
Kini Alex sedang berada di sebuah diskotik dan juga bar yang di kelola oleh anak perusahaannya, setelah dia melepaskan peninjauan lokasi pembangunan.
Pria itu sedang memandangi laki-laki tua yang sedang di hajar habis-habisan oleh anak buah sekertaris Aldo, bukan tanpa alasan Alex melakukan hal kejam pada pria tua itu.
Dia sudah berani korupsi dan memanipulasi keuangan perusahaan, lalu dia menyalakan rekan kerjanya dengan bukti-bukti palsu telah ia buat sendiri.
Alex dengan sengaja meminta sekertaris nya untuk menghajar pria tua itu di depan semua para bawahannya, dengan tujuan sebagai pelajaran bagi semua bawahannya, siapa pun yang berani bermain-main dengan di perusahaan miliknya harus siap tanggung semua resikonya.
Alex mengangkat tangannya, sekertaris Aldo yang melihat itu pun paham maksud tuan mudanya. Sekertaris Aldo berjalan menghampiri anak buahnya dan berbicara sesuatu, pria tua itu pun di seret keluar oleh anak buah sekertaris Aldo.
Lalu staf kebersihan pun datang dengan membersihkan semua kekacauan yang ada di dalam ruangan itu, setelah beberapa saat ruangan itu pun kembali seperti semula.
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu hanya diam saja, mereka tidak berani mengeluarkan suaranya sedikit pun. Jalankan untuk bersuara untuk bernafas pun terasa sulit bagi mereka semua.
Raut wajah Alex sama sekali belum kembali normal, dia masih dengan mode garangnya.
Sebenarnya Alex sudah benar-benar merasa lelah dengan semuanya, namun sebagian pimpinan dia harus tetap menjalankan tugasnya.
__ADS_1
Alex mengangkat gelasnya, sekertaris Aldo yang melihat itu pun dengan sigap menuangkan air putih di gelas tuan mudanya.
Lalu Alex menenggaknya hingga habis, dan setelah itu dia membantu gelas itu ke sembarang arah dan gelap pun pecah tergerai kemana-mana.
" Cepat kata siapa saja yang ikut serta dalam permainan si pria bre**sek itu? tanya Alex dengan marah sambil membanting meja yang ada di hadapannya.
Semua orang yang ada di situ hanya menelan ludahnya, mereka tahu jika saat ini Presdir mereka sedang benar-benar murka.
" Cepat katakan, sebelum kalian mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi? ucap sekertaris Aldo dengan begitu menyeramkan.
Semuanya dia tidak ada yang berani mengatakan hal apapun, Alex yang sudah mulai bosan pun hanya menarik nafasnya panjang.
" Jika kalian tidak mau mengaku juga, akan ku sebutkan satu persatu nama kalian. ancam sekertaris Aldo dengan beringas.
Hahhhhhh...... sepertinya ini semua akan sangat memakan waktu, aku sudah benar-benar lelah. aku ingin segera bertemu dengan putriku, lalu mencium dan memeluknya untuk mengisi kembali energi ku.
Hemmmm...... kira-kira Avan sedang apa yah? apakah dia suka tidur? dia pasti sangat senang tidur sendiri tanpa adanya aku yang mengganggunya.
__ADS_1
Akhhhhhhh........ aku sudah mulai frustasi karena sangat merindukan putriku tercinta.
Ekspresi Alex terus berubah-ubah senang, sedih, bosan dan jengkel bercampur jadi satu. Sekertaris Aldo yang sedari tadi memperhatikan tuan mudanya pun menyaksikan semuanya.
Lalu satu persatu orang itu pun memulai berlutut di hadapan Alex, mereka semua memohon dan meminta pengampunan dari atasan nya itu.
Sampai dimana ada salah satu wanita yang berani memohon sambil memegang paha Alex, sekertaris Aldo yang melihat itu pun langsung menjambak rambut wanita itu dan menyeretnya keluar.
Sekertaris Aldo tahu jika tuan mudanya paling tidak suka ada orang asing yang menyentuh apa lagi seorang wanita, mangkanya sebelum tuan mudanya bereaksi dengan cepat dia bertindak.
Siapa pun yang di pecat secara tidak hormat dari perusahaan pucat atau anak perusahaan milik Alex, sudah di pastikan dia tidak akan mendapatkan pekerjaan di perusahaan mana pun.
Mengingat reputasi perusahaan milik Alex yang begitu tersohor dan terkenal bijaksana, sampai perusahaan lain pun enggan bersaing dengan perusahaan milik Alex.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐