorang ibu-ibu menghampirinya dan menyapanya dengan sopan. Tidak hanya itu ibu-ibu tersebut juga mempersilahkan Javanka dan yang lainnya untuk duduk dengan nyaman sambil memberikan handuk kecil untuk mengeringkan rambut beserta secangkir teh hangat untuk menghangatkan tubuh.


Javanka pun menerimanya dengan sopan sambil sedikit berbincang-bincang dengan ibu-ibu itu, sementara Alex hanya memperhatikan putrinya yang sedang berbicara.


Sejujurnya Alex sama sekali tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh putrinya dan wanita paruh baya yang ada di hadapannya.


Sedangkan David, Caca dan sekertaris Aldo sibuk mengerikan rambut merah yang basah karena air hujan.


" Sayang apa yang kamu bicarakan dengan ibu-ibu itu? tanya Alex begitu melihat ibu-ibu itu pergi.


Alex menganggukkan kepalanya mengerti.


" Lalu apa lagi yang dia katakan? tanya Alex lagi, dia masih penasaran dengan isi percakapan putrinya dan ibu-ibu tersebut.


" Beliau hanya menanyakan apakah kita ini warga asli Indonesia atau hanya warga asing yang sedang berlibur, dan Avan menjawabnya kalau kita itu warga asing. Beliau juga mengatakan bahwa papah, uncle David, sekertaris Aldo dan uncle Caca adalah pria-pria yang sangat tampan sampai-sampai beliau berpikir apakah papah dan yang lainnya itu seorang aktor film terkenal. ucap Javanka menjelaskan panjang lebar pada sang papah.


" Jadi melambung ginjal ku di puji seperti itu, aku sangat tahu jika aku ini tampan. Tapi aku tidak tahu jika kadar ketampanan ku sudah akut dan mendarah daging sampai orang-orang yang melihat ku akan selalu terpesona mengingat terus dengan ketampanan wajahku. ujar Caca menyela dirinya begitu percaya diri sampai-sampai dia membusungkan dadanya dengan sombong.


David dan Aldo yang melihat itu hanya membuang pandangannya malas, sementara Javanka hanya tertawa kecil. Namun tidak dengan Alex, pria itu langsung menjejalkan tissue ke dalam mulut Caca.


" Tutup mulutmu, aku tidak perduli dengan kata-kata mu. ucap Alex yang terus memasukkan tissue ke dalam mulut Caca.


David dan Aldo pun tertawa-tawa kala melihat itu, sementara Caca terlihat begitu kesal karena merasa di bully oleh Alex.


" Pah. panggil Javanka lembut.

__ADS_1


" Ada apa sayang? jawab Alex sambil menatap wajah putrinya.


" Papah masih bisa makan tidak? tanya Javanka dengan wajah polosnya.


" Papah sudah kenyang sayang, memangnya kenapa? tanya balik Alex sambil mengerutkan keningnya.


" Tidak, Avan hanya ingin membeli makanan yang di jual oleh ibu itu saja untuk membalas kebaikan beliau. jawab Javanka dengan tulus sambil menatap ke arah ibu itu yang sedang duduk menunggu pelanggan yang datang.


Alex pun melihatnya, hatinya pun ikut terenyuh saat menatap sosok ibu-ibu yang sudah tua. Seharusnya di usia senja beliau menghabiskan waktunya dengan beristirahat, bukannya banting tulang mencari uang.


" Hmmmmm...... bagaimana kalau kita kasih uang saja saat kita pulang nanti. usul Alex pada putrinya.


" Mohon maaf tuan muda bukan maksud saya untuk menyala pembicaraan tuan muda dan nona. ucap sekertaris Aldo tiba-tiba.


Alex dan javanka pun sontak menatap sekertaris Aldo.


" Menurut saya tuan muda jangan melakukan hal yang di katakan oleh tuan muda tadi, karena jika tuan muda memberikan uang secara tiba-tiba tanpa membeli dagangannya belum tentu beliau mau menerimanya. Dan hal tersebut juga bisa membuat hati beliau sakit karena merasa direndahkan. ucap sekertaris Aldo dengan wajah seriusnya.


Mendengar ucapan sekertaris nya Alex pun terlihat berpikir, lalu setelah beberapa saat lamanya dia pun akhirnya menyadari jika yang dikatakan oleh sekertaris nya ada benarnya juga.


" Hmmmmmmmm........ bagaimana kalau kita panggil beberapa orang rendam untuk makan di sini, lalu kita yang mentraktir mereka. usul Caca tiba-tiba sambil menatap wajah Javanka dan tersenyum manis.


" Tumben sekali otakmu bisa di ajak kordinasi. kata David sambil memukul pundak Caca.


" Iya, lakukan seperti yang di katakan oleh Caca tadi. perintah Alex pada sekertaris Aldo.


" Baik tuan muda. jawab sekertaris Aldo lalu langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh tuan mudanya.


Aldo pun pergi, sebelum pergi dia pun membentangkan payung yang entah muncul dari mana, sampai-sampai David dan Caca bingung kala melihatnya.


Tak berselang lama tiba-tiba satu persatu orang pun bermunculan, mereka pun masuk ke kedai ibu-ibu itu kemudian memesan makanan.


Melihat banyak orang yang muncul dan membeli dagangan ibu-ibu itu, Javanka pun tersenyum senang apalagi saat melihat si ibu itu dengan penuh semangat melayani setiap pelanggannya.


Melihat putrinya bahagia Alex pun ikut bahagia, dia akan selalu mengikuti keinginan putrinya selama apa yang diinginkan oleh putrinya tidak membahayakan kesehatan tubuh mungil putrinya.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐💐


__ADS_2