
Tok.....tok......tok...... suara ketukan pintu menghentikan aktivitasnya Alex yang sedang bercanda dengan putri tercinta nya.
Dengan santai Alex berjalan menuju pintu untuk membuka dan melihat siapa yang mengetuk pintu, Javanka pun bangun dari posisi tiduran nya gadis kecil itu hanya mengekor di belakang papahnya.
Alex pun membukakan pintu, dan terlihat lah sekertaris Aldo yang sudah berdiri tegak di hadapannya.
Sekertaris Aldo sempat terkejut sekaligus merasa geli dengan penampilan atasannya saat ini, dengan sekuat tenaga dia menahan untuk tidak tertawa di hadapan atasannya.
" Ada apa? tanya Alex dengan wajah datarnya.
" Begini tuan ada beberapa dokumen penting yang harus tuan tanda tangani dan juga ada beberapa proposal yang harus tuan periksa. jawab sekertaris Aldo lalu menundukkan kepalanya.
Mendengar ucapan sekertaris nya, Alex hanya bisa menarik nafas panjang. " Apakah kau tidak bisa mengerjakan nya sendiri? tanya Alex dengan malas dia bersandar di pintu, sejujurnya dia masih ingin bersama dengan putrinya.
" Tuan apakah anda belum merasa cukup beristirahat semala satu Minggu lebih. tanya balik sekertaris Aldo dengan serius, sejujurnya dia sedikit merasa lelah dengan pekerjaannya yang menumbuk di tambah dia harus mengerjakan pekerjaan atasannya juga.
__ADS_1
" Belum, dan tidak akan pernah cukup. Bahkan aku berpikir untuk tidak masuk ke kantor dalam waktu satu bulan penuh. jawab Alex sambil cengengesan seperti mendapat ide cemerlang nya.
Sekertaris Aldo yang mendengar itu hanya melengos dan tidak menanggapi ucapan atasannya, dia terlalu malas untuk beradu argumentasi dengan atasannya. Kenapa mau bagaimana pun hasilnya akan tetapi sama, dia tidak akan menang melawan atasannya.
Aldo memilih untuk mengabaikan ucap atasannya, dia memilih untuk melihat gadis kecil yang sedang menatapnya ke arah nya.
" Hay nona, apa kabar nona? tanya sekertaris Aldo dengan lembut sambil berjongkok di depan gadis itu itu.
" Jangan menyentuhnya, dia adalah milikku. ucap Alex dengan dingin, kala melihat sekertaris nya hendak mengulurkan tangan nya untuk memegang putrinya.
" Salah, itu jelas salah. Karena aku ingin melihat siapa pun berada dekat dengan putriku selain diriku. jawab Alex dengan egois bahkan dia menegaskan di setiap katanya, agar sekertaris nya tahu batasan dan posisi nya.
Melihat papahnya yang sibuk berdebat dengan sekertaris Aldo, Javanka pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Gadis itu menyelip keluar dari kamar, tanpa sepengetahuan dari Alex dan juga sekertaris Aldo.
Alex yang sibuk berpadu argumen dengan sekertaris Aldo pun tidak menyadarinya kepergian Javanka.
__ADS_1
Dengan cepat gadis kecil itu berlari keluar kamar, dia berjalan dengan penuh semangat menuruni tangga tangga dengan kaki mungilnya yang tidak mengenakkan alas kaki.
Semua pelayan yang melihat nona nya keluar dari kamar pun sedikit terkejut bahkan ada yang merasa heran, tapi mereka mencoba untuk berpikir positif saja.
Dengan penuh semangat dan keceriaan Javanka menyapa semua para pelayan yang dia jumpai, hingga sampailah dia di dapur.
Para pelayan pun memberikan coklat, biskuit dan juga puding kesukaan nona nya. Dengan senyum manis nya Javanka berterima kasih pada para pelayan bahkan gadis kecil itu menciumi beberapa pelayan di antaranya.
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Javanka pun membawa semua hasil pemberian para pelayan nya ke taman. Karena dia merasa tempat itu yang paling aman dan tenang untuk menikmati semua camilan kesukaannya.
*
*
*
__ADS_1
💐💐💐