
" apa yang kamu lakukan terhadap nona kami yang berharga? "
tanya sekertaris Aldo manatap tajam kearah wanita itu.
" maafkan saya pak "
jawab wanita itu dengan menundukkan kepalanya.
bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan?. pikir wanita itu.
" Tante ini enda salah ko, om Aido "
ucapnya javanka membela wanita yang telah menyakitinya.
" avanka yang salah om, soalnya Avanka jalannya enga hati hati telus yang nablak tante, telus semua semua pekerjaan tantenya jadi belantakan, gala gala avanka "
ucapnya menyalahkan dirinya, karena kalau dirinya berhati-hati semua ini tidak akan terjadi.
apa dia bilang? om, terus kalau dia panggil om ke pak Aldo, lalu siapa ayah dari anak kecil ini? dan mengapa pak Alex terus menatap kearah kami. pikir Clara
karena merasa tidak bersalah, di tambah lagi javanka mengakui bahwa dirinya lah yang salah bukan Clara. Clara merasa dirinya akan aman.
" walaupun kamu salah, tidak seharusnya dia memperlakukan kamu seperti itu "
ucap Alex menghampiri mereka.
" tapi pah, Tante ini enda salah "
ucap javanka yang turun dari gendongan Aldo.
apa? dia panggil pak Alex papah. maka habis lah aku, dan sejak kapan pak Alex sudah menikah. pikir Clara
" Tante say sorry yah, avanka enda senyaja tadi "
__ADS_1
ucapnya lagi sambil menunjukkan kepalanya.
Clara tidak menjawab dia masih bingung dengan panggilan yang ia dengar, dari anak kecil yang ada di hadapannya kepada atasannya.
melihat itu Alex berjalan mendekati putri kecilnya lalu menggendongnya.
" kamu memang salah sayang "
ucapnya sambil mencium puncak kepala putrinya.
" tapi dia tidak seharusnya begitu padamu "
ucapnya lagi dingin sambil menatap wajah Clara dengan tatapan membunuh.
Clara yang melihat itu langsung terduduk lemah tak berdaya, dia tidak menyangka kalau anak perempuan yang ada di hadapannya ini akan mengubah kehidupannya menjadi suram karena ulahnya sendiri.
" papah, Tante enda salah please "
ucap javanka memohon pada Alex sambil menangis.
ucap Alex lembut sambil menyerahkan air mata dan menenangkan putrinya yang sedang menangis.
" simpan air matamu nona, itu terlalu berharga untuk orang sepertinya "
kata sekertaris Aldo yang tidak tahan melihat nona mudanya. menyalakan dirinya sendiri.
" dia tidak pantas, untuk mendapatkan itu, darimu nona "
ucapnya lagi dingin lalu menarik tangan Clara.
" asal kau tahu, dia itu putriku yang berharga "
ucap Alex dingin pada Clara.
__ADS_1
semua orang yang mendengar itu, bagaikan tersambar petir di siang bolong.
karena yang mereka tahu bahwa atasannya belum menikah apa lagi anak.
Sekertaris Aldo menyeret paksa Clara keluar dari kantor. walaupun Clara terus memohon padanya.
" pak saya mohon, saya tahu saya salah tapi bapak tidak bisa mengeluarkan saya begitu saja "
ucap Clara pada Aldo.
" kenapa saya tidak bisa mengeluarkan kamu? "
tanya Aldo sambil menajamkan matanya.
" karena kontak kerja saya saja belum habis, dan bapak tidak bisa mengeluarin saya karena hal sepele "
jawab Clara merasa dirinya sendiri tidak bersalah dalam hal ini.
" ohhh jadi kamu pikir ini sepele "
ucapnya sambil menampar pipi mulus Clara dengan kencang yang membuat Clara terjatuh.
" dan ini buat kamu, mulai sekarang kamu di pecat "
ucap Sekertaris Aldo lagi lalu melempar selembar cek dan meninggalkannya.
Clara yang menangis dan di seret paksa oleh Securitas terus memohon agar di lepaskan.
kita lihat saja nanti, akan ku habisi anak perempuan itu. yang telah membuatku seperti ini. ucap Clara dalam hati
*
*
__ADS_1
*
🌹🌹🌹🌹🌹