
" Maafkan saya pak, saya benar-benar tidak akan melakukan hal itu lagi, saya janji tidak akan mengulanginya lagi. Asalkan jangan pecat saya pak, saya mohon. ucap si pengasuh memohon-mohon menangis di kaki kepala pelayan itu dengan rasa putus asa.
Pak Rudi hanya bisa menarik nafas panjang, beliau bingung harus mengambil tindakan seperti apa atas masalah ini. Dirinya juga tidak ingin mengambil keputusan yang salah yang membuat tuan mudanya murka.
" Lebih baik kau libur terlebih dulu, nanti jika situasinya kondusif saya akan menghubungi mu. ucap pak Rudi yang berusaha mengambil keputusan bijak.
Mba Nani hanya bisa menerima keputusan kepala pelayannya itu, mau seperti apapun keputusan yang diambil oleh kepala pelayannya dia harus tetap bersyukur karena tidak di pecat dari pekerjaannya.
Sementara di dalam kamar Alex menaruh putrinya di atas tempat tidur, sementara Javanka hanya diam dan duduk saja.
" Kita nonton film yuk sayang. ucap Alex berusaha mencairkan suasana yang sempat tegang.
Javanka hanya mengangguk saja, lalu Alex pun menyalakan televisi yang ada di dalam kamarnya dan mulai memilih film dengan serius.
" Kamu mau nonton film apa sayang? tanya Alex pada putrinya karena dia bingung harus memutar film apa.
" Hemmmmmmm....... Zootopia boyeh? jawab Javanka menyebutkan salah satu judul film.
" Baiklah, Zootopia yah. ucap Alex lalu mencari film kartun yang di maksud setelah menemukannya di pun memutar film itu.
__ADS_1
Javanka dengan tenang duduk bersandar di tempat tidur, Alex pun mengikutinya dia pun menarik putrinya agar mendekat padanya lalu dia mendepak putrinya.
Javanka hanya diam saja, seperti biasanya jika dia sudah nonton film dia akan serius dan tidak memperdulikan keadaan di sekitarnya. Sedangkan Alex malah menatap ke arah putrinya bukannya ke layar televisi.
Banyak sekali hal yang dia pikirkan tentang putrinya,di mulai dari kebahagiaannya, kesehatannya serta masa depan putrinya. Alex benar-benar ingin mempersembahkan yang terbaik untuk putri semata wayangnya.
" Tidak terasa anak papah ini sebentar lagi kamu akan masuk sekolah. ucap Alex tiba-tiba pada Javanka.
" School? tanya Javanka yang baru mendengar kata-kata yang begitu asing, sambil melihat kearah papahnya.
" Ehemmmmmmm...... bentar lagi kamu akan masuk ke sekolah. jawab Alex sambil menganggukkan kepalanya.
" Sekolah adalah tempat dimana kamu akan belajar sesuatu yang tidak kamu tahu sebelumnya seperti itu kira-kira, atau biasa disebut tempat dimana orang menimba/menuntun ilmu atau pelajaran. jawab Alex mejelaskan panjang lebar pada sang putri.
" Hemmmmm........ do papah go to school too? Tanya Javanka sambil berpikir dengan serius.
" Tentu sayang, cuma papah sekolah di sekolah khusus untuk laki-laki dan papah juga bersekolah bisnis di luar sekolah, bisa di bilang les tambahan yang di lakukan di rumah. Karena kakek mu ingin papah bisa menjadi penerus yang layak untuk memimpin perusahaan. ucap Alex yang bercerita tentang masa-masa sekolahnya yang ia habiskan dengan belajar dan belajar.
" Telus Avan halus cekoyah bisnis seperti papah juka? tanya Javanka pada sang papah, karena kesimpulan yang dia ambil dari cerita sang papah.
__ADS_1
" Tidak sayang, kamu tidak harus melakukan sesuatu yang tidak kamu sukai, kamu bebas melakukan hal apapun yang kamu suka dan membuat mu bahagia. Selama papah masih sanggup dan sehat biarkan papah saja yang melakukannya nak. ucap Alex pada putrinya sambil tersenyum dan mengusap lembut kepala putrinya.
Alex tidak ingin putrinya terlalu terbebani oleh persoalan perusahaannya, dia ingin putrinya menikmati masa-masa sekolahnya yang indah dan bahagia tanpa harus merasa terbebani oleh tanggung jawab yang harus ia tanggung.
" No papah, Avan akan beyajal cemuanya sepelti papah. Avan ingin papah proud of avan, Avan pacti bica meyakukan cemua. jawab Javanka dengan yakin dan serius.
Mendengar ucapan putrinya sontak Alex pun terharu mendengarnya, pria itu pun langsung memeluk putrinya dan menciumi seluruh wajah putrinya dengan penuh cinta.
" Bukannya kamu ingin jadi seorang pianis, tapi kenapa sekarang tiba-tiba kamu berubah? tanya Alex pada putrinya sambil menjauh wajah putrinya agar dia bisa melihat wajah putrinya.
" Hemmmmmmm...... maybe Avan was too selfish in the past, only thinking about Avan's wishes, without thinking about papah's sacrifices for Avan. But now Avan understands and Avan wants to help papah to reduce stress the one who has been responsible for himself all this time. jawab Javanka dengan wajah sedih karena dia sudah paham dan mengerti pengobatan dari sang papah.
" Just so you know, papah is the greatest papah in this world, Avan has never felt a lack of love from a mami. Because papah has become a papah and mami at the same time for avan, and Avan is proud to have a great papah. kata Javanka lagi sambil menangis sesenggukan, gadis kecil itu pun langsung memeluk papahnya dan terus menangis dalam pelukan sang papah.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐