
Sementara itu di rumah sakit David hanya duduk diam sambil memegang laptopnya dan bertukar pesan dengan sekertaris Aldo.
" Aku tidak bisa membayangkan jika Alex masih tetap di sini, entah apa yang akan di lakukan pada rumah sakit ini jadi dia sampai kehilangan akal sehat. kata David berbicara pada dirinya sendiri.
" Beruntunglah Aldo dengan cepat membawa nya pergi, aku juga sebenarnya sangat khawatir dan gugup tapi agar pikiran ku tenaga dan tidak terlalu cemas lebih baik aku menyibukkan diri. katanya lagi sambil mengutak-atik laptopnya dengan tenang.
Namun berbeda dengan tempat Alex, pria itu sedang murka pada para pekerjanya dia membanting gelas yang ada di hadapannya sesuai dengan keinginan sekertaris Aldo.
" Kalian ini bodoh banget, aku sudah mengatakan dan menjelaskan nya berulang kali sampai mulut ku berbusa. Tapi kenapa kalian semua tidak ada yang mengerti apa yang aku katakan. kata Alex dengan pedas sambil menggebrak meja.
Dengan bringas pria itu berjalan kembali ke arah layar proyektor yang sudah retak.
" Sudah ku katakan jangan pernah menghilangkan kolam air mancur yang ada di depan lobby utama karena itu poin utama dalam pembangunan mall ini, jika kalian mau ada sedikit perbedaan kalian boleh menambahkan beberapa tapi jangan sampai membuang poin nya. kata Alex dengan suara yang menggema di seluruh ruangan, sementara sekertaris Aldo hanya memasang ekspresi datar.
" Dan itu. menunjuk gambar yang kurang dia sukai. " Kenapa kalian menepatkan tempat memandikan air panasnya di sini? bukannya aku pernah mengatakan jika tempat itu paling cocok untuk tempat Jim karena pemandangannya menghadap langsung ke pusat kota, kalau kalian ingin ada sauna, lebih baik kalian taruh di bagian sini, karena di sini lebih banyak permohonan dan tempatnya tidak terlalu ramai orang berlalu lalang itu sangat cocok untuk merilekskan tubuh dan pikiran. kata Alex dengan panjang lebar.
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu pun hanya diam tidak berani mengatakan sepatah kata pun, jalankan untuk bersuara untuk bernafas pun sulit bagi mereka.
__ADS_1
Lalu Alex pun merubah beberapa proposal yang di buat oleh bahannya, dan menggantinya dengan beberapa tempat yang menurut Alex akan lebih menguntungkan dan akhirnya jiwa sang pembisnis pun keluar dari semua Alex.
Pembisnis mudah yang sukses itu pun menjelaskan kembali beberapa poin penting yang berpotensi maju untuk mall tersebut, sambil menjelaskan dia tidak henti-hentinya memaki-maki para pekerjanya. Ocehan demi ocehan keluar dari mulut Alex.
" Sampai di sini apakah ada yang kalian tidak mengerti? kata Alex yang baru kembali ke tempat duduknya dengan nafas yang memburu.
" Maaf tuan mudanya saya ingin bertanya. ucap salah satu pekerjaannya yang tidak lain adalah kepala departemen perencanaan.
Alex hanya menatap tajam dan tidak mengatakan hal apapun, namun dia mempersilakan bawahnya berbicara.
" Begini tuan muda saya dapat beberapa laporan dari orang lapangan kalau banyak preman yang datang dan meminta ini dan itu, apa yang harus saya lakukan tuan muda? tanya nya dengan gemetar ketakutan.
Semua orang hanya bisa diam saja, gemetar ketakutan, takut di salahkan oleh Presdir mereka. Beberapa dengan sekertaris Aldo yang masih terlihat santai tanpa ekspresi.
" Persoalan itu biar aku yang urus, selain itu apa ada yang ingin bertanya dan tidak mengerti apa yang tadi aku katakan? tanya Alex sambil mandangin wajah-wajah orang yang ada di dalam ruangan meeting.
Dengan kompak semua karyawan mengatakan mengerti, dan tidak berani mengatakan hal apapun lagi.
__ADS_1
" Kalau begitu aku akhir saja meeting ini, dan kau urusan kontrak nya lalu berikan pada sekertaris Aldo. kata Alex pada salah satu pekerjaannya lalu dia pun mengakhiri meeting panjang itu, Alex langsung berjalan keluar ruangan meeting sekertaris Aldo hanya mengikuti dari belakang.
" Do aku ingin kau mengurus soal preman-preman itu, aku tidak perduli mau kau sewa pembunuh bayaran atau kau pekerjakan beberapa orang untuk menjaga tempat ini atau apalah aku tidak perduli. Yang penting pembangunannya berjalan lancar. kata Alex pada sekertaris Aldo.
" Baik tuan muda. jawab sekertaris Aldo dengan sopan sambil mengangguk mengerti.
Lalu Alex masuk ke dalam ruangannya dengan di diikuti oleh sekertaris Aldo yang masih tetap setia menemaninya.
Alex duduk di kursi kebesarannya lalu membuka beberapa dokumen dan memeriksanya, dan dia pun membuka komputer yang ada di hadapannya.
Tiba-tiba matanya menajam melihat ke arah layar komputer, rahang mengeras dan tangannya terkepal. Sekertaris Aldo yang melihat perubahan tuan mudanya itu sedikit terkejut.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐