Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 18 season two


__ADS_3

David meletakkan tubuh mungil javanka di sofa besar yang ada di dalam ruangannya, lalu menutup kaki javanka dengan jas nya yang ada di ruangannya.


Sementara di luar semua para karyawan sangat riuh kala mengetahui siapa sosok gadis yang di gendong oleh bosnya.


" Itu benar-benar javanka yang seorang pianis terkenal itu. ucap salah satu karyawan yang terkejut.


" Iya bener, tuan David sendiri yang mengatakannya pada ku. jawab si manajer yang ikut rumpi.


" Aku ingin meminta foto dan tangan ah. ucap karyawan yang lain dengan antusias.


" Aku juga mau. jawab yang lain.


Dan masih banyak lagi obrolan karyawan yang membicarakan tentang javanka, padahal saat itu restoran sedang ramai-ramainya pembeli.


Saat sedang asyik mengobrol tentunya sambil mengerjakan tugas masing-masing tiba-tiba David sudah berdiri bersandar di depan pintu.


" Bukannya fokus kerja kalian malah bergosip. ucap David pada semua karyawan.


Mendengar ucapan David sontak semua karyawan nya pun melihat ke arahnya, kemudian mereka malah menghampiri David.


" Tuan, benarkah gadis tadi adalah nona javanka sang pianis terkenal itu? tanya salah karyawan dengan bersemangat.


" Iya, itu memang benar dia. Tapi memangnya kenapa? jawab David sambil memberikan pertanyaan balik.


" Ya tuhan mimpi apa aku semalam, tuan tolong saya mohon tolong pertemukan saya dengan idola saya, saya sangat mengidolakan nya. ucap karyawan itu lagi sambil memohon pada David.


" Dia sedang tidur, aku tidak mau membangunnya karena dia sudah kelelahan. jawab David menolak.


" Saya tahu tuan, tapi jika beliau sudah bangun tolong ijinkan saya bertemu dengan beliau saya mohon tuan. ucap nya sambil memohon pada David.


" Hmmmmmmmmm........ baiklah tapi aku tidak janji yah. jawab David akhirnya setuju.


" Kami juga mau tuan, tolong biarkan kami bertemu dengan beliau. ucap yang lain ingin bertemu javanka juga.


David hanya menganggukkan kepalanya saja dengan terpaksa karena semua karyawannya begitu berisik, melihat jawab David semua karyawan pun bersorak kegirangan.


" Tapi tuan, bolehkah saya mengajukan satu pertanyaan? tanya salah satu karyawan tiba-tiba.


" Apa? tanya balik David sambil meminta semua karyawan nya mengerjakan kembali ke pekerjaannya masing-masing.


" Mengapa tuan bisa bersama dengan nona Javanka? tanya karyawan itu penasaran.


" Memang apakah terlihat aneh jika seorang uncle bernama dengan keponakannya. jawab David santai sambil melihat-lihat sekeliling.


Mendengar itu seketika mereka semua terkejut antara percaya dan tidak dengan ucapan bos mereka itu, melihat reaksi karyawan nya David hanya menarik napasnya.


" Mendiang ibu dari Avan adalah kakak kembaranku, kami memang tidak mirip dan Avan juga tidak mirip sama sekali dengan mendiang ibunya. Dia lebih mirip dengan papah nya namun tidak dengan sifatnya. jawab David jujur lalu membantu mengerjakan pesanan yang sudah menumpuk.

__ADS_1


Mendengar ucapan bos mereka, semuanya benar-benar tidak menyangka jika bos mereka adalah uncle dari idola mereka, setelah itu suasana kembali seperti biasanya namun dengan perasaan karyawan yang begitu happy.


Javanka berada di restoran David sampai malam menjelang, setelah bangun tidur David langsung memberi susu hangat untuk keponakannya. Kemudian dia memberi tahu javanka jika semua karyawan nya adalah fans nya dan ingin bertemu dengan javanka.


Mendengar cerita itu, tanpa ragu javanka langsung menyetujuinya. Gadis remaja itu langsung berjalan menuju ruangan istirahat untuk staf.


Javanka dengan lembut dan tersenyum manisnya mengapa semua karyawan, semua karyawan tampak begitu senang bisa bertemu langsung dengan idola mereka.


Sebelum javanka pulang, dia juga memberikan sedikit cendramata pada semua karyawan uncle. Yang membuat semua orang makin senang tambah menyukai javanka.


Sesampainya di rumah javanka langsung membersihkan tubuh, begitu pula dengan David. setelah selesai barulah mereka makan malam bersama tentunya sambil mengobrol dengan Alex melalui video call.


Setelah selesai makan javanka pun berpamitan pada David akan kembali ke kamar lebih dulu, lalu javanka pun tidur.


Singkat waktu seperti yang di janjikan Bianca, Lala dan Vivi datang berkunjung ke rumah javanka.


Javanka yang memang pulang lebih dulu dengan senang menyambut kedatangan ke tiga sahabatnya.


" Ayo masuk lah. ajak javanka pada ketiga sahabatnya.


" Wahhhhhh......... dari luar gerbang saja sudah terlihat mewah, tapi ternyata dalam lebih mewah yah. ucap Vivi yang baru pertama kali datang ke Mansion javanka.


Javanka hanya tersenyum saja.


" Ini benar-benar bagus sekali, aku sudah seperti masuk ke kastil mewah dalam dongeng-dongeng kerjaan saja. kata Vivi yang masih terpesona dengan keindahan dan kemegahan rumah javanka.


" Kau terlalu berlebihan Vi. ucap javanka yang merasa malu


" Tapi siapa anak gadis kecil yang lucu itu. tanya Vivi begitu melihat foto yang sangat besar terpajang di dinding ruang tamu.


" Siapa lagi kalau bukan javanka semasa kecil Vi, ini kan rumahnya, tidak mungkin kan foto mu yang di panjang di sini. jawab Lala yang kesal dengan pertanyaan Vivi yang sedikit aneh menurutnya.


" Ohhhhh masa..... ucap Vivi tidak percaya sambil melihat ke arah javanka dan foto tersebut secara bergantian. " Tapi kok warna matanya berbeda. sambung Vivi yang merasa bingung.


" Maaf nona, tolong jangan menanyakan sesuatu yang tidak seharusnya di tanyakan. ucap pak Rudi menyela pembicaraan mereka.


Pak Rudi tahu betul jika tuan muda meminta siapa pun agar tidak membahas kecelakaan masa yang menimpa putrinya, karena itu akan menyebabkan luka lama terbuka lagi untuk nonanya.


" Maaf yah pak sebelumnya kalau teman saya yang satu ini aga bawel. ucap Lala menunduk kepalanya meminta maaf pada pak Rudi.


" Tidak apa-apa nona, saya hanya ingin segala sesuatu yang ada di sekitar nona Javanka berjalan sesuai harapan tuan muda Alex. jawab pak Rudi dengan sopan.


" Kamu jangan menyangka sesuatu hal-hal yang tidak perlu Vi. ucap Bianca berbisik memperingati Vivi.


" Tapi kan...... belum sempat Vivi melanjutkan ucapannya.


" Hmmmmmm....... kalian mau minum apa? tanya javanka lembut pada teman-temannya.

__ADS_1


" Apa saja lah Van, kita mah bebas. jawab Bianca sambil tertawa-tawa.


" Pak tolong yah. ucap javanka pada pak Rudi sambil tersenyum manis.


" Baik nona, kalau begitu saya permisi dulu. jawab pak Rudi sopan, beliau pun meninggal javanka dan sahabat-sahabatnya.


" Mau duduk dimana? tanya javanka lagi pada sahabat-sahabatnya.


" Bagaimana kalau di taman samping kolam ikan. ucap Lala yang sudah beberapa kali main ke rumah javanka.


" Aku sih ikut saja. jawab Vivi dan Bianca.


Lalu javanka pun mengajak sahabatnya ke taman samping, diikuti oleh pak Rudi dan beberapa pelayan yang sudah membawakan minuman serta camilan untuk nona dan para sahabatnya.


" Wahhhhhh....... di sini tetap sama yah seperti terakhir kita ke sini yah La. ucap Bianca pada Lala sambil menikmati suasana taman yang sejuk dan indah.


" Iya, menurut ku ini salah satu tempat ternyaman di rumah javanka. jawab Lala lalu duduk di kursi taman.


Mereka berempat pun berbincang-bincang tentang pelajaran sekolah, apa saja mata pelajaran yang mereka suka dan tidak, sampai hal-hal yang lucu sekali pun tidak terlewatkan oleh mereka.


" Permisi nona, sepertinya sudah hampir waktunya. ucap pak Rudi yang sedari tadi berada tidak jauh dari mereka.


" Ohhhhh.... sudah waktunya yah ternyata. kata javanka sambil melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangannya.


" Teman-teman maaf yah aku harus meninggalkan kalian, sesuai apa yang aku katakan waktu itu. Aku ada les privat piano hari ini, kalian gak papa kan aku tinggal. sambung javanka yang merasa bersalah terhadap sahabat-sahabatnya.


" Gapapa kok Van, kami akan tetap di sini menunggu mu. jawab Lala sambil tersenyum manis pada javanka.


" Hmmmm...... baiklah, sekali lagi maafkan aku yah. kata javanka sebelum pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya.


" Tunggu Van. ucap Vivi yang tiba-tiba memanggil javanka yang hendak pergi.


Javanka pun menghentikan langkahnya lalu berbalik melihat Vivi, lalu Vivi pun berjalan menghampiri javanka, sementara Lala dan Bianca hanya saling memandang " seperti mengatakan apa yang akan dilakukan oleh Vivi lagi " begitu lah kira-kira isi di telepati dari keduanya.


" Bolehkah aku berkeliling rumahmu, terutama bangun yang ada di belakang sana. kata Vivi sambil menunjuk bangun yang letaknya di belakang rumah utama.


Mendengar ucapan Vivi, pak Rudi pun menatap Vivi dengan tatapan tidak suka. Namun javanka malah memegang tangan pak Rudi sambil menggelengkan kepalanya.


" Boleh, nanti aku akan meminta bantuan mba Nani pengasuh ku untuk menemani kalian berkeliling rumah para pelayan. jawab javanka lembut sambil tersenyum manis pada Vivi.


" Hng, bagaimana jika kita berkelilingnya bersama dengan mu Van, kami akan menunggumu sampai selesai les. kata Vivi dengan wajah sumringah memberi usulan.


" Tidak, nona kami yang berharga tidak boleh berada di rumah pelayan. Tuan muda sangat tidak suka jika nona berada di rumah belakang. jawab pak Rudi tegas, beliau sudah cukup sabar menghadapi tingkah laku Vivi yang menurutnya tidak sopan itu.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐💐


__ADS_2