Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
kena marah


__ADS_3

javanka menarik tangan sekertaris Aldo menuju ruangan sang papah, lalu ia menyuruh Aldo untuk duduk di sofa.


" om Aido tunggu cini yah "


katanya pada Aldo, Aldo hanya mengangguk.


apa yang akan dilakukan nona? sepertinya nona ingin ngobatin lukaku. ahhh, manisnya kalau seperti itu, aku rela terluka terus demi menyelamatkan nona. pikir Aldo menerawang jauh sambil tertawa kecil.


" om sepeltinya enda ada kotak obat di cini "


" sepertinya begitu nona, apa mau saya meminta tolong seseorang untuk membawakannya ke sini? "


tanya Aldo pada javanka yang terus mencari kontak obat.


" enda usah, avanka tanya sama Tante yang ada di depan aja. om Aido tunggu cini oke "


ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya lalu berlari keluar. Aldo yang melihat itu semakin gemas pada putri bosnya.


di luar javanka menghampiri meja resepsionis.


" pelmisi, Tante boleh minta tolong ambiikan kontak obat? "


pintanya dengan memasang wajah memohon, pada dua resepsionis itu.


ya ampun menggemaskan sekali anak ini.


pikir sang resepsionis itu.


" tentu, tunggu sebentar yah adik manis "


jawab sang resepsionis sambil mengambil apa yang di inginkan javanka.


" ini kotak obatnya adik manis "


ucapnya sambil menyerahkan kotak obat itu pada javanka.

__ADS_1


" makacih, Tante antik "


jawabnya sambil menerima kontak obat.


" memang siapa yang terluka adik manis? "


tanya sang resepsionis.


" om Aido Tante, tangannya beldalah "


jawabnya sambil memasang wajah sedih.


" apa mau Tante bantu? "


tawar sang resepsionis.


" enda usah Tante, makacih yah Tante "


ucapnya tersenyum manis lalu berjalan meninggalkan dua resepsionis itu.


lalu ia berjalan sambil terus melihat ke arah lukisan itu berada.


dari arah berlawanan ada seorang wanita berparas cantik, tinggi, dan anggun berjalan terburu-buru.


javanka yang tidak memperhatikan langkahnya, karena melihat lukisan itu pun tanpa sengaja menabrak wanita itu.


brukkk... semua kertas yang di pegang wanita itu berserakan kemana mana, begitupun kontak obat yang di pegang javanka sudah berhamburan.


cepat cepat javanka merapikannya dan membantu wanita itu.


" siapa kamu? dan siapa yang memberimu izin untuk masuk ke dalam perusahaan ini ? "


tanya wanita itu dengan meninggikan suaranya.


javanka hanya diam sekujur tubuhnya sudah bergemetar karena takut.

__ADS_1


karena dari dulu javanka memang tidak pernah mendapatkan perlakuan kasar dari siapa pun.


" say sorry Tante, avanka enda senyaja "


ucap javanka sambil menundukkan kepalanya.


" aku tanya siapa orang tua mu? kamu tau kesalahan apa yang telah kamu lakukan?


kamu menghancurkan semua kerja kerasku. "


tanyanya setengah membentak. dan mengambil paksa kertas yang berhasil javanka kumpulan.


plakkk... tamparan keras mendarat di pipi mulus dan mungil javanka.


lalu wanita itu menjambak rambut dan mendorong javanka sampai tersungkur di lantai.


karena merasa berisik dan khawatir pada nonanya, Aldo pun keluar dari ruangan bosnya.


ketika melihat adegan itu Aldo terburu buru menghampirinya dan menggendong javanka. lalu ia menatap wajah wanita itu dengan tatapan membunuh.


ohhh my God... ternyata dia putri pak Aldo, bisa panjang urusannya, kena marah deh gue. pikir wanita itu.


di ujung ruangan ada dua orang yang melihat kejadian itu.


yahhh, itu Alex yang baru mengeluarkan bawahannya yang berbuat curang terhadapnya.


Alex melihat putri kecilnya, di perlukan seperti itu, membuat darahnya mendidih lalu ninju pintu yang ada di sampingnya.


brukkk... semua menolak ke asal suara itu, termasuk ke tiga orang yang ada di hadapannya.


*


*


*

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2