
" tidak ada apa-apa kok sayang, kamu sudah selesai yah makan nasi nya terus sekarang lagi makan apa sih itu. ucap Alex mengalihkan pembicaraan.
" papah, just tell Avan don't keep it alone. kata gadis kecil itu dengan serius.
Entah kenapa terkadang putrinya memiliki sisi dewasanya, bahkan terkadang kata-katanya tidak sesuai dengan usia nya, dan pemahamannya jauh melampaui anak di usia nya. Entah karena pengaruh pergaulan nya yang hanya di kelilingi oleh orang dewasa atau memang ini keistimewaan yang putrinya miliki.
" sayang dengerin papah yah. ucap Alex menatap wajah putri semata wayangnya, Javanka hanya diam menunggu kelanjutan kata-kata dari sang papah. " sebenarnya papah tidak mau meninggalkan mu di rumah, tapi besok papah harus pergi keluar kota karena ada beberapa pekerjaan yang harus papah selesaikan. akhirnya Alex pun mengatakan nya pada putrinya, Alex sangat takut jika putrinya akan marah pada nya karena bagaimanapun keadaannya sekarang masih belum sembuh.
Mendengar kata-kata sang papah, Javanka sempat terdiam sebentar. Alex terus memperhatikan wajah putrinya, memperhatikan setiap perusahaan rawut wajah dari putrinya.
" Avan just fine pah, papah Go quietly do all papah work until it is finished. ucap Javanka dengan lembut, alangkah terkejutnya Alex dengan reaksi putrinya. " Papah, you don't have to worry about Avan because there are many people here who will take care of Avan. gadis itu tersenyum manis pada sang papah.
Alex hanya diam mematung menatap putrinya yang kian hari semakin bertambah besar dan pintar, dia tidak menyangka bahwa putrinya akan mengatakan itu.
" Besides, this isn't the first time Papah has left Avan. ucap Javanka lagi lalu turun dari kursi dan berjalan menghampiri papah nya kemudian menghamburkan tubuh memeluk sang papah.
__ADS_1
" apakah kamu marah pada papah sayang? tanya Alex lalu membalas pelukan putrinya.
" no papah, Avan will never be angry with papa. papah is the greatest papah in this world, so it is impossible for Avan to be angry with papah. kata Javanka menengadahkan kepalanya melihat sang papah.
" masa sih? memang papah sehebat itu apa, papah bahkan tidak bisa terbang seperti super Hero. kok anak papah sampai bilang kalau papah adalah yang paling hebat sih. jawab Alex sambil pura-pura berpikir.
" akhhh.... papah it's not fun. kata Javanka lalu turun dari gendongan sang papa dan berjalan menuju ruang televisi.
" ehhh.... kok malah marah beneran sih, sayang dengerin papah dulu. mengejar putrinya.
" Papa hasn't eaten yet, so you have to eat first or you'll get sick. kata Javanka sambil menurunkan suara papah jika sedang menyuruh nya untuk makan.
" pak Rudi. panggil Alex pada pak Rudi.
" iya tuan, ada yang bisa saya bantu. menghampiri tuannya.
__ADS_1
" tolong masukkan beberapa set baju saya ke dalam koper besar, tolong yah pak. kata Alex ramah pada pak Rudi sambil melahap makanan nya.
" baik tuan, apakah ada yang lain tuan? tanya pak Rudi dengan sopan.
" hemmm..... sepertinya itu saja, sisanya biar saya yang urus. Oh, iya. Tolong titip putriku yah pak? selama saya tidak di Mansion, kalau ada yang terjadi padanya segera kabari saya yah pak? ucap Alex dengan sopan pada pak Rudi selaku kepala pelayan di Mansion nya.
" saya akan berusaha untuk menjaga nona Javanka sebaik mungkin, tuan tenang saja. jawab pak Rudi.
mendengar jawaban pak Rudi hati Alex menjadi lebih tenang untuk meninggalkan putrinya di Mansion, dengan segera pak Rudi pun mengerjakan perintah tuan nya.
sepertinya tuan akan meninggalkan nona cukup lama, karena tidak biasa nya tuan mengatakan hal itu. biasanya kalau ada pekerjaan di luar kota/negeri paling bicara dengan nona saja.
*
*
__ADS_1
*
💐💐💐