
" Akhhhhhh.......... tapi aku sangat menyukai beliau, dari cara beliau berbicara, tertawa sampai tersenyum. Beliau tampak sangat menggemaskan, apa lagi dengan warna mata yang berbeda seperti memiliki ciri khas tersendiri gitu. ucapnya dengan menggebu-gebu dan membayangkan Javanka tersenyum.
" Aku juga merasakan hal yang sama, namun kau harus mengingatnya sesuatu yang indah itu hanya bisa kita nikmati saja bukan untuk kita miliki. ucap teman berusaha menyadarkan rekannya.
Tiba-tiba sekertaris Aldo muncul di hadapannya mereka yang sedang berpikir tentang Javanka.
" Apa yang kalian lakukan disini? tanya sekertaris Aldo.
" Astaga......... ucap mereka berbarengan.
" Apa yang kalian lakukan? tanya sekertaris Aldo kembali mengulang pertanyaannya dengan sedikit menegaskan lagi.
" Kami, kami baru selesai meeting tuan. jawab salah satu dari mereka dengan gugup.
" Baiklah, kembali ke tempat kalian masing-masing. Dan terima kasih atas kerja keras kalian semua. ucap sekertaris Aldo dengan wajah plat nya.
Lalu dia pun pergi begitu saja meninggalkan para CEO itu, para CEO hanya diam mematung menatap kepergian sekertaris Aldo.
Sementara di kantin kantor, Alex meminta air putih untuk putrinya. Mendengar Presdir nya datang para pekerja yang bertugas memasak pun berbondong-bondong mengintip Presdir nya itu.
Sedangkan Alex hanya sibuk membantu putrinya minum, padahal Javanka sudah mengatakan jika dia bisa melakukannya sendiri namun Alex tetap bersikeras ingin membantu putrinya.
Setelah minum Alex meminta di makan siangnya di antara ke ruangannya seperti biasanya, namun kali ini Alex meminta menu tambahan. Kemudian dia pun bergegas kembali ke ruangannya dengan menggendong putrinya yang sedang makan buah potong yang di pegang oleh Alex sendiri.
__ADS_1
Mendengar Presdir nya meminta langsung di buatkan makan siang, para koki pun dengan senang hati membuatnya. Apalagi melihat Presdir nya sendiri yang datang dan mengatakannya langsung.
Membuat para tukang masak itu tambah bersemangat, mereka berlomba-lomba menyiapkan makan siang paling oke untuk Presdirnya itu.
Sesampainya di ruangan, Alex langsung menurunkan putrinya di sofa lalu meletakkan buah-buahan yang sudah di potong di atas meja.
" Kamu laper yah nak? tanya Alex kala melihat putrinya makan buah dengan lahap.
" He he he...... Javanka tidak menjawab dia malah tertawa kecil pada sang papah.
" Sepertinya papah harus membeli beberapa lahan untuk ditanami buah-buahan deh untuk stok camilan kamu. ucap Alex pada putrinya sambil dia ikut duduk di samping putrinya.
Javanka yang mendengar itu hanya tersenyum manis, gadis kecil itu masih menikmati buah-buahan nya.
Alex merasa akhir-akhir ini nafsu makan putrinya lumayan meningkatkan, namun Caca sudah mengatakannya terlebih dulu padanya. Jika Javanka akan lebih sering merasa lapar setiap saat walaupun sebenarnya porsi makannya hanya sedikit tapi itu normal karena itu adalah efek samping dari operasi pemotongan ususnya waktu itu.
Alex pun menurutinya, pria itu kembali bekerja sambil menjaga, dan memperhatikan putrinya yang sedang sibuk menggambar.
Setelah beberapa saat suasana hening Javanka berjalan menghampiri sang papah.
" Papah this. ucap Javanka sambil mengarahkan keras yang sudah dia gambar.
" Ya ampun....... pintarnya anak papah. ucap Alex sambil mengambil kertas itu lalu melihat gambar apa yang telah putrinya buat.
__ADS_1
" Wahhhhh....... apa ini? tanya Alex yang bingung dengan gambarnya.
" Papahhhhhhhhh......... ucap Javanka yang sebal dengan reaksi papahnya.
" Maaf sayang papah beneran gak tau lho, ini gambar apa? ucap Alex cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Avan will tell you, this little papah is Avan. The story is that we are on a stretch of weeds. kata Javanka menjelaskan sambil menunjuk ke arah gambar itu.
" Ohhhhh ...... gitu papah ngerti sekarang, kamu pasti mau pergi sama papah ke tempat ini kan? kata Alex tersenyum sambil mengangguk-angguk kepalanya mengerti kode yang di berikan oleh putrinya.
Mendengar ucapan papahnya, Javanka hanya bisa menepuk jidatnya dan menarik nafasnya panjang. Gadis cantik itu terlihat merajuk karena papahnya tidak paham juga dengan maksudnya.
Alex yang melihat putrinya merajuk pun kebingungan, dia benar-benar tidak mengerti apa maksud nya.
Karena kesal Javanka pun memegang kedua pipi papahnya dan menghadapkan kearah wajahnya yang membuat keduanya saling bertatapan, lalu dia pun menggigit hidung papahnya.
" Ha ha ha....... aduhhhhhhh...... sayang kok gigit papah sih. ucap Alex yang awalnya tertawa dengan kelakuan putrinya lalu dia pun meringis kesakitan.
" Papah, listen to Avan, Avan, this picture is only because Avan wants it, not because Avan wants to go on vacation with Papah. kata gadis kecil itu dengan wajah yang begitu jutek, lalu berjalan kembali ke sofa.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐