
Setelah selesai rapat Alex dan sekertaris Aldo pun menuju restoran xx untuk bertemu dengan Caca dan David.
Sesampainya di restoran tempat dimana Aldo booking satu ruangan, terlihat Caca dan David yang sudah duduk menunggu kedatangan sekertaris Aldo dan juga Alex.
Dengan sigap Aldo menarik kursi untuk tuan mudanya, Alex pun duduk dengan tenang lalu sekertaris Aldo pun berdiri di samping tuan mudanya.
" Apa yang kau lakukan, duduklah Do. tegur Caca yang melihat sahabatnya hanya berdiri tegak di samping Alex.
Aldo hanya menggelengkan kepalanya.
" Duduklah Do. ucap Alex akhirnya.
Tanpa berkata-kata Aldo pun duduk di samping tuan mudanya, melihat itu Caca hanya memasang wajah masam.
" Jadi bagaimana? tanya Alex dengan dingin, memecahkan keheningan di antara ke tiga pria yang ada di hadapannya.
" Kau pasti sudah mendengar nya dari Aldo, tapi aku hanya ingin mendiskusikan detailnya saja denganmu langsung. jawab dokter Caca sambil menyeruput kopi yang di pesannya tadi.
" Tunggu-tunggu kau tidak bisa seperti itu, aku saja belum mengerti dan tahu tahu apapun sama sekali. kata David tiba-tiba menyela pembicaraan Caca dan juga Alex.
" Nanti akan aku jelaskan Vid. kata Caca dengan santai.
" Tidak bisa, aku ingin tahu sekarang juga. jawab David tegas.
__ADS_1
Alex hanya menarik nafasnya panjang lalu menatap sahabat sekaligus sepupu dari mendiang istri tercintanya.
" Memang siapa kau, sampai-sampai kau harus tahu semuanya. ucap Alex dengan dingin.
" Terserah kau mau mengatakan apapun, yang pasti aku ingin mengetahui semuanya. jawab David tegas.
Mendengar ucapan dari sahabatnya itu, tiba-tiba Alex memicingkan matanya tajam menatap ke arah David.
" Ehemmmm..... ehemmmmmm..... bagaimana jika tuan mendengar detailnya dari dokter Caca, untuk sekarang mari dengarkan apa yang dokter Caca ingin diskusikan bersama tuan muda dan juga tuan. ucap sekertaris Aldo melerai keduanya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
" Benar kata Aldo, lebih baik kalian dengarkan aku terlebih dahulu. sambung Caca
Keduanya pun akhirnya diam membisu dengan ekspresinya masing-masing, Caca dan juga Aldo hanya bisa menarik nafasnya panjang.
" Baiklah, aku akan mulai operasinya tanggal 10 dan aku minta pada mu Lex, tolong kau bicarakan terlebih dahulu dengan putrimu. Karena persiapan pisik dan mentalnya harus stabil. jelas dokter Caca pada Alex.
" Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa harus memberi tahu Avan perihal operasi yang akan dia jalan, begini jadinya mengingat Avan sudah terlalu banyak trauma yang di derita olehnya. Aku ingin tidak ingin jika karena operasi ini dia mengalami trauma yang bertambah besar, karena untuk saat ini kondisi mental Avan benar-benar sedang kau. ucap Caca panjang lebar menjelaskan tentang kondisi Avan.
" Lalu apa yang harus aku lakukan? tanya Alex dengan serius.
" Kau cukup mengajaknya berbicara dengan santai, lalu setelah mendapatkan timeming yang tepat barulah kau mengatakannya tentang operasi ini. jawab Caca lagi sambil memberi saran.
" Jika dia tidak mau, kau jangan memaksanya. sambung Caca lagi.
__ADS_1
" Baik aku mengerti, lalu setelah selesai dengan operasi apa yang akan kau lakukan? tanya Alex pada Caca.
" Aku akan menghipnotisnya agar aku tahu apa saja yang terlah terjadi padanya selama dia di culik. jangan Caca lalu menyeruput kembali kopinya.
" Memang harus di hipnotis? memang tidak ada cara pengobatan lain? tanya David tiba-tiba.
" Karena hanya itu satu-satunya cara agar aku mengetahui apa saja yang telah si pelaku lakukan pada Avan, tanpa aku harus bertanya langsung kepadanya. jawab Caca dengan wajahnya yang serius.
Setelah mendengar jawaban Caca David pun akhirnya mengerti, sementara Alex dia hanya diam berpikir.
" Memang kenapa jika kita bertanya langsung pada nona? tanya sekertaris Aldo tiba-tiba yang sedari tadi hanya diam mendengarkan semuanya.
" Jika kita bertanya langsung kepadanya, mau tidak mau dia harus mengingat kembali hal yang begitu menyakitkan untuknya. Dan aku khawatir karena hal itu, dia akan kembali ke masa dimana dia menyalakan dirinya sendiri atas kematian mamahnya. jawab Caca yang berhasil menjawab rasa penasaran dari sekertaris Aldo.
Keempat pria itu pun menarik nafasnya panjang, mereka sangat stres memikirkan bagaimana caranya agar Javanka kembali normal.
" Oh ia, bukankah ada seorang wanita yang bersama dengan si pelaku yang masih hidup. ucap Alex tiba-tiba mengingat tentang wanita yang terluka dan di temukan bersama dengan putrinya.
Aldo, Caca dan juga David pun membulatkan matanya, seketika wajah mereka pias mendengar ucapan Alex.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐