
" Hehhhhhhh....... tanggung jawab kau bilang? memang apa yang telah aku lakukan pada perempuan itu? tanya Alex dengan suara dingin sambil tersenyum mengejek.
" Tuan muda sudah berbuat hal senonoh terhadap putri saya, walaupun tuan muda adalah atasan saya tapi di sini berdiri sebagai orang tua dari putri yang sudah tuan muda lecehkan. kata si pak tua itu sambil berdiri menantang Alex.
Hahahahhahahah...... dalam itungan hari aku pasti akan menjadi orang kaya raya, dengan menikahkan putriku dengan tuan Alex lalu meminta putriku untuk mengambil alih semua usaha dan bisnis milik tuan Alex menjadi milikku. Aku pasti akan menjadi orang terkaya di negera ini. pikir pak Yanto yang merasa rencananya sudah berhasil.
Alex hanya membiarkan pria paruh baya itu mengoceh ke sana kemari, sementara Alex memilih untuk duduk di kursinya sambil menatap tajam ke arah pria paruh baya itu.
" Pokoknya saya tidak mau tahu tuan muda harus menikah dengan putri saya. sambung pria paruh baya itu.
" Kalau aku tidak mau bagaimana? tanya Alex dengan santai.
Semua karyawan yang sedari tadi memperhatikan mereka hanya bisa diam-diam menyaksikan pemandangan di hadapan mereka.
" Jika tuan muda tidak mau bertanggung jawab terhadap putri saya, saya akan membawa kasus ini ke pengadilan. kata si pria paruh baya mengancam Alex.
" Silahkan saja, aku tidak takut. jawab Alex menantang balik.
" Asal kau tahu saja, putrimu itu tidak semenarik itu sampai-sampai bisa membuat ku tertarik padanya, dengan wajah seperti itu dia ingin menggoda ku hah, mimpi. cibir Alex sambil menatap wajah ayah dan anak itu secara bergantian dengan tatapan jijik.
Mendengar ucapan Alex si pria paruh baya itu pun terlihat naik pitam, dia benar-benar mengancam Alex dengan ini dan itu. Sementara Alex masih dengan santai mendapatkan ocehan pria paruh baya itu.
" Tadinya aku ingin menyelesaikan permasalahan keuangan yang bermasalah dengan cara baik-baik dengan mu, namun sepertinya kau tidak ingin mengingatkan hal itu. ucap Alex yang membuat si pak tua itu terdiam setelah mendengar ucapan Alex.
" Walaupun aku tidak ada di kantor, tapi semua kejadian yang ada di kantor ini. Termasuk persoalan penggelapan uang dan penyelundupan barang secara ilegal oleh pak Yanto tidak luput dari perhatian ku. kata Alex lagi yang membuat pak tua itu terkejut mengapa Alex bisa mengetahui hal yang telah ia lakukan secara sembunyi-sembunyi.
" Awalnya aku ingin berdamai dengan mu dan menyelesaikan masalah ini, namun sepertinya niat baik ku ini di tolak mentah-mentah oleh mu. ucap Alex lagi sambil menaikkan alisnya.
Semua karyawan yang mendengar ucapan Alex pun terkejut bukan main, mereka tidak percaya jika direktur mereka telah berbuat curiga seperti itu.
Lalu tiba-tiba sekertaris Aldo pun muncul dan menyuruh semua karyawan untuk kembali ke tempat mereka masing-masing, setelah itu dia pun masuk dan menutup pintu lalu berjalan menghampiri tuan muda kemudian dia berdiri di belakang Alex.
" Ti ti tidak, tidak mungkin ini. Bagaimana anda mengetahuinya, padahal saya sudah berusaha menyembunyikan semuanya dengan sempurna. ucap pak Yanto tidak percaya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. " Ma ma maksud saya bukan seperti itu tuan muda, mana mungkin saya berbuat seperti itu. Saya tidak akan berani berkhianat pada perempuan. ucap pak Yanto yang baru sadar, dia pun berusaha menutupi kesalahannya dengan perasaan gugup.
__ADS_1
" Apakah aku perlu membuktikannya pada mu? tanya Alex dengan santai sambil tersenyum jahat.
" Bu Bu bukti apa yang tuan muda maksud? tanyanya yang sudah panik bukan main.
Lalu Alex pun menadahkan tangannya kemudian sekertaris Aldo langsung mengeluarkan sesuatu dari amplop besar yang ia bawa dan menyerahkan nya pada Alex, kemudian Alex pun melempar foto-foto dan juga beberapa bukti surat transaksi ke hadapan pak Yanto.
Melihat semua bukti yang di lempar oleh Alex, pak Yanto pun jatuh terduduk lemas. Dia pun menatap semua bukti-bukti itu dengan perasaan takut.
Mengapa bisa tuan muda mengetahuinya padahal aku sudah berusaha dengan keras menyembuhkan nya, aku juga sudah membersihkan semua bukti-bukti ada tapi mengapa bisa? pikir pak Yanto sambil menatap foto-foto yang di lempar oleh Alex.
" Sekarang terima dan tanggung jawab lah atas semua perbuatan mu di pengadilan. kata Alex dengan tatapan matanya yang tajam.
Lalu tiba-tiba dua orang pria masuk ke dalam ruangan Alex, kedua pria itu pun langsung menyeret pak Yanto keluar dari ruangan Alex.
" Dan satu lagi jika kau mau menuntut ku atas apa yang terjadi pada perempuan itu, aku akan dengan senang hati meladeni permainan mu. ucap Alex sambil menunjuk cctv yang terpasang di sudut ruangan pada pak Yanto sebelum pak Yanto menghilang dari ruangan itu.
Kini tinggal Alex, sekertaris Aldo dan juga si perempuan yang sedang terduduk ketakutan yang berada di dalam ruang itu. Lalu Alex pun melihat ke arah sekertaris Aldo, dan Aldo pun menganggukkan kepalanya.
" Cepat kenakan kembali pakaian mu. perintah Aldo pada si perempuan dengan tatapan mata membunuhnya.
Setelah selesai berpakaian si perempuan itu pun langsung diseret oleh sekertaris Aldo dengan kasar, Aldo langsung menarik tangan si perempuan dengan paksa keluar dari ruang tuan mudanya.
" Kau benar-benar perempuan menjijikan yang pernah aku temui. kata sekertaris Aldo setelah berada cukup jauh dari ruangan tuan mudanya sambil menghempaskan tangan si perempuan itu.
Si perempuan itu hanya bisa mengaduh kesakitan sambil memegang tangannya yang di cengkraman oleh Aldo tadi, sambil menundukkan kepalanya takut.
" Berani-beraninya kau menyentuh tubuh tuan muda yang berharga, dengan tangan kotor mu itu. kata sekertaris Aldo lagi sambil membentak keras si perempuan.
" Lebih baik kau segera enyah dari sini, sebelum ku patahkan semua tulang-tulang mu itu. kata sekertaris Aldo mengancam si perempuan. " Dan ingat satu hal bila perlu kau tanamkan baik-baik di otak mu itu, jangan pernah muncul lagi di hadapan tuan muda apa lagi berniat membalas dendam karena usaha mu itu akan sia-sia saja. sambung sekertaris Aldo lagi memperingati si perempuan itu plus dengan muatan ancaman sadisnya.
Mendengar ucapan sekertaris Aldo si perempuan itu dengan langsung buru-buru berlari keluar dari perusahaan itu, sementara sekertaris Aldo hanya diam sambil melihat si perempuan itu pergi.
Sementara itu di dalam ruangan, Alex yang terlihat sedang duduk termenung dengan wajahnya yang terlihat kusut tiba-tiba mendapatkan telpon.
__ADS_1
Mendengar suara ponselnya yang berdering dengan malas Alex pun bangkit dari duduknya dan mencari ponselnya yang entah terlempar kemana karena kejadian tadi.
Setelah berhasil menemukan ponselnya Alex pun melihat dari siapa panggilan itu berasal, setelah melihat nama si pemanggilan wajah Alex pun tiba-tiba berubah.
Tumben sekali putri kesayangan ku menelpon lebih dulu, apa dia merindukan ku yah? batin Alex sambil menatap layar ponselnya yang sudah pecah namun tetap terlihat jelas tulisan yang ada di layarnya.
📞 Hay sayang. sapa Alex lembut begitu di mengangkat panggilan itu.
📞 Huhuhuhuhhuhu......... papah are you okay? tanya Javanka sambil menangis tersedu-sedu.
📞 papah is fine, what happened? Why are you crying? tanya Alex panik kala melihat putrinya yang tiba-tiba menelpon sudah dalam keadaan menangis.
📞 Nothing happened papah everything is fine, Avan is just afraid that something will happen to papah because Avan has nightmares about papah. jawab Javanka menjelaskan pada sang papah jika dia bermimpi buruk tentang papahnya.
Dengan tubuh yang bergetar hebat dan kering dingin yang membasahi seluruh wajahnya, Alex pun tidak sampai hati melihat kondisi putrinya
Dengan buru-buru Javanka pun menelpon papahnya untuk memastikan keadaan papah, entah karena firasat yang begitu kuat antara seorang papah dan putrinya atau apapun Javanka akan selalu merasakannya jika sang papah dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Lalu Javanka pun menceritakan tentang mimpinya barusan, dan Alex pun berusaha menenangkan putrinya dan menghibur putrinya.
📞 Papah kapan pulang? tanya Javanka yang tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan dari sang putri Alex pun sedikit tercengang, karena biasanya Javanka tidak pernah menanyakan kapan waktu kepulangannya dalam perjalanan bisnis.
Ini kali pertama Javanka menyangka hal seperti itu pada Alex, entah karena mimpi buruk atau memang dia sudah merindukan sang papah Alex tidak tahu namun yang pasti Alex sangat senang mendengar pertanyaan itu keluar dari putrinya.
" Papah tidak tahu sayang, memangnya kenapa nak? tanya balik Alex pura-pura bersikap biasa saja padahal sebenarnya dia sangat senang.
" Avan kangen banget sama papah, Avan sangat takut jika papah di bawa pergi oleh sosok hitam itu. jawab Javanka sambil kembali teringat dengan mimpi buruknya.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐💐