Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 124


__ADS_3

Setelah selesai dengan semua les nya, Javanka malah mengajak pengasuhnya bermain. Padahal gadis kecil itu belum tidur siang sama sekali.


Namun karena tak kuasa menahan rengekan manja dari Javanka, mba Nani si pengasuh itu pun luluh juga.


Dengan ceria dan penuh kebahagiaan Javanka mengayuh sepeda kecil miliknya, walaupun dia tidak bisa melihat namun ada orang yang selalu siap siaga jika gadis kecil itu akan terjatuh atau salah arah.


Sore hari Avan masih asyik dengan sepedanya, gadis kecil itu tahu jika papahnya sudah kembali.


Alex dan sekitarnya langsung kembali begitu meeting selesai, kini dia tengah duduk di kursi belakang. Mobil sudah masuk ke dalam gerbang dan melewati taman pekarangan Mansion milik nya.


Tiba-tiba mati dan telinga tertuju pada sosok gadis kecil yang sedang bermain sepeda.


" Do, berhenti. kata Alex tiba-tiba.


Dengan sigap Aldo pun mengerem mobilnya secara mendadak, dia sedikit terkejut dengan perintah tuan mudanya.


Begitu mobil berhenti Alex langsung turun dari mobil, lalu berjalan menghampiri putrinya. Sekertaris Aldo yang masih ada di dalam mobil hanya memperhatikan kemana tuan mudanya akan pergi.


Ya ampun...... aku pikir ada apa? tanya ada nona yang sedang bermain. Pantas saja tuan muda langsung memerintahkan ku untuk berhenti, ternyata penglihatan tuan muda hebat juga yah.

__ADS_1


Pikir sekertaris Aldo, lalu dia pun ikut turun dari mobil. Sekertaris Aldo langsung memberikan kunci mobil pada penjaga yang ada di situ, dan meminta nya untuk memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di Mansion.


" Hay anak papah yang lucu, sedang apa kamu nak? sapa Alex dengan lembut pada putrinya.


" Papah. panggil Javanka yang terkejut dengan kedatangan papah nya.


" Yes, what are you doing now? tanya Alex lagi.


" can't papah see what i'm doing. jawab Javanka dengan jutek, gadis kecil itu bingung mengapa papahnya menanyakan pertanyaan yang papah nya sudah tahu jawabannya.


" Ya ampun....... jutek amat sih kamu. kata Alex langsung mencubit pipi gembul putrinya dengan gemas.


" Kamu kenapa malah main sepeda bukan nya tidur siang? tanya Alex setelah melepaskan tangannya.


" Avan not sleepy. jawab Javanka singkat sambil memajukan bibirnya merajuk.


" Apa? tidak mau tidur. tanya Alex lagi memastikan.


Javanka hanya diam sambil menganggukkan kepalanya, melihat itu Alex pun dengan gemas menggendong putrinya sambil sesekali dia mencium dan menggigit pipinya gemas.

__ADS_1


Javanka hanya berteriak-teriak meminta di lepaskan, lalu dia pun meminta kepada para pelayan dan pengasuhnya untuk melepaskan dirinya dari papanya.


" Tidak akan ada yang menolong mu huhhhh ha ha ha........ ucap Alex dengan suara yang di buat seram.


Javanka yang mendengar itu pun akhirnya menyerah dia sangat mengetahui jika papahnya lah yang paling berkuasa di rumah, jadi pasti tidak akan ada yang membantu dirinya.


Alex pun membawa putrinya berjalan menuju pintu utama Mansion yang lumayan jauh, Javanka yang sudah menyerah hanya memasang wajah masam.


Alex yang melihat itu putrinya yang merajuk pun harus tertawa kecil, tanpa berniat melepaskan putrinya. Alex sangat senang menjahili putrinya, bahkan dia sering membuat putrinya menangis.


Karena menurutnya putri semata wayangnya itu benar-benar menggemaskan jika sedang marah, dan Alex merasa putrinya adalah obat paling mujarab jika dia sedang lelah karena pekerjaannya.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2