Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
chapter 28


__ADS_3

Alex pun menelpon pak Rudi, dia benar-benar sangat ingin melihat putrinya. untuk mengisi energi nya yang habis karena sedari tadi dia hanya mendengarkan staf berbicara sekaligus bekerja menatap layar laptop nya.


" duh... duh... yang lagi berenang enak banget sih, papah juga mau dong. kata Alex dengan manjanya. Yang membuat semua staf yang ada di dalam ruangan bergidik ngeri melihat atasnya itu.


" Papah, why papah how come papa can call Avan anyway? dad is still working. tanya Javanka sambil heboh berenang dan tertawa kecil.


" papah lagi gak sibuk sayang, mangkanya papah telpon kamu. jawab Alex berbohong.


ya Tuhan.... tuan anda sangat berdosa sekali, karena ingin sekali melihat nona anda sampai menghentikan meeting bahwa membuat semua staf melihat tingkah laku anda yang seperti itu, tolong hentikan tuan semua staf sudah hampir mau mati karena melihat anda yang seperti itu.


Sekertaris Aldo hanya bisa menjerit di dalam hati nya, dan menginstruksikan semua staf yang ada di dalam ruang meeting untuk membuang pandangannya.


*serius ini pak masih pak Alex? gila CEO yang begitu batu bisa cair juga kaya better jika sudah berhadapan dengan putrinya.


Ya Tuhan apakah yang kulihat saat ini benar-benar pak Alex? apakah sebentar lagi akan ada hujan badai di sini? aku benar-benar tidak percaya ini bisa terjadi.

__ADS_1


wahhh..... ini namanya rezeki, lumayan ini buat bahan gosip, kalau lagi ngegibah sama staf yang gak ikut meeting, biar mereka pada iri dengki he... he.... he*.....


dan masih banyak lagi yang lainnya, bahkan semua staf yang sudah melihat terus-terusan kasak-kusuk di dalam hati nya, mereka sangat tidak mempercayai bahwa CEO yang berhati batu bisa seperti itu.


Setelah beberapa saat lamanya, akhirnya Alex menghentikan panggilan nya dan meeting pun berlanjut.


Berbeda dengan Javanka, gadis kecil itu langsung tertidur pulas di sofa dengan televisi yang menyala, satelah berenang dan mandi.


" aduh.... nona pasti capek yah? abis berenang sampai tertidur di sofa begini. ucap mba Nani yang baru kembali dari dapur karena tadi nona nya meminta susu hangat.


Menjelang magrib Javanka terbangun dari tidurnya, gadis kecil itu turun dari atas tempat tidur lalu menuju lantai bawah dari berjalan menuju tempat favoritnya.


" Astaga.... nona mengejutkan saya saja. ucap pak Rudi kala melihat nona nya sudah duduk bersandar di sofa ruang televisi.


" he... he.... he.... tertawa-tawa kecil pada sang kepala pelayan. " Avan maaf minta yah pak? ucap nya sambil tersenyum manis pada pak Rudi.

__ADS_1


" tidak apa-apa nona. membalas senyuman sang nona. " Nona apakah nona butuh teman bermain? tanya pak Rudi tiba-tiba.


" friend, hemmmmmm.......I don't know, Avan still feels happy because many want to be friends with Avan, but if anyone wants to be friends with Avan, that's okay, let's be friends. jawab Javanka jujur, sebenarnya gadis itu tidak merasa bahwa dirinya memerlukan seorang teman, karena semua pelayan di Mansion adalah teman nya dalam arti dia tidak merasa kekurangan teman untuk bermain dengan nya.


" Ohhh.... seperti itu, tapi apakah nona mau berteman dengan cucu saya yang usianya tidak jauh dengan nona? tanya pak Rudi lagi, sejujurnya beliau sangat menyayangi putri atasnya ini, beliau sangat sedih ketika melihat nona muda nya tidak bermain dengan anak seusianya.


Maka dari itu beliau memberanikan diri untuk berbicara dengan atasan soal masalah ini, dengan beberapa permintaan dari Alex akhirnya beliau mendapatkan persetujuan.


" Wahhhh.... can play with Avan, but does he really want to play with Avan? bertanya dengan antusias sambil matanya berbinar kesenangan.


*


*


*

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2