
" Ada apa ini Lex? tanya David kala melihat semua kekacauan di dalam kamar.
Alex tidak menjawabnya, pria itu sibuk menenangkan putrinya yang menangis. Tiba-tiba dari bawah tempat tidur muncul kecoa yang berjalan dengan santai.
Melihat itu dengan cepat sekertaris Aldo pun menginjak kecoa itu tanpa ampun, David dan Caca yang melihat tindakan Aldo hanya bisa meringis menahan rasa geli.
" Bisa-bisanya kau menginjak nya begitu saja. kata Caca dengan ekspresi geli melihat kecoa yang sudah gepeng karena terinjak.
" Pak cepat bersihkan seluruh rumah ini, pastikan tidak ada serangga apapun yang tertinggal. perintah Aldo pada pak Rudi dengan tegas.
" Baik sekertaris Aldo. jawab pak Rudi lalu pergi.
Nona pasti sangat ketakutan, seharusnya aku lebih memperhatikan kebersihan rumah ini terlebih dahulu sebelum nona dan tuan muda tiba. Maafkan saya tuan muda, saya benar-benar merasa jika saya masih tidak becus dalam menjalankan semua tugas saya sebagai seorang sekretaris. ucap sekertaris Aldo dalam hatinya sambil menatap wajah nonanya yang masih histeris ketakutan.
Di hari itu juga di lakukan bersihkan secara besar-besaran di rumah yang Alex sewa, sekertaris Aldo bahwa sampai menyewa petugas kebersihan dari luar agar lebih cepat selesai dan tidak buang-buang waktu.
Sementara Javanka sedang duduk meringkuk ketakutan di sofa, gadis remaja itu sudah tidak menangis lagi namun tubuhnya masih gemetaran ketakutan.
" Sayang minum yah? ucap Alex lembut sambil memberikan segelas air putih.
Perlahan-lahan Javanka pun meminumnya dengan di bantu oleh sang papah, Alex begitu telaten dan lembut merawat putri kecilnya itu.
Setelah kejadian itu tidak ada lagi drama kecoa yang tiba-tiba muncul, Javanka pun sudah tampak kembali normal. Sementara Alex dan sekertaris Aldo sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Sudah lima hari Javanka berada di Indonesia bersama dengan sang papah, gadis itu tampak begitu nyaman berada di Indonesia. kecuali saat cuaca sedang panas.
" Dek, kamu gak mau beli laptop baru? tanya David santai sambil memperhatikan Javanka yang sibuk mengerjakan tugas sekolah di gadgetnya.
" Papah sudah membelikan yang baru, tapi laptopnya di kirim ke rumah. jawab Javanka masih sibuk dengan tugasnya.
" Kenapa kamu tidak membelinya di sini saja? tanya David.
" Jika Avan membelinya di sini, saat di bawa pulang biasanya akan mati. jawab Javanka santai.
" Lho kok bisa? tanya David lagi sedikit terkejut.
" Hmmmmmmmm........ papah bilang semua komponen elektronik yang ada di Indonesia sangat berbeda dengan di negara kita, karena biasanya barang elektronik yang masuk ke Indonesia akan di modifikasi ulang. jawab Javanka jujur, karena memang benar Alex pernah mengatakan hal itu beberapa hari yang lalu.
Mendengar itu David pun mengangguk-angguk kepalanya mengerti, lalu dia juga menawarkan laptopnya untuk di gunakan oleh Javanka. Namun Javanka menolaknya dengan sopan, karena menurut Javanka sesuatu yang bersifat pribadi tidak baik untuk meminjamnya walaupun sudah mendapatkan izin sekali pun.
" Oh iya dek, nanti malam kita pergi makan malam di luar yah? tanya David pada Javanka.
" Hng, Avan sudah mendengarnya dari papah tadi pagi. jawab Javanka dengan wajah polosnya.
" Uncle sih mendengarnya dari Aldo, katanya akan di adakan acara makan-makan untuk seluruh karyawan kantor malam ini. kata David dengan wajah serius.
__ADS_1
" Acara kantor? lalu untuk apa kita ikut makan malam bersama? kita kan bukan karyawan kantor. tanya Javanka bingung dengan wajah polosnya.
" Ya kita kan pengecualian dek, lagi pula Aldo mengatakan jika kita akan berbeda ruangan dengan para karyawan kok. Jadi aman dan sah-sah saja. kata David menjelaskan pada keponakannya.
" Boleh tidak Avan di rumah saja? tanya Javanka ragu-ragu.
" Boleh tidak kamu tanyakan langsung pada papahmu? tanya balik David.
Javanka hanya cengengesan, David tahu betul sifat keponakannya itu. Javanka pasti tidak akan berani membantah semua perkataan papahnya, gadis remaja itu hanya akan diam dengan patuh.
" Nanti kita berdua datangnya mepet sebelum acara dimulai saja. ucap David pada Javanka.
Javanka hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis.
Semenjak Caca mengatakan akan melamar Javanka, Alex sangat protektif terhadap Caca. Alex bahkan menyeret paksa Caca untuk ikut ke kantornya setiap hari, karena saking takutnya jika nanti Caca berbuat macam-macam terhadap putri tercintanya.
Sementara Caca hanya bisa marah-marah dan mengomeli sikap Alex pada dirinya, dia benar-benar merasa kesal pada Alex. Bagaimana tidak kesal, Caca yang seorang dokter spesialis bedah harus merubah proporsinya menjadi karyawan magang yang paling sibuk karena sering dimintain tolong oleh para karyawan senior.
Singkat waktu kini Javanka dan David sudah sampai di restoran yang sudah di booking oleh sekertaris Aldo, keduanya pun masuk dengan santai.
" Uncle? panggil Javanka pada David sambil melihat-lihat sekelilingnya.
" Iya, kenapa dek? jawab David sambil melemparkan pertanyaan pada Javanka.
" Apakah ini restoran western? tanya Javanka pada David dengan wajah serius.
Salah satu karyawan restoran pun menyambut kedatangan David dan Javanka, lalu David terlihat mengatakan sesuatu pada si karyawan tersebut.
Setelah berbicara sebentar si karyawan pun mengajak David dan Javanka untuk mengikutinya, keduanya pun di bawa ke salah satu ruangan privat dan mempersilahkan David dan Javanka.
" Kamu kenapa? tanya David lagi setelah si karyawan restoran pergi.
Javanka hanya menggelengkan kepalanya.
" Kamu benar-benar gak mau cerita sama uncle? tanya David lagi pada Javanka.
Sebenarnya begitu masuk ke dalam restoran wajah Javanka tampak sedikit murung, David yang menyadari perubahan raut wajah keponakannya pun merasa sedikit terganggu.
" Avan pikir papah booking restoran Indonesia, mangkanya Avan sedikit excited tadi. Tapi ternyata restoran western, jadi Avan sedikit kecewa saja. jawab Javanka jujur pada uncle nya.
Mendengar jawaban yang tidak di sangka-sangka dari keponakannya, David pun mengerutkan keningnya.
Ohhhhhhhh........ jadi sedari tadi dia berpikir kita akan makan di restoran Indonesia toh, hmmmmmmm....... wajar sih dia sedikit kecewa, karena memang Javanka sudah sangat sering makan makanan western.
pikir David dalam hatinya sambil menatap wajah keponakan tercintanya.
__ADS_1
" Sudah lama? tanya Caca yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.
" Belum, kami baru sampai kok. jawab David sambil melihat ke arah Caca.
" Kok kamu belum pesan minum sayang? tanya Caca pada Javanka dengan lembut.
" Belum, Avan mau tunggu papah saja. jawab Javanka lembut sambil tersenyum manis.
" Sepertinya Alex akan masuk lebih lama, jadi lebih baik kamu pesan lebih dulu sambil menunggu Alex. jawab Caca yang mengetahui jika Alex sedang sibuk.
" Ca, coba kau panggil pelayannya ke sini. Aku ingin menanyakan sesuatu padanya. kata David sambil memerintah Caca.
" Kau menyuruhku? tanya Caca yang mulai kesal.
" Iya. jawab David santai.
Mendengar itu Caca hanya bisa mendengus kesal, lalu dia pun memanggil salah satu pelayan.
" Mohon maaf sebelumnya, apakah di sini memiliki menu makan khas Indonesia? tanya David pada si pelayan.
" Vid yang benar saja, ini kan restoran western bukan restoran makanan khas Indonesia. kata Caca yang tidak habis pikir, mengapa David menanyakan hal yang tidak masuk akal pada pelayan tersebut.
" Sudah kau diam saja, lagi pula bukan aku yang menginginkannya. kata David pada Caca.
Mendengar ucapan David Caca pun langsung paham, pria itu pun langsung menoleh ke arah Javanka yang sedang duduk dengan wajah sedikit murung.
" Kamu makan sedikit saja di sini untuk mengganjal perut mu agar tidak sakit, setelah itu kita akan pergi restoran khas Indonesia. ucap Caca dengan lembut pada Javanka sambil mengelus lembut kepala Javanka.
Plakkkk....... pukulan keras mendarat di tangan Caca.
" Singkirkan tangan busuk mu dari putriku. ucap Alex yang sudah berdiri di samping Javanka.
" Papah jangan begitu dong, tangan uncle Caca pasti sakit. ucap Javanka memarahi sang papah.
Sementara Caca hanya mengaduh kesakitan sambil meniup tangannya yang di pukul oleh Alex.
" Habis dia berani-beraninya pegang kamu sembarangan. jawab Alex yang merasa bahwa dirinya tidak bersalah.
" Uncle hanya pegang kepala Avan saja, masa papah harus semarah itu dan sampai memukul uncle sih. ucap Javanka memarahi tindakan sang papah terhadap Caca.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐💐