
Saat keduanya tenggelam dalam pikirannya masing-masing, Alex dan juga sekertaris Aldo pun muncul. Kedua pria itu berjalan menghampiri Caca dan juga David.
" Bagaimana keadaan putriku sekarang? tanya Alex langsung pada Caca.
" Astaga. kata Caca dan David berbarengan yang terkejut dengan kedatangan Alex yang sudah ada di hadapannya.
" Kau benar-benar yah Lex, kalau kau datang setidaknya berikan sedikit tanda-tanda pada ku. Jangan asal muncul saja seenaknya. gerutu Caca pada Alex.
" Bagaimana keadaan putriku? Alex mengulangi pertanyaannya dan tidak memperdulikan ucapan Caca.
" Avan masih di dalam ruang operasi, mungkin akan di pindah ke ruang rawatnya nanti malam. Tapi jika kau ingin melihatnya kau, masuk lah ada dokter dan perawat yang menjaganya kok. jawab Caca malas.
Tanpa banyak bicara Alex langsung berjalan masuk ke dalam ruang operasi, Caca yang melihat itu hanya bisa memajukan bibirnya.
" Hehmmmmmmm....... dasar manusia tidak tahu terima kasih. kata Caca berdecak kesal dengan kelakuan sahabatnya itu.
Sementara David dan juga sekertaris Aldo tengah berbicara dengan dunia mereka.
" Apa yang sebenarnya terjadi do? tanya David pada Aldo.
__ADS_1
" Tidak ada hal apapun yang terjadi. jawab sekertaris Aldo santai.
" Halahhhhhh...... kau jangan berbohong yah, aku sudah melihat beritanya sendiri. kata David yang mengatakan kejadian tadi.
" Ohhhh ....... yang itu. ucap Aldo yang baru ingat dengan masalah tadi.
" Apa yang sebenarnya terjadi? tanya Caca tiba-tiba ikut nimbrung.
Sekertaris Aldo pun menceritakan kembali kejadian tadi, pada Caca dan juga David.
" Wahhhhh..... gila kau, aku tidak bisa membayangkan wajah bringas seorang sekretaris Aldo pada saat itu. kata David setelah mendengar ceritanya.
David dan Caca sangat lah tahu sifat dan sikap sekertaris Aldo, jika Aldo sudah marah itu akan lebih menyeramkan di banding kemarahan Alex.
Sementara Alex yang berada di dalam ruangan operasi setengah duduk di samping putrinya yang terbaring di atas tempat tidur dengan perban yang menutupi matanya.
Dokter dan perawat yang menjaga Avan pun keluar setelah membantu Alex memakai pakaian khusus, mereka ingin memberi waktu pada Alex untuk berdua dengan putrinya saja.
Pria itu hanya diam menatap ke arah putrinya, dengan tangan yang menggenggam jari jemari mungil milik putrinya.
__ADS_1
Alex sama sekali tidak berbicara apapun pada putrinya yang terbaring tak sadarkan diri, dia hanya ingin menemani putrinya saja.
Ada sedikit rasa bahagia yang menyelimuti hati nya, namun Alex belum terlalu merasa bahagia sebelum putrinya benar-benar sembuh seperti sedia kala.
Sekuat apapun Alex menahan nya air mata itu tetap keluar juga, bahunya tampak bergetar. Sosok pria yang selalu tampil sempurna tanpa celah itu pun akhirnya menangis di hadapan putrinya.
Yah begitulah manusia sekuat apapun dia, pada akhirnya dia akan menangis juga karena melihat orang yang berharga dalam hidup nya terluka di hadapannya.
Setelah beberapa saat lamanya, Alex pun keluar karena memang tidak boleh terlalu lama berada di dalam ruangan itu.
" Apakah nona sudah sadarkan diri tuan muda? tanya sekertaris Aldo yang penasaran dengan kondisi Avan.
Alex hanya menggelengkan kepalanya dan ikut duduk dengan lesu di samping Caca dan sekertaris nya, sementara Caca dan David saling bertukar pandang mencari tahu apa yang terjadi.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐