
" Hemmmmm....... sayang bagaimana kalau kita jalan-jalan sayang? tiba-tiba Alex berjalan menghampiri putrinya yang tengah bersedih.
Javanka hanya menggelengkan kepalanya, dengan lesu gadis kecil itu menarik selimut lalu menutup seluruh tubuh.
Waduh...... kalau sudah seperti ini bakalan repot urusan nya.
Dengan hati-hati Alex duduk di samping putrinya. " Sayang kamu sedih yah? karena ingin sekali pulang ke rumah? tanya Alex hati-hati.
Alex paham betul dengan sifat putrinya, kalau putrinya sudah seperti ini tandanya memang sudah tidak ingin berada di rumah sakit lagi. Tapi mau bagaimana lagi surprise yang Alex siapkan untuk putrinya belum selesai dan belum tuntas.
" Avan sad because if Avan was still in the hospital papah would not be able to go to the office, Avan didn't want to have a lot of work anymore and papah left Avan for a long time. jawab Javanka lalu duduk menghadap papahnya sambil meneteskan air matanya.
" Maafkan papah, papah tidak akan meninggalkan mu lagi papah janji. Lagi pula papah sudah menyelesaikan semua pekerjaan papah, jadi papah bisa menemani kesayangan papah ini. jawab Alex lalu memeluk putri tercinta nya.
*Hemmmm...... sepertinya kepergian ku kemarin terlalu lama untuk mu yah nak, sampai kamu mengkhawatirkan nya sampai seperti ini.
Maafkan papah yah sayang, kalau bukan karena perkejaan yang sangat mendesak papah juga tidak ingin berpisah dengan mu nak.
Kamu pasti sudah menahan ini sedari lama, maafkan papah sayang. Papah sangat tidak peka harus nya papah lebih memperhatikan mu lagi*.
__ADS_1
" Sudah sayang jangan menangis, papah jadi ikut sedih. ucap Alex dengan lembut dia menghapus air mata putrinya.
Javanka masih tetap menangis dengan sangat sedih, bahkan gadis kecil itu memeluk papahnya dengan sangat erat. Alex yang melihat itu hanya bisa terdiam dengan rawut wajah yang sedih.
Setelah beberapa saat lamanya akhirnya Javanka pun berhenti menangis dan tertidur, Alex dengan lembut meletakkan tubuh putrinya di tempat tidur dengan sangat hati-hati.
Tak lupa dia menyeka air mata yang tersisa di pelupuk mata putrinya, lalu dia pun mencium kening putrinya.
" Tidurlah sayang, dan bermimpi lah yang indah. ucap Alex pelan sambil mengelus kepala putrinya.
Lalu Alex pun keluar dari ruangan putrinya, dia pun mengeluarkan ponselnya dan terlihat dia seperti menghubungi seseorang.
📞 Pak, apakah sudah selesai semua nya?
📞 belum tuan, kemungkinan dua hari lagi baru selesai.
📞 apakah tidak bisa di percepat? atau di tambahkan orang nya. Agar lebih cepat selesai.
📞 hemmm.... baik tuan, saya akan menambahkan orang nya. Agar lebih cepat selesai.
__ADS_1
📞 bagus, usahakan jangan sampai ada kesalahan sekecil apapun.
📞 baik tuan.
Setelah itu Alex pun menantikan nya, lalu dia kembali memasuki ke dalam ruangan putrinya.
" Kenapa kamu menangis sampai seperti itu nak, papah sampai terkejut. kata Alex pada putrinya yang sedang tertidur pulas sesekali terdengar gumaman-gumaman kecil yang keluar dari mulut putrinya.
" Aku harus mencari tahu, mengapa Javanka seperti itu. Karena sangat tidak mungkin dia menangis hanya karena takut di tinggalkan oleh ku saja, Pasti ada alasan lain yang lebih kuat.
kata Alex lagi sambil memandangi ke arah bahwa dari balkon kamar putrinya.
Alex hanya memandangi orang yang berlalu lalang, wajah nya tampak datar bahkan tangan nya terkepal erat seperti ingin memukul sesuatu.
*
*
*
__ADS_1
💐💐💐