Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
chapter 19


__ADS_3

setelah meletakkan tubuh putrinya di tempat tidur, Alex pun melangkah masuk ke dalam kamar untuk memberikan dia.


tiga puluh menit kemudian Alex sudah keluar dengan pakaian santai nya, sebelum dia keluar dari kamar tak lupa dia mencium lembut kening putrinya. lalu dia bergegas keluar dan masuk ke dalam ruang kerjanya.


" kupikir kau sudah kembali? ucap Alex ketika melihat sekertaris nya ada di ruang kerjanya.


" saya belum menyelesaikan pekerjaan saya tuan, lagi pula ini masih jam kerja. tidak mungkin saya korupsi waktu. jawab sekertaris Aldo.


" thanks yah, udah jagain putriku. ucap Alex dengan kaku, karena biasanya dia jarang mengucapkan kata-kata itu biasanya orang yang selalu mengatakan itu pada nya.


" tidak perlu sungkan tuan, lagi pula nona adalah putri yang penurut jadi tidak lah sulit untuk menjaga nona. jawab sekertaris Aldo, tanpa sadar dia tersenyum tipis ketika terlintas bayangan nona nya yang tersenyum manis padanya.


" Javanka memang seperti itu, aku tidak tahu akan seperti apa hidup ku. jika harus kehilangan dua bidadari sekali di saat bersamaan, tapi untung lah Tuhan masih menyayangi ku dan menitipkan putriku itu.


kata Alex dengan nada lirih sambil memegang foto mendiang istrinya dengannya.


______________


Javanka yang sudah cukup lama tertidur pun akhirnya terbangun juga, dia pun turun dari tempat tidur dan mencari mba nya.


" mba Nani. panggil Javanka dengan suara seraknya khas bangun tidur sambil mengucap matanya.


" nona sudah bangun yah, bobo nya enak banget yah nona. ucap mba Nani sambil berjalan menghampiri nona mudanya.

__ADS_1


" Avan mandi mau. katanya lalu memeluk sang Mba.


" baik nona, kita mandi dulu. setelah itu kita makan malam yah. jawab mba Nani lalu menggendong nona mudanya masuk ke dalam kamar mandi.


setelah beberapa saat lamanya, Javanka pun keluar dari kamarnya dengan rambut yang masih basah dan wajah yang di penuhi bedak. gadis kecil itu berlari ke luar kamar untuk melihat kartu favoritnya.


" nona tidak boleh lari di tangga. kata mba Nani sambil mengejar nona mudanya.


" Avan Oke mba Nani. teriak Javanka sambil menuruni tangga dengan bokongnya seperti meluncurkan di bawah salju.


Alex dan Aldo yang baru keluar dari ruang kerja pun melihat kejadian itu, walaupun terlihat menggemaskan namun tetap berbahaya untuk keselamatan Javanka.


dengan cepat Alex bergegas menghampiri putrinya yang sudah mendarah di lantai bawah dengan selamat. " sayang jangan lakukan hal seperti itu lagi. ucap Alex sedikit meninggikan suaranya karena khawatir.


" sayang papah belum selesai bicara dengan mu. berkata dengan marah karena melihat putrinya pergi meninggalkan nya.


Javanka tidak menjawab, gadis itu sibuk menyalahkan televisi lalu duduk di sofa, Alex pun mengejar putrinya ke ruang televisi.


" sayang papah lagi bicara dengan mu. sudah duduk di hadapan putrinya, menghalangi putrinya yang sedang menonton.


" papah, Avan nonton mau, papah no. ucap Javanka sambil mendorong sang papah.


" matikan dulu televisi nya, papah mau ngomong sama kamu. masih tetap dengan suaranya sambil menatap tajam ke arah putrinya.

__ADS_1


Javanka yang melihat mata sang papah pun dengan cepat mematikan televisinya, lalu duduk dengan patuh di hadapan sang papah. gadis kecil itu sudah tahu jika papah nya sedang marah kalau sudah memicingkan matanya.


" Avan maaf minta papah, Avan promise. katanya Javanka sambil menundukkan kepalanya tak berani melihat papah nya.


" kamu tahu apa kesalahan kamu? tanya Alex, sejujurnya dia tidak ingin terlalu keras pada putrinya tapi ini menyangkut keselamatan putrinya, mau tidak mau Alex harus tegas.


" tau papah, Avan I can't slide down the stairs like that again. menjawab dan mengakui kesalahannya dengan suara yang sudah bergetar hebat karena takut pada sang papah.


" kamu tahu kenapa papah melarang nya? masih bertanya dengan nada yang sama, namun wajah Alex berubah sedih ketika melihat putrinya sudah mulai menangis tanpa mengeluarkan suara.


" Tah papah, papah don't want it to happen to Avan. menjawab dengan patuh namun sudah mulai sesenggukan karena menangis.


" baiklah, karena kamu sudah mengakui kesalahannya mu. papah akan memaafkan mu, papah harapan tidak ada kejadian seperti ini lagi yah untuk kedepannya. ucap Alex lalu memeluk putrinya dengan hangat, namun pecah pula tangisan Javanka. gadis itu menangis dengan suara yang cukup keras tubuhnya pun bergetar dan di penuhi kering.


Semua orang yang melihat kejadian dari awal pun hanya bisa bernafas lega, namun ada rasa sedih juga ketika melihat nona mudanya menangis seperti itu. Begitu pula dengan sekertaris Aldo pria itu hanya bisa menarik nafas panjang.


*


*


*


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2