Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 191


__ADS_3

Pagi-pagi Javanka sudah bangun, gadis kecil itu bahkan sudah mandi, sarapan, nonton televisi main sepeda, kasih makan ikan dan main sama burung.


Kini pukul 11:00 Javanka sedang duduk di atas karpet sedang menonton televisi sambil menikmati makan buah potong.


Aldo yang bangun lebih awal dari yang lain pun keluar dari kamarnya, kala dia sedang berjalan menuju ruang tengah dia menemukan nonanya sedang duduk sendiri.


Aldo pun menghampiri nonanya itu, lalu duduk di samping Javanka.


" Nona kemana para pelayan yang biasa menemani nona? kenapa mereka meninggalkan nona sendirian? tanya Aldo pada nonanya yang tengah asyik nonton.


" Meweka yagi pegi, kawena Avan yang minta. jawab Javanka tanpa melihat ke arah Aldo.


Aldo pun mengangguk mengerti, lalu dia pun ikut menonton. Sambil memakan buah potong milik nonanya, karena Javanka yang memaksanya untuk ikut makan.


" Nona dari pada nonton terus lebih baik kita bermain game. ucap sekertaris Aldo yang merasa bosan dengan tonton kartun favorit nonanya.


" Main game apa? tanya Javanka dengan antusias.


" Sebentar nona. ucap Aldo, lalu Aldo pun memanggil pak Rudi dan meminta sesuatu pada beliau.


Kemudian pak Rudi pun pergi namun tidak lama kembali lagi dengan membawa sebuah kotak lalu memasang dan menyambungkan ke televisi, Javanka hanya diam memperhatikan saja


" Oke nona, ini sudah siap. Nona pegang lah ini dan ikuti saya bagaimana cara mainnya. ucap Aldo sambil memberikan stik PS.


Javanka pun dengan patuh menerima dan memegangnya, lalu dia pun melihat uncle yang sudah mulai bermain. Dengan perlahan Javanka pun mengikutinya bermain.


Saat waktu bermain sudah mulai seru Alex, Caca dan juga David keluar dan ikut bergabung.

__ADS_1


Permainan pun akhirnya di kuasai oleh Caca dan Alex, sementara Javanka hanya duduk diam melihat ke empat pria dewasa itu sedang seru berebut stik PS.


Javanka pun tertawa-tawa melihat nya, gadis kecil itu memang tidak terlalu menyukai permainan yang berbau elektronik. Dia lebih menyukai permainan yang menggunakan pisik seperti bermain sepeda, piano dan lainnya.


Sampai waktu makan siang pun tiba-tiba, semuanya pun berkumpul di meja makan dengan duduk di tempat masing-masing.


" Sayang kamu mau makan apa? tanya Alex pada putrinya.


" Ini, ini cama itu. jawab Javanka sambil menunjuk lauk yang dia inginkan.


" Kamu gak mau makan ayam panggang nya? tanya Alex sambil mengambil semua lauk dan sayur yang di tunjuk oleh putrinya.


" Enda mau, Avan mau ikan calmon aja. jawab Javanka sambil menggelengkan kepalanya.


" Ya sudah kalau begitu, makan yang pintar yah nak. ucap Alex lalu meletakkan piring nasi untuk Avan di hadapan Javanka.


Javanka pun mengangguk dan tersenyum manis.


Setelah selesai makan Alex pun mengajak putrinya untuk tidur siang, sementara yang lain kembali bermain PS di ruang televisi.


" Papah Avan enda mau bobo. ucap Javanka yang tidak mau tidur siang.


" Tidak nak, kamu harus bobo. jawab Alex sambil menyelimuti tubuh putrinya.


" Papah siapa nama mami? tanya Javanka tiba-tiba kala papahnya sudah ikut berbaring di tempat tidur.


Mendengar ucapan putrinya Alex sempat terdiam untuk beberapa saat, dia masih belum yakin jika putrinya sudah siap mendengar cerita masa lalu.

__ADS_1


Namun ketika Alex melihat mata putrinya yang penuh harap, Alex pun tak sampai hati melihatnya.


" Nama mamahmu adalah Juanita Dalayna yang artinya anugrah pelindung orang yang mulia. jawab Alex sambil tersenyum pada putrinya.


" Mami owang cepelti apa pah? tanya Javanka lagi dengan antusias.


" Ehemmmmmmm........ Mamahmu adalah wanita yang paling lembut yang pernah papah temui, beliau juga sangat baik, perhatian, penyayang, sabar, sopan dan ramah pada siapapun. jawab Alex sambil mengenang kembali mendiang istrinya tercintanya.


" Namun dia juga memiliki sifat yang keras kepala, serta kondisi tubuh yang lemah sejak dulu. Kata Alex lagi sambil terus menceritakan tentang mendiang istrinya pada putrinya.


" Is it true that papah and mami met for the first time in the park? tanya Javanka tiba-tiba.


Mendengar pertanyaan putrinya sontak Alex pun terkejut, dia bahkan sampai langsung duduk sambil menatap putrinya.


" Bagaimana kamu tahu nak? tanya Alex yang terkejut.


" Uncle Avit kacih tahu Avan papah. jawab Javanka dengan wajah polosnya.


Hemmmmmm...... tidak heran kau semalam membicarakan hal ini, ternyata kau sudah memberikan tahukan nya pada putriku.


Awassssss....... saja kau yah David.


" Tapi uncle enda kacih tahu Avan cemuanya, kawena uncle mau Avan tahu dawi papah. ucap Javanka lagi pada sang papah.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2