
Sore hari Alex terbangun dari tidurnya, pria itu langsung mengecek putrinya. Javanka masih saja tertidur, namun tubuhnya tampak gemetar. Alex pun menyentuh kening putrinya.
" Wahhhhh.......... demam ternyata. gumam Alex kala menyentuh kening putrinya.
Lalu dia pun mengecek suhu ruangan, dan yang ternyata dia lupa menyalakan penghangat ruangan. Pria itu pun langsung menyalakan nya dan menyelimuti tubuh putrinya.
Alex pun langsung mengambil alat pengukur suhu tubuh, dan mengecek kondisi putrinya.
" 40, tinggi sekali. kata Alex dengan panik.
Alex pun langsung mengambil ponselnya, dan menghubungi Caca.
📞 Dimana kau? tanya Alex begitu sambungan telepon terhubung.
📞 Aku masih di rumah mu. jawab Caca.
📞 Naik, dan masuklah ke dalam kamar ku. ucap Alex lalu langsung menutup panggilan telepon.
Caca yang khawatir pun langsung bergegas menuju kamar Alex dengan membawa peralatan pemeriksaan, melihat itu Caca naik dengan panik Aldo dan David pun mengikutinya.
" Apa yang terjadi? tanya Caca begitu masuk ke dalam kamar.
" Putriku demam. jawab Alex yang duduk di samping putrinya.
" Apa? demam, coba kau menyingkirkan dulu aku akan memeriksa keadaan nya. kata Caca sedikit memerintah pada Alex.
Dengan kesal Alex pun bangkit dan tempat tidur, dan berdiri memperhatikan Caca yang mulai memeriksa keadaan putrinya.
" Apa yang kalian berdua lakukan di sini? tanya Alex pada sekertaris nya dan juga David, tanpa menoleh ke arah keduanya.
__ADS_1
" Saya hanya khawatir pada tuan muda dan nona saja, tuan muda. jawab sekertaris Aldo.
" Aku juga khawatir pada Avan dan aku ingin memastikan keadaannya. kata David.
" Sejak kapan dia demam Lex? tanya Caca sambil memberi suntikan.
" Aku tidak tahu, aku baru menyadarinya saat bangun tidur. jawab Alex jujur.
Caca pun tidak bertanya lagi, dia dengan serius memeriksa keadaan Javanka.
" Sebenarnya Alex tadi lupa menyalakan penghangat ruangan, jadi mungkin karena itu dia demam. kata Alex lagi dengan merasa bersalah.
" Tidak, bukan karena itu. faktor utama nya adalah dia kelelahan, itu cuma sebagian dari penyebab kecil nya saja. ucap Caca dengan serius.
" Sepertinya kau harus membatasi aktivitas Avan, jangan terlalu memaksakan sesuatu yang menggunakan pisik nya, jika dia kelelahan dia pasti akan demam seperti ini. kata Caca lagi mengakhiri pemeriksaan nya.
" Baiklah aku mengerti, apa tidak perlu di pasang infus? tanya Alex pada Caca
" Aku tahu, dan aku juga sudah menemukan obat penghilang luka yang manjur jadi aku tidak terlalu khawatir. jawab Alex dengan menyombongkan dirinya.
" Hemmmmmm............ paling-paling Aldo yang mencari nya untuk mu. kata Caca yang seakan-akan sudah tahu kelakuan Alex.
" Biarkan saja, itu kan memang sudah menjadi tugas nya sebagai sekretaris ku. jawab Alex tidak mau kalah.
" Sudah-sudah kenapa kalian jadi adu mulut begitu sih. ucap David melerai keduanya.
" Lex, bagaimana soal itu....? tanya David menggantung.
Mendengar pertanyaan David Alex terdiam sejenak, dia pun mengambil nafas panjang berusaha untuk mencari ketenangan.
__ADS_1
" Aku sudah memberi tahu semuanya pada putriku, aku juga sudah memperlihatkan foto-foto mami nya. jawab Alex sambil menunduk sedih.
" Lalu bagaimana tanggapan Javanka? tanya Caca yang malah penasaran.
" Yang pasti dia nangis kejer dan sedih banget, tapi aku yakin dia perlahan-lahan bisa menerima nya. jawab Alex sambil mengelus lembut kepala putrinya.
" Setelah membaca surat dari Juan, dia mulai tenang dan tidur. ucap Alex lagi menceritakan kejadian tadi dengan versi singkat.
" Ehemmmmm....... tuan muda, untuk jadwal besok pendaftaran serta melihat akademi nona berarti di cancel saja, dan di ganti hari lain saja yah. ucap sekertaris Aldo tiba-tiba yang membuat Alex baru teringat tentang masalah akademi putrinya.
" Tidak perlu, kau tetapkan saja sesuai jadwalnya. Karena aku yang akan menemaninya langsung, jadi tugas mu cukup kosongkan saja jadwal ku. jawab Alex pada sekertaris nya.
" Avan sudah mau masuk sekolah Lex? tanya David terkejut.
" Iya, tahun ini dia sudah empat tahun. Aku pikir lebih baik dia masuk ke akademi, agar dia tidak bosan di rumah saja. jawab Alex yang tahu jika putrinya terkadang bosan berada di rumah saja, walaupun Javanka tidak pernah sama sekali mengatakan nya pada dirinya.
" Lagi pula Caca sudah bilang besok demamnya akan turun kan? ucap Alex lagi.
" Aku yakin seribu persen, demamnya pasti akan turun atau nanti malam juga pasti turun. jawab Caca dengan yakin.
" Kau mau memasukkan Avan di akademi mana Lex? tanya Caca penasaran.
" Kepo. jawab Alex dengan wajah menyebalkan.
Caca pun hanya mendengus kesal lalu bertanya pada Aldo melalui isyarat, namun Aldo malah pura-pura tidak mengerti. Ketiga nya pun pamit pulang setelah makan malam selesai, dan Javanka pun sudah berganti pakaian serta di lap-lap oleh pelayan.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐