Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 174


__ADS_3

Sesampainya di Mansion seperti biasa pak Rudi sudah siap menyambut tuan mudanya kembali dengan beberapa pelayan yang ikut serta.


Alex turun dari mobil di ikuti oleh sekertaris nya, pak Rudi langsung bergegas menghampiri tuan mudanya itu lalu mengambil alih tas dan jas milik Alex dari sekertaris nya.


" Avan sedang apa pak? tanya Alex berjalan masuk ke dalam sambil membuka darinya.


" Nona sedang tidur siang di kamar nya tuan muda. jawab pak Rudi dengan sopan.


" Sudah lama? tanya nya lagi.


" Baru tiga puluh menit yang lalu, setelah makan siang nona langsung tidur tuan muda. jawab pak Rudi lagi lalu mengambil dasi yang di pegang oleh Alex.


Alex pun mengangguk mengerti, dia sama sekali tidak terlihat curiga atau merasa ada yang aneh.


" Pak tolong siapkan makan siang untuk ku dan Aldo yah. kata Alex pada kepala pelayannya.


" Baik tuan muda. jawab pak Rudi.


Lalu Alex pun masuk ke dalam ruang bacanya di ikuti oleh sekertaris nya, sementara pak Rudi memberi tas, jas dan juga dasi milik Alex pada pelayannya lalu beliau pun pergi ke dapur untuk memberi tahu pada koki.


Sebenarnya setelah Alex meninjau lokasi taman dirinya langsung menghadiri rapat dan seterusnya dia langsung memilih untuk pulang agar bisa makan siang bersama putrinya, namun ternyata putrinya sudah makan siang lebih dulu.


Sambil menunggu makanan di siapkan, Alex pun mengerjakan beberapa pekerjaannya. Tadinya dia berniat untuk langsung menemui putrinya namun karena putrinya tidur belum terlalu lama Alex pun tidak sampai hati untuk mengganggu putrinya itu.


Setelah beberapa saat lamanya, pak Rudi pun mengetuk pintu dan Alex pun mempersilahkan beliau untuk masuk.


" Makan siangnya sudah siap tuan muda. ucap pak Rudi memberi tahu.

__ADS_1


" Baik pak, terima kasih. jawab Alex lalu bergegas bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan keluar menuju ruang makan di ikuti oleh sekertaris Aldo dan juga pak Rudi.


Alex dan Aldo pun makan siang dengan tenang, tentunya di layani oleh beberapa pelayan.


Setelah selesai makan Alex sempat melirik sekertaris nya yang sedari tadi hanya diam dengan anteng, Aldo yang mengetahui tuan mudanya melirik dirinya sekilas pun bingung.


" Ada apa tuan muda? apakah saya melakukan kesalahan? tanya sekertaris Aldo pada Alex sambil mengelap mulutnya dengan tissue.


" Tidak, aku hanya merasa aneh saja mengapa kau sedari tadi hanya diam saja. jawab Alex dengan santai.


Aldo yang mendengar pertanyaan tidak masuk dari tuan mudanya pun hanya bisa menaikkan alisnya, sedangkan Alex malah pergi begitu saja tanpa mendengarkan jawaban dari sekertaris nya.


Setelah tuan mudanya pergi pak Rudi pun menghampiri sekertaris Aldo yang masih betah duduk di meja makan sambil memakan makanan yang masih ada di meja.


" Tuan. panggil pak Rudi.


" Iya, ada apa pak? tanya nya masih asyik makan.


" Ini pemberian nona tuan. kata pak Rudi sambil menyerahkan paper bag yang Javanka titipan sebelum gadis kecil itu tidur siang.


" Untuk ku? tanya nya dengan perasaan bingung.


" Iya tuan, nona menitipkan pada saya untuk memberikan pada tuan sebelum beliau tidur siang. jawab pak Rudi dengan sopan.


" Wahhhh...... ucap Aldo dengan senang dia pun menerimanya.


" Apakah tuan ingin saya membungkus beberapa menu makanan untuk di bawa pulang oleh tuan? ucap pak Rudi menawari sekertaris Aldo.

__ADS_1


" Boleh juga pak. jawab nya cepat sambil tersenyum cengengesan.


Lalu pak Rudi pun berpamitan dan kembali ke dapur untuk meminta koki memasak beberapa menu makanan untuk di bawa oleh sekertaris Aldo, sekertaris Aldo bukannya tidak mampu membeli makanan di luar tapi dia merasa makanan di Mansion ini paling sesuai dengan seleranya.


Sambil menunggu makanannya dia pun menyuruh pelayan yang ada di dekatnya untuk meletakkan hadiah dari nonanya ke dalam mobilnya agar tidak ketahuan oleh tuan mudanya.


Tak berselang lama makanannya pun datang lalu dia pun berpamitan untuk kembali, pak Rudi pun mengantarnya sampai ke pintu utama.


Sementara Alex yang sudah membersihkan tubuhnya dan mengganti baju pun, kini sudah ada di samping putrinya. Pria itu sedang berusaha membangunkan putrinya yang sedang tertidur, Javanka pun bergerak-gerak sedikit lalu perlahan membuka matanya.


" Papah. panggilnya dengan suara seraknya sambil kembali memejamkan matanya.


" Yes sayang. jawab Alex lalu menciumi wajah Javanka.


" Papahhhhhh....... panggil gadis kecil itu sedikit kesal karena papahnya memencet hidungnya.


" Ha ha ha ha........ iya sayang. jawab Alex lagi sambil tertawa-tawa.


Lalu Alex pun melakukan hal yang sama lagi pada putrinya, dia ingin putrinya bangun dari tidurnya. Karena kesal gadis kecil itu pun langsung duduk dan menatap sinis pada papahnya, lalu dia pun turun dan minum segelas air putih.


Alex yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik putrinya pun terkejut kemudian dia tertawa terbahak-bahak, kala melihat putrinya minum.


" Haus yah Bu? tanya Alex sambil mengejek putri semata wayangnya.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2