
Seusai makan siang di kantin javanka pun kembali ke kelasnya, sementara David tetap menunggu javanka di depan kelas javanka sambil sibuk bermain dengan ponselnya.
Tiba-tiba ada segerombolan siswa menghampiri David.
" Permisi. ucap salah satu siswa yang tak lain adalah Sam.
David pun melihat ke arah para yang sedang berkumpul di hadapannya dengan alisnya yang berkerut.
" Ada apa? tanya David dengan dingin sambil kembali memainkan ponselnya.
" Apa anda seorang guru olahraga? tanya Sam ragu-ragu.
Mendengar pertanyaan Sam membuat David menaikkan sebelah alisnya, lalu menggelengkan kepalanya.
" Kalau begitu apakah anda mau menjadi guru basket kami? tanya Sam lagi sambil menatap David.
Mendengar ucapan siswa yang ada di hadapannya, David hanya menarik napasnya panjang lalu meletakkan ponselnya.
" Pertama saya bukan seorang guru, kedua saya juga bukan sedang mencari pekerjaan. jawab David dengan dingin sambil menatap wajah Sam dengan tajam.
" Kalau begitu, bolehkah kami meminta bantuan anda untuk mengajarkan kami basket. kata Sam dengan sopan namun sebenernya dia sangat takut kala melihat tatapan mata David.
" Hahhhhhhhhh......... merepotkan sekali, aku bukan orang yang banyak waktu senggang sampai-sampai harus membantu mengajarkan kalian basket. kata David sambil mengacak-acak rambutnya wajahnya tampak semakin dingin, David benar-benar merasa terganggu dengan kehadiran kelompok Sam.
" Uncle Is everything okay? tanya javanka tiba-tiba muncul di depan pintu diikuti oleh ketiga sahabatnya yang mengintip dari belakang.
Bianca tidak sengaja melihat banyak orang berkumpul di depan kelasnya, dan tanpa sengaja melihat David dikerubungi oleh klub basket. Lalu Bianca pun langsung mengatakannya pada javanka yang sedang sibuk menulis, mendengar dan melihat itu javanka pun langsung menghampiri uncle nya.
" Oke sayang, semua baik-baik saja kok. jawab David langsung merubah suara menjadi lembut dan tersenyum manis pada javanka.
Melihat dan mendengar ucapan orang yang ada di hadapannya, seketika bulu kuduk Sam dan teman-temannya merinding. Mereka tidak percaya jika sosok pria yang ada di hadapan mereka saat ini adalah pria yang tadi menatap mereka dengan dingin.
Javanka hanya diam saja setelah mendengar kata-kata David, gadis remaja itu hanya menatap wajah David dengan serius.
" Sayang jangan gitu dong, uncle sudah seperti penjahat yang tertangkap basah karena sudah melakukan kejahatan saja. ucap David lalu berjalan menghampiri keponakannya sambil bersikap manis.
" Uncle pasti membuat masalah dengan mereka yah? tanya javanka dengan wajah serius.
" Tidak kok. jawab David cepat.
__ADS_1
" don't lie to me uncle, Avan doesn't like uncle to lie. ucap javanka lagi sambil menatap wajah David tanpa ekspresi.
" uncle serious Avan, uncle is not lying? jawab David jujur sambil memegang tangan javanka lembut dan mengecup punggung tangan javanka.
" Then what are you guys talking about? tanya javanka yang sedikit melunak.
" Mereka....... David pun menceritakan semua percakapan tadi sambil menatap klub basket dengan dingin, javanka hanya diam mendengarkan saja.
" Kalau begitu ajarkan saja mereka, lagi pula hanya selama uncle menemani ku saja kok sampai semuanya kembali normal. Dan uncle juga pasti akan merasa bosan menunggu ku setiap hari. kata javanka dengan mudahnya setelah mendengar cerita dari David.
Sam dan teman-temannya yang sedari tadi memperhatikan dan mendengarkan percakapan javanka dan David pun tampak terkejut dengan ucapan javanka.
" Tapikan....... belum sempat David melanjutkan ucapannya.
" Apa sih salahnya berbagi ilmu, ilmu itu tidak untuk di pendam dan di pegang seorang diri apa salahnya berbagi pada generasi berikutnya. kata javanka dengan lembut sambil tersenyum manis pada David.
David hanya membalas senyuman javanka namun matanya mendelik kala melihat ke arah klub basket.
" Lagi pula Avan sangat suka melihat uncle yang sedang bermain basket, uncle terlihat keren lebih dari siapapun. sambung javanka lagi sambil berbisik di telinga David.
Mendengar bujukan dan rayuan javanka David pun tersenyum sumringah, lalu dia pun akhirnya mau mengajarkan klub basket.
Hahahaha......... ternyata aku bisa terlihat sangat keren di mata keponakan ku, mungkin lama-kelamaan posisi Alex bisa tergeser oleh ku di hati Avan, maaf yah Lex jika aku berhasil mendapatkan hati keponakan ku tersayang. batin David kegirangan sambil tersenyum puas.
Mendengar ucapan David mereka pun berterima kasih pada David dan juga javanka, lalu mereka pun pergi.
Jam pelajaran pun berlanjut, David pun tetap menunggu Avan di tempatnya sambil sesekali menatap javanka yang sedang serius belajar.
Sampai ball pulang sekolah pun berbunyi David pun membawa keponakannya itu pulang, namun sesuai apa yang di katakan oleh David di kantin tadi mereka harus mampir ke restoran David terlebih dahulu.
Di sepanjang perjalanan javanka hanya sibuk dengan rapat OSIS yang di lakukan lewat laptopnya, David hanya fokus menyetir sambil mendengar gagasan dan usulan dari javanka.
Aku tahu kamu memang cerdas, tapi aku tidak tahu kamu akan secerdas itu. Kamu bahkan sampai bisa menyimpulkan dan tahu apa saja sisi positif dan negatif nya dari ide-ide dari anggota mu. Uncle benar-benar takjub pada mu javanka. batin David yang merasa bangga pada keponakannya.
Lalu tanpa terasa javanka pun tertidur, setelah rapat OSIS nya telah selesai. Alex hanya tersenyum tipis lalu menutup laptop javanka dan meletakkannya di kursi belakang.
Tak butuh waktu lama David pun telah sampai di restoran miliknya, begitu melihat mobil atasnya beberapa pekerjaan David pun menghampiri David begitu mobilnya berhenti.
" Selamat sore tuan. sapa manajer restoran dengan sopan pada David sambil membukakan pintu mobil David.
__ADS_1
" Bagaimana apa sudah kau kerjakan apa yang ku perintahkan? tanya David serius sambil masih duduk di dalam mobilnya.
" Sudah tuan, semua berjalan lancar sesuai apa yang tuan arahkan. jawab si manajer sambil melihat ke arah kursi yang ada di samping atasnya.
" Bagus, coba berikan laporan keuangannya yang aku minta. kata David sambil menadahkan tangannya.
Siapa gadis itu? mengapa tuan membawa seorang perempuan? apakah perempuan itu kekasih tuan? tapi setelah di lihat-lihat mengapa wajahnya tampak tak asing yah? batin si manajer bertanya-tanya sambil sesekali melirik ke arah javanka yang sedang tertidur.
" Ini tuan. kata si manajer sambil memberikan laporan yang diinginkan oleh bosnya.
Lalu David pun membuka dan melihatnya dengan serius, sementara si manajer dan beberapa karyawan lain terus menerus menatap dan bisik-bisik tantangan gadis yang ada di samping atasnya.
" Apa yang kalian lihat? tanya David tiba-tiba dengan masih fokus memeriksa laporan.
" Ti..... tidak tuan, hanya saja kami seperti pernah melihat gadis yang ada di samping tuan saja. jawab si manajer dengan takut.
" Jelas kalian pasti pernah melihatnya, dan tebakan kalian itu pasti benar siapa sosok gadis remaja ini. kata David sambil tersenyum simpul melihat ke arah javanka.
" Ini beneran nona Javanka yang seorang pianis terkenal itu. ucap salah satu karyawan yang terkejut, saking terkejutnya dia sampai tidak bisa mengontrol suaranya.
Javanka yang mendengar suara teriakan yang sudah keras pun terbangun, perlahan-lahan dia membuka matanya. David yang melihat itu pun menatap karyawan itu dengan tatapan menusuk.
" Ma... maafkan saya tuan, saya tidak sengaja. katanya yang sudah ketakutan sampai hampir menangis.
" Hmmmmm...... uncle. ucap javanka sambil mengucek matanya.
" Avan Bobo lagi saja yah, maaf yah uncle membuat kamu terbangun, kamu pasti terkejut yah? kata David dengan lembut sambil mengelus-elus rambut javanka.
Javanka hanya menggelengkan kepalanya, lalu dia pun melihat ke arah sekelilingnya.
" Selamat siang. sapa javanka yang tidak tahu kalau hari sudah mulai senja dia masih setengah sadar.
Semua orang yang melihat itu pasti akan berpikir betapa menggemaskan nya javanka yang seperti itu, dia sudah seperti anak kecil yang masih mengantuk namun harus terbangun tiba-tiba.
Lalu David pun menggendong javanka keluar dari mobil, dia pun membawa javanka masuk ke dalam restorannya dan masuk ke dalam ruangannya.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐💐