
" Nona benar-benar melakukannya sendiri tanpa bantuan tuan muda? tanya sekertaris Aldo dengan serius.
" Iya, tiga bulan pertama aku sendiri sampai suatu hari papah tidak sengaja melihat ku sedang mengecek keuntungan yang ku dapat dari hasil investasi. jawab javanka jujur menjelaskan pada sekertaris Aldo.
" Lalu papah langsung mengajari ku bahagia cara berinvestasi dengan benar. sambung javanka lagi pada sekertaris Aldo.
" Tapi ini nilainya sampai 35% nona. ucap sekertaris Aldo yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
" Tenang saja aku pakai nama samaran kok, jadi tidak akan ketahuan. jawab javanka sambil mengedipkan mata dan tersenyum manis pada sekertaris Aldo.
Gila ini sih sudah sangat besar untuk sebuah pendapatan sampai nona bisa memiliki 35% saham dari grup itu, memang yah istilah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya memang benar adanya. batin sekertaris Aldo sambil menatap takjub pada nonanya.
" Kalau boleh tahu mau nona apa kan saham sebesar itu? tanya sekertaris Aldo iseng.
" Hmmmmmmm....... entahlah aku juga tidak tahu, aku juga tidak menyangka jika akan seperti itu hasilnya. Tapi aku cuma berharap jika uang yang aku hasilkan akan berguna untuk membantu panti asuhan, panti jompo dan untuk pengobatan anak-anak yang menderita penyakit yang parah. jawab javanka panjang lebar sambil membayangkan apa yang dia katakan tercapai.
Ya tuhan, sungguh mulia sekali hati mu nona. nona bahkan tidak mementingkan dirinya sendiri dan memilih untuk mengutamakan orang yang membutuhkan. ucap sekertaris Aldo dalam hati yang terkagum-kagum dengan pemikiran nonanya.
Lalu sekertaris Aldo pun kembali mengerjakan pekerjaannya, berbeda dengan javanka yang sudah terkapar di sofa.
Dan tiba-tiba Alex pun masuk ke dalam ruangan di ikuti oleh David dan juga Caca, sekertaris Aldo yang melihat itu pun sontak langsung berdiri menyambut kedatangan tuan mudanya.
" Selamat datang tuan muda. ucap sekertaris Aldo sambil sedikit membungkukkan tubuhnya menyambut kedatangan tuan mudanya.
" Wehhhhhh....... siapa nih. kata Caca sambil menepuk-nepuk pundak Aldo.
" Apa kabar Do? tanya David santai.
Sementara Alex langsung beralih melihat putrinya yang sedang tertidur pulas, dia pun mengecup kening putrinya sambil mengelus lembut rambut javanka.
" Baik, kau bagaimana? tanya balik Aldo.
" Kenapa sih kau kaku sekali, sudah seperti kerak nasi saja. sahut Caca sambil memukul ringan pundak Aldo dengan di iringi suara tawanya.
" Berisik kau, putriku sedang tidur. kalau masih berisik juga ku tendang kau dari kantor ku. kata Alex dengan kesal sambil melemparkan bantal sofa ke arah Caca.
Dengan sigap Caca pun menangkapnya, sambil memperhatikan wajah meledak seperti mengatakan " tidak kenaaaa " pada Alex.
Karena sedikit berisik javanka pun membalikkan tubuhnya, Alex dan yang lainnya melihat javanka bergerak pun seketika diam sambil menatap javanka.
Begitu javanka mulai tertidur pulas kembali, mereka pun akhirnya bernafas lega. Namun pandangan Alex tiba-tiba tertuju pada buah potong yang masih terlihat utuh.
" Avan belum memakannya? tanya Alex yang di tunjukkan pada sekertaris Aldo.
__ADS_1
" Sudah tuan muda, namun sepertinya rasa dari buahnya berbeda. jawab sekertaris Aldo yang sebenarnya juga belum mendapatkan jawaban dari nonanya.
Alex pun menganggukkan kepalanya, sementara David melihat buah potong yang ada di atas meja, sedangkan Caca tanpa basa-basi mengambil buah potong itu lalu memasukkannya ke dalam mulutnya.
Ketiganya pun hanya memutar matanya malas dengan kelakuan sembrono Caca.
" Mana, rasa buahnya enak kok. masih sama seperti rasa buah pada umumnya. ucap Caca sambil memasukkan kembali buah potong itu ke dalam mulutnya.
" Orang seperti mu mana mengerti tentang cita rasa. jawab David dengan santai sambil duduk di sofa.
Sementara Alex duduk di kursi kebesarannya, sementara sekertaris Aldo pun memberikan beberapa dokumen yang harus di tanda tangani oleh Alex.
" Kalau kalian ingin berisik di luar sana. kata Alex lagi mengusir kedua sahabatnya.
" Aku sih tidak akan berisik pastinya, tapi si kutu kupret ini yang selalu tidak bisa mengecilkan suaranya. kata David sambil menunjuk ke arah Caca.
" Kenapa kau tidak memindahkan Avan ke kamar? tanya Alex beralih pada sekertaris Aldo.
" Nona belum lama tidur tuan muda, saya takut jika memindahkan nona ke kamar malah akan membuat nona terbangun. jawab sekertaris Aldo dengan sopan.
Mendengar jawaban sekertaris nya, Alex pun mengerti. Lalu dia kembali memperingatkan pada David dan juga Caca untuk tidak membuat kebisingan.
Mau tidak mau mereka harus mengikuti apa yang di inginkan oleh Alex, jika mereka tidak ingin di tendang keluar dari ruangan itu.
" Hmmmmmm........ jawab Alex sambil terus fokus pada pekerjaannya.
" Nona memiliki saham di grup itu yah tuan muda? tanya sekertaris Aldo pada Alex.
" Iya, bagaimana kau tahu? apakah javanka yang memberi tahu padamu? tanya Alex santai sambil terus fokus dengan pekerjaannya.
" Grup apa? tanya David dan Caca berbarengan dengan wajah penasaran.
" Grup saingan perusahaan milik tuan muda. jawab sekertaris Aldo pada kedua sahabatnya.
" Ohhhhhhh grup yang baru-baru ini sedang naik daun yah. ucap David sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Saya tidak sengaja melihatnya lalu saya langsung bertanya pada nona dan nona langsung memberi tahukan nya pada saya. jawab sekertaris Aldo jujur.
Alex hanya mengangguk-angguk mengerti.
" Kok bisa, sejak kapan Lex? tanya David yang masih tidak mengerti bagaimana bisa itu terjadi.
" Hmmmmm..... bagaimana yah ceritanya. ucap Alex sambil berpikir awal mula dirinya melihat putrinya bermain saham dan investasi.
__ADS_1
" Singkatnya kurang lebih tiga bulan yang lalu, aku yang sehabis nge-jam tanpa sengaja melihatnya sedang asyik duduk di ayunan sambil bermain-main dengan gadgetnya, dan ternyata dia sedang bermain investasi lalu aku langsung memberi tahu sedikit caranya. Walaupun sebenarnya dia sudah sangat mahir dan cekatan, jadi permainan itu masih berjalan sampai sekarang. lanjut Alex lagi menjelaskan tentang kejadian kala itu.
" Tapi tuan muda nilai saham beserta pengasihan dari investasinya jumlahnya bukan main-main. kata sekertaris Aldo yang masih terkejut dengan apa yang dia lihat tadi.
Alex hanya tersenyum penuh misteri.
" Memangnya berapa sih? tanya Caca iseng
" 35%. jawab sekertaris Aldo singkat.
mata David dan Caca pun terbelalak, keduanya tampak terkejut.
" Ah, yang bener dong Do? ucap Caca yang tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Aldo.
" Itu hanya dari satu perusahaan saja belum lagi dari perusahaan-perusahaan kecil lainnya. sahut Alex dengan bangga atas apa yang di lakukan oleh putrinya.
" Gila kok bisa sih dia sejago itu, otak ku saja sama sekali tidak sampai untuk persoalan yang satu itu? kata David yang tidak habis pikir dengan kecerdasan keponakannya.
" Anak siapa dulu dong Alexander Graham Mahendra. ucap Alex yang bangga pada dirinya. " Tapi sejujur sih aku juga tidak menyangka dia memiliki potensi besar dalam bidang bisnis, mengingat dia begitu menonjol dalam bidang alat musik. Namun aku sebagai papahnya hanya akan selalu mendukung apapun yang dia inginkan selagi itu tidak membahayakan untuk dirinya. sambung Alex lagi sambil menatap lembut pada putrinya.
Yang lain hanya mendengarkan apa yang di katakan oleh Alex, mereka ikut merasa bangga dan senang dengan apa yang di lakukan oleh javanka.
" Perlu kalian ingat sebenarnya awal mulanya dia hanya iseng mencoba karena investasi dan membeli saham keluar dari salah satu pelajarannya, jadi dia penasaran ingin mencobanya langsung. kata Alex lagi memberi tahu pada ketiga sahabatnya.
" Dia iseng mencoba saja hasilnya seperti ini apa lagi kalau dia serius coba. ucap David tidak habis pikir.
Alex hanya tersenyum menatap punggung putrinya yang tengah tertidur pulas, dia benar-benar bangga terhadap putri semata wayangnya.
" Pantas saja kau tidak uring-uringan dan tidak meminta Aldo untuk mencari tahu tentangnya perusahaan yang sedang naik daun itu, ternyata kau sudah memegang kendali nya. sahut Caca sebal dengan kelakuan Alex sambil menatap ke Alex dengan kesal.
Mendengar ucapan Caca Alex hanya tertawa-tawa.
" Lagi pula apa yang di takutkan oleh tuan muda, mereka tidak akan bisa menyaingi popularitas dan kejayaan dari perusahaan yang berdiri sudah sejak lama. jawab sekertaris Aldo membela dan membanggakan tuan mudanya.
Mendengar jawaban Aldo, Caca hanya membuang mukanya malas. Lalu mereka pun sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Sampai beberapa saat kemudian Alex memutuskan untuk pulang, lalu dia pun menggendong putrinya menuju lobby utama, tentunya di ikuti oleh ketiga sahabatnya.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐