Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 6 season two


__ADS_3

Setelah beberapa saat lamanya javanka menangis di dalam pelukan papahnya, gadis remaja itu pun sudah menghentikan tangisnya.


" Sudah nangisnya? tanya Alex lembut sambil membelai pipi putrinya.


Javanka hanya menganggukkan kepalanya dengan mata yang masih sembab.


" Kamu tahu tidak alasan papah marah? tanya Alex lagi pada putrinya.


Javanka pun mengangguk lagi.


" Papah tidak melarang kamu bergaul dengan seorang pria manapun, namun papah tidak suka jika ada pria yang memandang mu seperti menginginkan mu datang padanya dan meninggalkan papah seorang diri. ucap Alex pada javanka, pria itu menatap lekat wajah putrinya.


" Ketakutan terbesar dalam hidup papah adalah kehilangan kamu sayang, papah pasti tidak akan sanggup lagi jika hidup tanpa ada kamu di sisi papah nak. Papah takut sekali sesuatu waktu kamu pergi meninggalkan papah. ucap Alex lagi memberikan tahu putrinya tentang perasaan ketakutan yang selalu dia alami.


Javanka yang mendengar ucapan sang papah pun langsung memeluk sosok pria yang sangat berharga dalam hidupnya itu, gadis remaja itu memeluk dengan sangat erat seakan tak mau terpisah dengan sang papah.


" Tolong jangan tinggalkan papah nak. ucap Alex lagi dengan suara lirih sambil membalas pelukan putrinya.


" Avan tidak akan pergi kemana pun pah, Avan akan selalu berada di samping papah. jawab javanka penuh keyakinan.


Setelah mendengar ucapan sang putri, Alex pun akhirnya bisa bernafas lega. Wajahnya tampak berangsur membaik, dia langsung membanjiri menciumi ke seluruh wajah putrinya.


Suasana diantara anak dan ayah itu pun kembali normal, Alex langsung mengajak putrinya untuk makan malam karena waktu sudah menunjukkan jam makan malam.


Alex merangkul putrinya sambil berjalan beriringan menuju ruang makan, sesampainya di ruang makan pelayan pun dengan sigap melayani nona dan juga tuan mudanya.


Alex mengambilkan lauk pauk untuk putrinya, sementara javanka sedang asyik memotong buah kesukaannya. Saat makan malam berlangsung tiba-tiba ponsel Alex berdenting tanda pesan masuk, Alex pun melihat isi pesan tersebut yang ternyata dari sekertaris Aldo yang telah selesai menjalankan tugasnya.


Sudut bibir Alex sedikit mengembang setelah membaca pesan dari sekertaris nya, kemudian dia kembali meletakkan ponselnya dan melanjutkan makan malamnya bersama putri semata wayangnya.


Setelah selesai makan javanka pun naik ke lantai atas, gadis remaja itu pun bersiap untuk istirahat. Namun sebelum tidur dia mengerjakan beberapa tugas dari akademinya terlebih dahulu, barulah ia tidur.


Saat javanka sudah bersiap untuk tidur pintu kamar pun terbuka dan ternyata Alex masuk.


" Papah. ucap javanka sambil menatap sang papah.


" Malam ini papah akan tidur dengan mu. ucap Alex dengan enteng lalu berjalan menuju tempat tidur.

__ADS_1


Mendengar ucapan sang papah, javanka hanya menganggukkan kepalanya saja. Alex pun naik ke atas tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya di samping putrinya sambil membawa putrinya ke pelukannya.


" Selamat malam pah. ucap javanka dengan setengah tertidur.


" Selamat malam juga sayang. jawab Alex sambil mengecup kening putrinya lalu ikut tertidur.


Singkat waktu pagi pun datang, javanka pun langsung bersiap begitu bangun dari tidurnya. Alex yang memang sudah bangun lebih dulu dan sudah bersiap lengkap dengan setelan jas kantor hanya memperhatikan putrinya yang sedang merapikan peralatan sekolahnya.


" Sayang kamu beli gitar baru? tanya Alex yang baru sadar jika ada gitar di kamar putrinya.


" Ohhhh itu, itu untuk teman sebangku ku pah, wali kelas meminta semua siswanya untuk bertukar kado dengan teman sebangku setelah liburan akhir tahun. jawab javanka sambil fokus dengan apa yang dia lakukan.


Ohhhhhhh jadi itu alasannya kamu pergi ke mall kemarin, papah pikir kamu pergi deting nak. Maafkan papah yang telah salah faham pada mu yah sayang, habis kamu nya juga gak cerita sama papah. ucap Alex dengan hatinya


Padahal kenyataannya javanka sudah memberi tahu dan meminta izin pada Alex jika dirinya akan pergi mencari kado, namun karena saat itu Alex sudah keburu cemas begitu mengetahui putrinya ada di luar, dia langsung tancap gas menyusul putrinya.


Di tambah dia begitu emosi kala melihat ada tiga pria yang sedang bersama dengan putrinya, Padahal di situ juga ada sahabat-sahabatnya javanka. Karena sudah emosi duluan jadi dia melupakan keberadaan sahabat-sahabatnya javanka dan soal perizinan putrinya yang akan pergi.


" Kenapa kamu pilih kasih gitar nak? tanya Alex iseng untuk menutupi rasa bersalah terhadap putrinya.


" Karena sebelum liburan akhir tahun pas pelajaran musik berlangsung senar gitarnya putus pah. jawab javanka jujur lalu ikut duduk di samping papah. " Mangkanya Avan pilih beliin gitar untuk teman sebangku Avan. sambung javanka lagi lalu memberikan lukisan pada papahnya.


" Lukisan, bukannya papah meminta lukisan nya yah waktu itu. jawab javanka sambil menatap papahnya.


" Hmmmmmmm...... papah baru ingat, coba papah lihat yah. ucap Alex yang baru teringat dengan terburu-buru Alex membuka bungkusan yang menutupi lukisan nya.


" Wahhhhhhh...... ini sih lebih baik di letakkan di kantor pusat saja dari pada di kantor cabang. kata Alex sambil menatap takjub lukisan putrinya.


" Ahhhhhhhhh...... jangan dong, papah kan bilang mau di pasang di kantor cabang. Lagi pula di kantor pusat sudah penuh dengan foto-foto Avan dan lukisan Avan waktu Avan kecil pah. ucap javanka sambil memikirkan kantor papah yang sudah seperti tempat pameran foto atau lukisan.


" Tapikan papah belum punya yang gambar ini, lagi pula papah lebih banyak berkerja di kantor pusat kok. ucap Alex kekeh dengan pendiriannya.


" Gak pah, papah gak bisa gitu. papah harus taruh lukisan ini di kantor cabang sesuai dengan ucapan papah waktu itu, Avan gak mau yah kantor papah meledak karena kebanyakan lukisan di dalam. ucap javanka menolak keinginan papahnya, karena saking banyaknya lukisan yang terpajang di kantor sang papah.


Mendengar ucapan sang putri Alex hanya bisa memajukan bibirnya, javanka yang melihat itu memilih untuk keluar dari kamarnya meninggalkan papahnya.


" Ehhhhhhh...... kok kamu tinggalin papah sih sayang. ucap Alex yang melihat anaknya sudah keluar kamar.

__ADS_1


Alex pun keluar dari kamar dan mengejar putrinya, mereka berdua pun turun ke lantai bawah lalu berjalan menuju ruang makan yang ternyata sudah ada sosok pria tak asing menunggu mereka berdua.


" Selamat pagi sekertaris Aldo. sapa javanka dengan ramah sambil tersenyum manis pada sekertaris Aldo.


" Pagi nona. jawab sekertaris Aldo sopan.


" Selamat pagi tuan muda. sapa sekertaris Aldo dengan sopan pada Alex.


Alex hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu dengan sigap sekertaris Aldo menarik kursi dan mempersilahkan tuan mudanya duduk.


Mereka bertiga pun mulai sarapan bersama dengan keheningan, hanya terdengar suara dentingan sendok yang bersentuhan dengan piring. Javanka sesekali melirik ke arah papahnya dan juga sekertaris Aldo berganti.


Selesai sarapan, Alex pun mengantar javanka ke sekolah. Javanka dengan patuh mengikuti keinginan papahnya.


Singkat waktu mereka pun tiba di depan gerbang utama sekolah javanka, sekertaris Aldo dengan sigap keluar dan langsung membukakan pintu mobil untuk nona nya.


" Terimakasih sekertaris Aldo. ucap javanka sambil tersenyum.


" Sama-sama nona, ini sudah menjadi tugas saya. jawab sekertaris Aldo sopan.


" Ingat kamu di larang mengikuti kelas tambahan selama satu Minggu ke depan, pukul 14:00 nanti papah atau sekertaris Aldo akan menjemput mu. ucap Alex dengan tegas pada putrinya.


" Iya pah, Avan tahu. jawab javanka sambil menganggukkan kepalanya.


Alex pun mengecup pipi kanan, kiri dan kening putrinya. Tentunya di bawah pengawasan para siswa yang tertarik pada javanka.


Lalu javanka pun berpamitan pada papah dan juga sekertaris Aldo secara bergantian, Alex terus memandangi kepergian putrinya berharap jika tidak ada satupun pria mendekati putrinya.


" Mari tuan muda. ucap sekertaris Aldo yang sudah membukakan pintu mobil untuk Alex.


Alex pun langsung masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan akademi putrinya. Pergi menuju kantor karena masih banyak pekerjaan yang tertunda akibat masalah kemarin.


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2