
Di kala Javanka tengah menangis dengan begitu menyediakan sampai menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya, tanpa sadar ada sebuah amplop kecil berwarna merah muda terjatuh dari dalam album foto itu.
Javanka yang melihat itu pun langsung mengambil nya, sementara Alex hanya memperhatikan putrinya. Lalu Javanka pun membuka amplop yang terlihat sedikit usang karena termakan waktu.
Dear Javanka
Saat kamu menemukan dan membaca surat ini, pasti saat itu putri kecilku telah tumbuh besar. Kamu pasti tumbuh dengan sangat baik, karena banyak nya cinta dan kasih yang kamu dapatkan dari semua orang yang menyayangi mu.
Kamu juga pasti menjadi putri kebanggaan mami dan papah, tumbuh lah menjadi anak yang kuat, penurut, lembut dan berguna bagi banyak orang. Buat lah papah mu bangga padamu sayang, karena kamu adalah satu-satunya kebahagiaan nya dan juga alasan untuk beliau bertahan hidup.
Mungkin selama ini kamu bertanya-tanya kemana perginya mami mu ini, atau kamu merasa iri pada teman-teman seusia mu yang memiliki seorang mamah.
Maafkan mami yah nak, jika saat ini dan sampai kapan pun mami tidak bisa menemanimu. Tapi satu hal yang harus kamu tahu sayang, mami tidak pernah meninggalkan kamu dan papah, mami akan selalu ada dimana pun kamu berada dan kemanapun kamu pergi.
Javanka Lovato Mahendra itulah nama yang mami siapkan sejenak kamu ada dalam kandungan mami, yang berarti anak perempuan pemberian Tuhan yang selalu membawa kebahagiaan bagi banyak orang.
Nak hidup lah seperti arti dari nama mu sayang, bahagiakan orang di sekelilingmu. Tertawa lah saat kamu ingin tertawa dan menangis lah saat kamu ingin menangis, namun setelah puas menangis kamu harus bangkit lagi karena putri kecilku adalah anak yang kuat.
Javanka sayang sebenarnya masih banyak sekali yang ingin mami sampaikan pada mu nak, tentang betapa senangnya mami memiliki mu. Namun sepertinya sudah sampai di sini dulu saja yah, surat dari mami.
__ADS_1
Mami juga sudah menyiapkan surat-surat lainnya beserta kado di setiap hari ulang tahun mu, semoga kamu menyukai kado yang telah mami siapkan yah nak.
Makan yang pintar, banyak lah belajar dari apa yang kamu alami. Jadi lah anak yang pemberani, jangan pernah takut pada sesuatu yang tidak pernah kamu lakukan karena dalam hidup harus tahu sesuatu yang tidak pernah kamu tahu.
Jagalah papah mu sayang, walaupun beliau sedikit keras kepala. Namun beliau adalah orang yang benar-benar tulus, jangan pernah mengecewakan beliau yah, karena sebenarnya hatinya lebih rapuh dari pada apapun.
Sampai jumpa sayang, mami akan selalu mencintai dan menyayangi mu, berbahagialah nak bersama papah dan orang-orang yang ada di sekeliling mu.
Begitulah kira-kira isi surat yang si tulis oleh sang mami untuk Javanka, setelah membacanya gadis kecil itu pun mulai tenang dan perlahan-lahan dia terlelap dengan memeluk surat dari album foto itu.
Alex pun dengan perlahan menggendong putrinya ke tempat tidur, lalu meletakkannya kemudian menyelimuti tubuh putrinya. Alex hanya di samping putrinya sambil memandangi wajah putrinya yang tertidur dengan masih sesenggukan.
" Maaf, maafkan aku. Maaf, maafkan papah sayang. ucap Alex berulang, bahu kekarnya terlihat bergetar hebat karena dia menangis.
Sampai saat ini Alex masih menyalahkan dirinya atas ketidak becusan nya dalam menjaga putri semata wayangnya, jika di menjaga putrinya lebih ekstra lagi mungkin hal seperti ini tidak akan menimpa putrinya.
Perlahan-lahan Alex pun ikut tertidur karena terlalu banyak menangis, di samping putrinya dengan memeluk erat-erat putrinya.
Pak Rudi pun membuka pintu kamar tuan mudanya, setelah beberapa kali mengetuk namun tidak ada jawaban dari dalam.
__ADS_1
Karena khawatir pada nona dan tuan mudanya, beliau pun masuk saat keadaan sudah mulai tenang. Tentunya di ikuti oleh Aldo, Caca, David dan juga seorang dokter yang baru saja datang.
" Sepertinya tuan muda dan nona sedang tertidur. ucap pak Rudi setelah masuk ke dalam kamar tuan mudanya, untuk mengecek kondisi di dalam kamar.
" Baiklah pak, lebih baik kita tidak menggangu tuan muda. Biarkan tuan muda dan nona istirahat, beliau pasti lelah. kata sekertaris Aldo.
Lalu mereka pun kembali turun ke lantai bawah, dengan nafas yang sudah mulai tenang mereka masuk ke kamar masing-masing.
Dan Caca pun meminta kepada sang dokter yang tadi datang, untuk kembali lagi ke rumah sakit dan meninggalkan obat-obatan beserta perangkat pemeriksaan nya.
Tak lupa dia juga mengatakan terima kasih pada sesama rekan kerjanya, lalu sang dokter dan perawat itu pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Alex.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1