Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 120


__ADS_3

Pagi hari Avan terbangun dari tidurnya, gadis kecil itu sedikit terkejut karena ada tangan yang melingkar di pinggangnya.


Dia pun meraba-raba tangan kekar itu, dia terus meraba sampai ke wajah Alex yang sedang tertidur.


" Hahhh..... papah. ucap Avan terkejut dengan suaranya yang masih serak.


Setelah memastikan bahwa yang berada di sampingnya adalah papahnya, gadis kecil itu bernafas lega.


Dia pun mulai bergerak turun dari tempat tidur secara perlahan, dia meraba-raba mencari tongkatnya namun karena tidak berhasil menemukannya dia pun berjalan mencari pintu keluar.


Gadis kecil itu pun dengan susah payah membuka pintu, dia pun memanggil-manggil siapa pun yang ada di dekatnya. Kebetulan ada beberapa pelayan yang memang sedang bersih-bersih, dia pun berjalan menghampiri nonanya.


" Nona, ada yang bisa saya bantu? tanya si pelayan dengan sopan.


" Avan can you take a shower? tanya Javanka dengan lembut.


" Tentu nona, mari saya bantu. jawab si pelayan lalu menuntut nonanya ke dalam kamar mandi yang ada di kamar Avan.


Gadis kecil itu pun berendam di bathtub sambil bermain bebek-bebek nya, sesekali dia bernyanyi dan bercanda dengan si pelayan yang sedang membantu mencuci rambut panjangnya.


Javanka tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon yang di lempar pelayannya, kini Avan lebih banyak tertawa dan ceria yang membuat semua orang yang ada di sekelilingnya sangat betah berada di dekatnya.

__ADS_1


Setelah selesai mandi Avan pun memakai pakaiannya tentunya di bantu oleh si pelayan, gadis kecil itu dengan paruhnya mengikuti apa yang di katakan oleh pelayan.


Kini Avan sedang duduk di depan meja riasnya yang ada dalam kamar pribadinya, sambil rambutnya di keringkan Avan terus berbicara kemana-mana menanyakan apapun.


Terkadang gadis kecil itu bertanya apakah ini pagi hari atau malam hari, karena yang dia lihat selalu gelap dan tidak ada cahaya sedikitpun.


" Sudah selesai nona. ucap si pelayan yang telah selesai menyisir dan mengeringkan rambut panjang nonanya.


" Thank you for helping Avan. Javanka berterima kasih pada si pelayan itu.


" Hemmmm..... apakah nona akan turun untuk sarapan? jika iya, saya akan membantu nona menuruni tangga. tanya si pelayan yang enggan berpisah dengan nona manisnya.


" Hemmmmmmm..... Avan will have breakfast with papah. jawab Javanka, gadis kecil itu ingin sarapan bersama dengan papah tercintanya.


Javanka pun kembali ke kamar papahnya dengan kondisi segar karena sudah mandi, gadis itu dengan susah payah mencari sofa yang ada dalam kamar papahnya.


Lalu dia pun duduk setelah menemukan sofa tersebut, Javanka pun memutar audio yang bercerita tentang dongeng. Dengan lucunya Avan mendengarkan serius, sambil menunggu papahnya terbangun dari tidurnya.


Gadis kecil itu sama sekali tidak ingin membangunkan papahnya, dia memilih menunggu papahnya terbangun dengan sendirinya.


Setelah beberapa saat lamanya Alex terbangun dari tidurnya, dia pun langsung terduduk kala menyadari jika putrinya tidak ada di sampingnya.

__ADS_1


Alex langsung bangkit dari tempat tidurnya, dia pun hendak keluar dari kamarnya namun langkahnya terhenti karena melihat sosok yang ada di sofa.


Alex hanya bernafas lega sambil berjalan menghampiri putrinya yang sedang duduk bersandar dengan masih betah mendengarkan dongeng audio.


" Selamat pagi sayang. sapa Alex pada putrinya.


" Huhhhhhhhhh...... moning papah. menjawab sambil terkejut karena papahnya sudah bangun.


" Kamu sedang apa nak? tanya Alex sambil tiduran di sofa dekat putrinya.


" waiting for papah to wake up. jawab Javanka jujur.


" Kenapa menunggu? kamu kan bisa bangunin papah nak. tanya Alex pada putrinya.


" Kamu sudah mandi yah? tanya Alex lagi pada putrinya, Alex baru menyadari jika putrinya begitu wangi dan bajunya pun sudah ganti.


" Papah must be tired because he's already working Avan doesn't want to disturb papah rest. jawab si gadis mungil.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2