
Setibanya di lokasi pasar malam, Javanka langsung turun dari mobil begitu sekertaris Aldo menghentikan mobilnya. Melihat putrinya turun lebih dulu, sontak Alex langsung keluar dari mobil tanpa menunggu sekertaris Aldo membukakan pintu mobil untuknya.
" Avan, don't go too far, stay by papah side. ucap Alex sambil memegang tangan putrinya.
" Maafkan aku papah, habis aku penasaran dengan semua yang ada di dalam sana. jawab Javanka sambil tersenyum dengan antusias gadis remaja itu melihat sekelilingnya.
" Tapi kamu tetap tidak bisa pergi sendirian seperti itu, kamu harus tetap bersama papah. kata Alex dengan khawatir dan menggenggam tangan Javanka.
Javanka pun mengangguk dengan patuh sambil terus melihat-lihat, sekertaris Aldo, David dan juga Caca pun menghampiri mereka.
" Ayo masuk sayang. ajak David lalu menggandeng tangan Javanka.
Dengan semangat dan rasa ingin tahu Javanka pun menggandeng balik tangan uncle nya, lalu melepaskan tangannya yang berada di genggaman tangan sang papah.
David dan Javanka pun berjalan lebih dulu, sementara Alex hanya melongo melihat putrinya melepaskan genggaman tangannya.
Setelah beberapa saat Alex pun baru tersadar dan dia terlihat kesal, Caca yang sedari tadi memperhatikan pun hanya tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah kesal Alex.
Dan ketiganya pun mengikuti Javanka dan David, Javanka terlihat sangat senang dia bahkan melihat dengan serius sesuatu yang belum pernah dia lihat.
" Uncle apa itu? tanya Javanka sambil menunjukkan gula kapas yang belum pernah dia lihat.
" Entahlah, uncle juga baru pertama kali melihatnya. jawab David sambil melihat jajanan yang di tunjuk oleh keponakannya.
" Tapi banyak sekali orang yang membeli dan memakainya, aku jadi penasaran ingin mencobanya uncle. kata Javanka sambil menarik tangan David agar mendekat ke arah si penjual gula kapas tersebut.
" Kamu mau? tanya David yang seakan tahu apa yang ada dalam hati kecil keponakannya.
" Mau. jawab Javanka dengan cepat sambil tersenyum bahagia.
" Baiklah, kalau begitu mari kita beli lalu mencobanya. ucap David santai lalu mengeluarkan uang dolar dari dompetnya.
Mendengar ucapan sang uncle Javanka pun semakin bahagia, gadis remaja itu pun dengan senang menunjukkan gula kapas dengan bentuk lucu yang dia inginkan.
" Saya ingin membelinya. ucap David dengan bahasa Inggris sambil menunjuk gula kapas yang diinginkan oleh Javanka.
" Oke, oke. jawab si penjual tanpa mengetahui apa yang di katakan oleh David.
Lalu si penjual pun memberikan gula kapas itu, David pun menerimanya sambil memberikan uang seratus dolar pada si penjual.
" No no no. ucap si penjual begitu melihat uang yang di berikan oleh David.
" Kamu tidak ingin menerima uangnya? apakah ini gratis? tanya David bingung masih berbicara dengan bahasa Inggris.
__ADS_1
" Yes yes yes. jawab si penjual asal, sebenarnya dia sama sekali tidak mengerti apa yang di katakan oleh David.
Setelah mendengar jawaban si penjual David pun hendak berjalan pergi, namun tiba-tiba si penjual itu menghentikannya sambil menadahkan tangannya.
Melihat itu David pun mengerutkan keningnya dia benar-benar tidak mengerti dengan maksud dari si penjual, melihat David kebingungan sekertaris Aldo pun langsung membersihkan uang seratus ribu pada si penjual.
Si penjual pun dengan senang menerimanya, apalagi saat si penjual hendak memberikan uang kembali dan sekertaris Aldo malah menolaknya.
" Itu untuk mu. ucap sekertaris Aldo sambil gerakan tangannya agar si penjual mengerti.
" Thank You, thank you. jawab si penjual kesenangan setelah paham dengan maksud dari ucap Aldo.
Sementara itu David hendak memberikan gula kapas itu pada Javanka, namun tiba-tiba Alex merebutnya.
" Apakah ini aman untuk kesehatan tubuh? tanya Alex pada si penjual.
" Delicious, delicious. jawab si penjual dengan bahasa Inggris yang kurang pasif dan tidak nyambung.
Mendengar jawaban si penjual seketika Caca dan David pun tertawa terbahak-bahak, sementara Javanka hanya tertawa kecil. Sedangkan sekertaris Aldo berusaha membantu tuan mudanya, namun usahanya tidak membuahkan hasil karena dia benar-benar tidak bisa berbicara dengan bahasa Indonesia.
Seharusnya aku membawa satu orang translator untuk berjaga-jaga jika hal seperti ini terjadi, aku memang kurang berkompeten sebagai sekertaris tuan muda.
batin sekertaris Aldo yang menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi saat itu.
" Apakah ini aman untuk dimakan? tanya Javanka menggunakan bahasa Indonesia dengan logika Inggris.
" Oh, aman aman sangat aman neng. jawab si penjual sambil menunjukkan bahan-bahan yang digunakan.
Lalu Javanka pun mengobrol santai dengan si penjual dengan berbicara bahasa Indonesia, sementara Alex, David, Caca dan juga Aldo tampak terkejut kala melihat Javanka bisa berbahasa Indonesia.
Setelah selesai berbicara Alex pun memegang tangan putrinya, sementara Javanka hanya diam sambil berusaha membuka bungkus gula kapas yang dia pegang.
Melihat Javanka yang kesulitan David pun mengambilnya dan membantu membukakan bungkus plastik si gula kapas itu.
" Terimakasih uncle. ucap Javanka tersenyum sambil menerima kembali gula kapas yang sudah di buka.
" Hmmmmmmmm......... enak sekali. ucap Javanka setelah memasuki gula kapas ke dalam mulutnya.
Sementara ke empat pria itu hanya tersenyum melihat Javanka yang sangat menikmati gula kapas itu, gadis remaja itu juga terlihat sangat bahagia.
Terkadang sesuatu yang sederhananya bisa lebih membuat kita bahagia, contohnya nona yang memiliki segalanya. Beliau tampak biasa saja jika mendapatkan sesuatu yang mewah, namun tidak untuk sesuatu yang belum pernah di lihatnya, beliau tampak bahagia.
batin sekertaris Aldo sambil memperhatikan senyuman manis yang merekah di wajah nonanya.
__ADS_1
Terkadang sesuatu yang terlihat biasa saja akan terlihat menarik untuknya, itulah keunikan Javanka keponakan ku tercinta.
batin David yang ikut tersenyum melihat senyuman keponakannya.
Kok bisa yah dia tersenyum manis begitu hanya karena sebuah jajanan sederhana, sedangkan di rumahnya dia bisa memakan makanan apapun yang mewah dengan harga semahal apapun, namun dia terlihat biasa saja. batin Caca yang bingung sekaligus senang dengan kesederhanaan Javanka.
Hmmmmmmmm........ sepertinya aku harus memperkerjakan penjualan jajanan ini dan membawanya ke Mansion, agar sewaktu-waktu jika Avan menginginkannya bisa langsung memakannya. pikir Alex menyimpulkan peristiwa yang dia lihat.
" Kamu harus bekerja untuk membuat jajanan itu di Mansion ku. ucap Alex yang menghampiri kembali si penjual gula kapas, masih berbicara dengan bahasa Inggris.
Mendengar ucapan Alex sontak Aldo, David dan Caca pun menatap ke arah Alex. Mereka seperti mengatakan " hal gila apa lagi yang akan di lakukan oleh pria sinting itu "
Namun sebelum Alex mengatakan hal yang lain Javanka lebih dulu menarik tangan papahnya, dan berjalan masuk lebih dalam lagi. Alex sempet akan balik lagi ke si penjual gula kapas itu, namun Javanka menahannya dan mengatakan jika dia sudah tidak ingin memakannya lagi.
Setelah itu akhirnya Alex pun diam dan berjalan menyusuri jalanan, sambil bergandengan tangan dengan putrinya. Sementara Caca, David dan Aldo hanya mengikuti dari belakang sambil membicarakan tentang Alex.
Javanka pun ingin membeli jajanan lagi yaitu telur gulung, Alex sempat melarangnya karena minyak yang digunakan terlihat sudah sangat kotor menurut Alex. Namun Javanka terus merayu dan merengek padanya, yang membuat Alex tidak sampai hati melihat putrinya.
Akhirnya Alex pun mengizinkan Javanka untuk membelinya, tapi sebelum Javanka memakannya dia menyuruh Caca untuk mencicipinya terlebih dahulu.
" Nih makan. ucap Alex sambil memberikan satu tusuk telur gulung.
Tanpa banyak bicara Caca pun mengambilnya dan kemudian memakannya, setelah memasuki telur gulung ke dalam mulutnya mata Caca terbuka lebar.
" Ini enak, ini benar-benar enak. ucap Caca penuh semangat.
Mendengar ucapan Caca itu Javanka pun langsung mengambil satu tusuk dan makanannya, Alex hanya bisa pasrah sementara David ikut mencicipinya.
" Do minta duit. ucap Caca sambil menadahkan tangannya meminta uang pada sekertaris Aldo, Caca terlihat seperti anak kecil yang meminta uang pada mamahnya.
Aldo pun memberikan uang seratus ribu pada Caca, lalu Caca pun membelanjakan semua uang itu untuk membeli telur gulung.
Si penjual telur gulung pun terlihat heran sekaligus senang kala melihat pria dewasa membeli banyak sekali telur gulung.
Singkat waktu semua telur gulung pesanan Caca pun jadi, lalu Caca, David, Alex, Aldo dan juga Javanka pun memakannya bersama sambil di cocol saus yang sudah di siapkan oleh si penjual.
.
.
.
💐💐💐💐
__ADS_1