Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 8 season two


__ADS_3

Sesampainya di kantor pusat milik sang javanka pun di bawa ke ruangan sang papah, sesekali ia menyapa dengan sangat ramah pada setiap karyawan yang berpapasan dengan nya.


Setibanya di depan pintu yang tidak asing untuk javanka, sekertaris Aldo langsung membukakan pintu dan mempersilahkan javanka untuk masuk.


Javanka pun melangkah masuk ke dalam ruang itu sambil melihat sekeliling, seperti mencari-cari sesuatu.


" Tuan muda sedang ada rapat di luar nona. ucap sekertaris Aldo yang seakan tahu apa yang di cari oleh nonanya.


Mendengar ucapan sekertaris Aldo javanka pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu duduk di sofa yang biasa ia duduki sambil meletakkan tasnya dan laptopnya.


Tiba-tiba pintu di ketuk sesaat javanka duduk, sekertaris Aldo pun langsung nyuruh orang yang ada di depan pintu untuk masuk.


Terlihat seseorang membawa jus, buah potong kesukaan javanka dan beberapa camilan lain nya.


" Wahhhhhh....... terimakasih yah. ucap javanka pada orang yang mengantarkan makanan sambil tersenyum sumringah.


" Iya sama-sama nona, selamat menikmati. jawab orang tersebut lalu keluar ruang setelah meletakkan semua makanan di atas meja.


Dengan senang javanka pun melahap potongan buah kiwi, sekertaris Aldo yang melihat tingkah laku nonanya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir kenapa bisa karena cuma makanan saja bisa membuat nona nya begitu bahagia.


" Sekertaris Aldo, jika sedang sibuk boleh kok kembali keruang. Aku tidak apa-apa sendiri di sini. ucap javanka yang baru sadar akan sekertaris Aldo.


" Tidak nona, saya akan menemani nona di sini sambil mengerjakan pekerjaan saya. jawab sekertaris Aldo sambil duduk di hadapan javanka dan membuka laptopnya.


Mendengar jawaban sekertaris Aldo javanka pun membiarkan nya saja, gadis remaja itu kembali asyik menyantap buah potong setelah menawarkan pada sekertaris Aldo.


Keduanya pun sibuk dengan urusan masing-masing hingga tidak ada percakapan di antara keduanya, sampai tiba-tiba javanka pun membuka laptopnya untuk mengerjakan tugas.


Dengan wajah yang serius gadis remaja itu mengerjakan semua tugas sekolahnya yang baru masuk melalui email nya, sesekali sekertaris Aldo melirik ke arah nona nya yang sedang serius menatap layar laptopnya.


Tak terasa satu jam pun berlalu javanka pun meregangkan tubuhnya yang terasa pegal lalu menutup layar laptopnya, kemudian dia melihat ke arah sekertaris Aldo.


" Ada apa nona? tanya sekertaris Aldo yang tahu jika dirinya sedang di perhatikan oleh nonanya.


" Hmmmmm...... tidak. jawab javanka malu karena ketahuan memperhatikan sekertaris Aldo diam-diam.

__ADS_1


" Apakah nona butuh sesuatu? tanya sekertaris Aldo sambil meletakkan laptopnya lalu menatap ke arah nonanya.


" Hmmmmmmm........ tidak, aku tidak butuh apa. jawab javanka sambil menggelengkan kepalanya.


" Apakah nona merasa bosan? tanya sekertaris Aldo lagi sambil menatap wajah javanka dengan serius.


" Tidak, aku hanya ingin mengobrol saja dengan sekertaris Aldo. ucap javanka akhir mengeluarkan pemikirannya.


Mendengar ucapan nonanya sekertaris Aldo pun menaiki alisnya lengkap dengan wajah bingungnya.


" Sekertaris Aldo bolehkah aku mengajukan satu pertanyaan? tanya javanka tiba-tiba.


" Tentu saja nona, nona boleh mengajukan pertanyaan berapa pun dan apapun. Saya pasti akan menjawabnya. kata sekertaris Aldo cepat dan serius.


" Kapan anda akan menikah sekertaris Aldo? tanya javanka tiba-tiba yang membuat wajah sekertaris Aldo berubah yang biasanya tenang kini terlihat panik.


" Itu bukan hal sesuatu yang harus nona pikirkan. jawab sekertaris Aldo lalu mengambil kembali laptopnya.


" Kenapa? sekertaris Aldo kan orang terdekat papah, sangat wajar dong aku menanyakan itu. ucap javanka yang masih penasaran mengapa pria yang ada di hadapannya masih saja melajang.


" Nona, bagi saya pernikahan itu bukan sesuatu kewajiban itu hanya tradisi saja. jawab sekertaris Aldo singkat.


" Kenapa bisa begitu? tanya javanka kembali sambil menatap wajah sekertaris Aldo.


" Bagi saya prioritas utama dalam hidup saya adalah kebahagiaan tuan muda nona. jawab sekertaris Aldo.


Mendengar ucapan sekertaris Aldo mata javanka pun terbuka lebar, seakan-akan dia sudah bisa menyimpulkan perkataan dari sekertaris Aldo.


Ohhhhhhh........ tidak, jadi selama ini sekertaris Aldo menyukai papah. Ternyata selama ini dia menyukai sesama....... Berarti selama ini papah ku dalam bahaya dong.


ucap batin javanka sambil menatap ke arah sekertaris Aldo dengan ekspresi berubah-ubah.


Melihat ekspresi nonanya, sekertaris Aldo pun langsung berjalan menghampiri nonanya lalu dia pun duduk di samping javanka.


Plakkkk...... sebuah sentilan kecil mendarat di dahi mulus javanka.

__ADS_1


" Awwwww......... ucap javanka mengaduh kesakitan sekaligus terkejut sambil menyentuh dahinya tempat dimana sekertaris Aldo menyentil nya.


" Singkirkan pemikiran kotor itu nona, saya masih normal dan masih menyukai wanita. ucap sekertaris Aldo yang seakan-akan tahu apa yang di pikirkan oleh nonanya.


Mendengar ucapan sekertaris Aldo mata javanka pun terbuka lebar kembali, dia tidak menyangka jika sekertaris Aldo bisa tahu apa yang dia pikirkan.


" Sekertaris Aldo cenayang yah? tanya javanka terheran-heran sambil menatap wajah sekertaris Aldo.


" Haaaahahahaha ....... mendengar pertanyaan itu seketika sekertaris Aldo langsung tertawa terbahak-bahak, melihat sekertaris Aldo yang malah tertawa terbahak-bahak javanka pun merasa bingung.


" Nona, nona. Ini yang selalu saya suka dari nona, nona tidak pernah berubah tetap lucu, manis, polos dan menggemaskan. ucap sekertaris Aldo sambil mengacak-acak rambut dan mencubit hidung javanka, lalu dia pun kembali duduk di tempatnya.


Mendengar ucapan serta pujian dari sekertaris Aldo javanka pun tersenyum malu wajahnya langsung memerah bagaikan tomat yang kematangan.


Sekertaris Aldo hanya melirik nonanya sebentar kemudian kembali fokus dengan pekerjaannya, sementara javanka kini sudah memegang dan membuka gadget nya, dengan wajah yang serius gadis remaja itu menatap layar gadget.


Setelah beberapa saat lamanya javanka pun ketiduran dengan masih memegangi gadget, melihat nonanya yang tertidur pulas sekertaris Aldo pun berjalan menghampiri gadis cantik itu.


" Hmmmmmmmmm....... bagaimana saya mau menikah nona, kalau saya malah menjatuhkan hati saya pada seseorang wanita yang seharusnya saya jaga dan lindungi. ucap sekertaris Aldo pelan sambil menatap dengan lembut wajah cantik javanka yang tertidur pulas.


Aldo bersiap memindahkan nonanya ke ruangan sebelah yang ada tempat tidurnya, namun tiba-tiba pandangannya tertuju pada layar gadget yang masih menyala.


Dengan hati-hati sekertaris Aldo pun mengambil gadget itu di genggaman tangan nonanya, lalu dia pun melihat layar gadget itu.


Seketika matanya membulat sempurna setelah melihat apa yang di di layar gadget, lalu pandangannya tertuju pada sosok gadis yang tengah tertidur pulas.


" Saya benar-benar menantikan kejutan apa lagi yang akan nona tunjukkan pada saya. ucap sekertaris Aldo langsung membopong tubuh mungil javanka masuk ke dalam kamar yang ada di samping ruangan tuan mudanya.


Dengan lembut sekertaris Aldo meletakkan tubuh nonanya di atas tempat tidur tak lupa dia juga menyelimuti tubuh mungil javanka, sekertaris Aldo pun membelai lembut pipi javanka dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya lalu dia pun tersenyum manis menatap gadis remaja yang ada di hadapannya lalu berlalu pergi meninggalkan javanka.


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐💐


__ADS_2