Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 106


__ADS_3

Alex pun membawa putrinya masuk ke dalam kamar lain, dia langsung mengunci pintu dengan cepat.


Alex terus memeluk Javanka dengan erat seolah-olah dia tidak mau mau kehilangan putrinya lagi, Javanka hanya menangis merintis ketakutan dan kesaktian.


" Papah please let go of Avan pah, don't be like this Avan is afraid. ucap Javanka sambil menangis kesakitan.


" Shutttttttt........ jangan berisik nak, ada orang jahat yang akan memisahkan papah dengan mu. jawab Alex sambil mendekap mulut Javanka.


" let go of Avan, Avan doesn't want to be with papah. Avan wants to go with mami, never meet Avan again, Avan hates papah. kata Javanka yang berhasil melepaskan tangan papahnya dari mulutnya.


Javanka pun mundur menjauh dari papahnya, gadis kecil itu sangat takut pada papahnya. Javanka merasa jika orang yang bersamanya saat ini adalah orang lain bukan papah yang dia kenal.


" Mami mu sudah mati meninggalkan papah dan kamu, papah tidak akan pernah mengizinkan mu pergi bersama mami. teriak Alex pada putrinya sendiri.


Javanka yang mendengar ucapan dan teriakan sang papah pun langsung menangis histeris, gadis kecil itu sangat ketakutan.


Setelah mengatakan itu Alex pun baru tersadar, dia benar-benar tidak percaya jika dia sampai membentuk dan berbicara kasar pada putri tercintanya.

__ADS_1


Gadis kecil itu terus menangis dengan begitu sedih sambil gemetar memeluk kedua lututnya di pojokan kamar, Alex yang melihat itu pun langsung memeluk putrinya.


" Avan sayang, kamu harus bersama papah nak. Papah tidak mau kamu pergi meninggalkan papah sayang. ucap Alex yang kini berubah lembut, mendekap erat tubuh mungil putrinya.


" Tolong nak, papah mohon padamu jangan pergi tinggalkan papah. Jika kamu pergi, papah akan sendirian dan kesepian nak. ucap Alex lagi yang berusaha menenangkan putrinya yang masih menangis.


Sementara Caca, David dan juga sekertaris Aldo pun mencari keberadaan Alex dan juga Avan. Mereka khawatir jika Alex sampai berbuat aneh-aneh pada Javanka.


Tak berselang lama teriak Alex dan dibarengi suara tangisan histeris dari Javanka pun terdengar oleh ketiganya.


" Do cepat kau dobrak pintu itu. perintah Caca dengan suara gemetar karena takut.


Melihat pintu terbuka dengan cepat Caca mengambil Javanka dari Alex, lalu dia memberikan Javanka yang masih menangis pada sekertaris Aldo.


" Bawa Avan keluar dari ruangan ini Do, tolong tenangkan gadis kecil ini. ucap Caca pada sekertaris Aldo.


Aldo pun mengangguk lalu membawa Javanka keluar, David yang tadinya dia pun maju menghampiri Alex.

__ADS_1


David langsung menarik kerah baju yang dipakai oleh Alex dan membenturkan Alex ke dinding.


" Apa yang kau lakukan hah? teriak David dengan begitu emosionalnya, wajahnya nampak begitu bringas menatap Alex.


Alex tidak menjawabnya dia hanya diam saja, dia tahu jika dirinya memang salah dan berlaku kasar pada putrinya sendiri.


" Lepaskan tangan mu David. ucap Caca menarik paksa tangan David.


" Lebih baik kau diam Ca, aku hanya ingin tahu apa yang dia lakukan pada Avan putrinya sendiri. jawab David tegas.


" Ku bilang lepaskan, yah lepaskan. Kau diam saja, biar aku yang mengurusnya, lebih baik kau bantu Aldo menenangkan Javanka. ucap Caca tak kalah tegasnya, mendengar itu David hanya memukul dinding untuk meluangkan rasa emosinya. Lalu dia pun keluar.


" Kau gila Lex. ucap Caca pada Alex setelah kepergian David.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2