Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
chapter 2 season two


__ADS_3

Setelah selesai makan siang di kantin sekolah javanka yang ke tiga sahabatnya pun pergi keruang seni, sewaktu dalam perjalanan menuju ruang seni tiba-tiba langkah kaki javanka terhenti tepat di lapangan karena ada suara kebisingan.


" Van, itu guru olahraga dan guru jaga kenapa yah? tanya Bianca sambil melihat kedua guru yang sedang berdebat.


" Aku juga tidak tahu kenapa. jawab javanka sambil mengangkat bahunya.


" Ehhhh...... bukankah itu anak-anak basket yah. celetuk Lala menunjuk sekelompok anak yang tidak jauh dari kedua guru itu.


" Ohhhhh..... iya bener, Siapa yah nama kaptennya? Aduuuhhhhh..... jawab Bianca sambil berpikir mengingat-ingat nama dari kapten basket itu.


" Samuel Dirgantara. jawab javanka sambil menatap lekat pada sosok pria berwajah tampan nan terlihat nakal.


" Iya, itu aku mau sebut namanya tapi lupa. ucap Bianca.


" Sepertinya anak-anak nakal itu kembali berulah. kata Lala yang seakan-akan sudah tahu penyebab permasalahan perdebatan ke dua guru itu.


" Sudahlah abaikan saja, lebih baik kita ke ruang seni saja sebelum guru kita datang lebih awal dari kita. lanjut Lala mengajak ke tiga sahabatnya untuk pergi.


Sepanjang perjalanan melewati lapangan javanka terus menerus di pandangi oleh sekelompok anak basket itu, termasuk Samuel.


" Siapa perempuan nama perempuan itu? tanya Samuel pada teman-temannya.


" Yang mana? tanya balik salah satu temannya.


" Yang sekarang jadi ketua OSIS. jawab Samuel dengan masih menatap lekat ke arah javanka yang berjalan kian menjauh.


" Ohhhh....... kalau tidak salah namanya javanka atau anak-anak memanggilnya Queen flower, memangnya kenapa Sam? jelas temannya Sam sambil balik bertanya.


" Tidak. jawab Sam singkat.


" Hemmmm........ kau tertarik yah padanya? tanya temannya Sam yang bernama Don dengan wajah kocaknya.


" Apa sih? orang gua cuma penasaran aja, karena anak itu tidak pernah terlihat setiap mata pelajaran olahraga. jawab Sam dengan kesal pada Don.


" Sampai si botak gundul bisa di sisiran pun lho gak bakalan liat dia di lapangan Sam. ucap Don sambil geleng-geleng kepala tak habis pikir dengan temannya itu.

__ADS_1


Sam pun menatap Don seakan-akan bertanya mengapa demikian, Don yang melihat tatapan mata Sam pun mengerti.


" Dunia kita dan dunianya sangat berbeda Sam, bagaikan malam dan siang tidak akan pernah bertemu. Dia adalah gadis baik-baik serta kebanggaan bagi semua orang, sementara kita hanya kumpulan anak-anak brengsek yang bisanya cuma nongkrong, karaoke menghambur-hamburkan uang orang tua. ucap Don lirih mengetahui kenyataan yang ada.


" Yang ku tahu papahnya javanka sangat membatasi ruang gerak putrinya karena kondisi tubuh javanka yang lemah, mangkanya kau tidak akan pernah bertemu dengannya dalam bidang olahraga. Jika kau ingin melihatnya maka gabung lagi dengan anggota OSIS, Seni, Alat musik dan anggota drama maka kau akan melihatnya. sambung Don memberitahu temannya Sam tentang javanka.


" Siapa juga yang ingin melihatnya, aku kan cuma bertanya saja. sahut Sam dengan ketus.


" Iya, awalnya bertanya-tanya namun lama kelamaan nanti kau akan memiliki rasa penasaran lalu tumbuhlah rasa ingin memiliki. kata Don lagi seakan-akan sudah paling tahu isi hati temannya.


" Apa sih Don, aku hanya bertanya saja. Tidak mungkin lah hal seperti itu terjadi padaku. ucap Sam dengan kesal karena di tuduh oleh Don.


" Hemmmmm...... iya lah, aku sih berdoa saja agar kau benar-benar tidak tertarik padanya. Karena hampir semua siswa di sekolah ini tertarik padanya, namun tidak ada satupun yang berhasil menaklukkan hati gadis cantik nan imut itu. ucap Don lagi sambil tersenyum pedih.


" Haaaahahahaha........ termasuk kau. celetuk Joe yang sedari tadi mendengarkan obrolan Sam dan Don.


" Haaaahhahahah......... Sam pun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Joe.


" Jadi kau juga di tolak hahahahhha....? tanya Sam dengan masih tertawa.


" Aku masih belum mengatakannya padanya Joe, jangan mengada-ada kau. kata Don dengan marah.


" Itu sangat menyedihkan Don, kau menyerah sebelum terjun ke medan perang. ucap Sam sambil menepuk-nepuk punggung Don perihatin.


Don hanya membuang mukanya malas.


" Memang siapa sih bokapnya itu? tanya Sam tidak tahu siapa papahnya javanka.


" Kau benar-benar tidak tahu Sam siapa papahnya? tanya balik Joe yang tidak percaya jika ada orang yang tidak mengenal papahnya javanka.


Sam pun hanya menggelengkan kepalanya.


" Ya ampun, nama papahnya javanka itu tuan muda Alexander Graham Mahendra pengusaha muda sukses sekaligus pemilik grup xx Sam. jawab Joe memberi tahu Sam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir.


Mendengar ucapan Joe pun seketika mata Sam melotot tak percaya.

__ADS_1


" Kau serius? tanya Sam tidak percaya.


" Kau pikir siapa pemilik perusahaan yang bokap Don kelola, perusahaan ini adalah cabang dari perusahaan pusat grup xx Sam. jawab Joe menjelaskan pada Sam.


" Mangkanya aku melarang mu untuk bertanya-tanya atau mencari tahu tentangnya Sam. celetuk Don lagi pada Sam.


" Lagi pula siapa yang mencari tahu tentangnya, aku hanya penasaran saja. Aku juga tidak suka dengan anak konglomerat yang sudah jelas pasti sombongnya tidak tertolong. ucap Sam dengan sarkas.


" Kau salah kalau menyimpulkan javanka sombong Sam, dia bagaikan cerminan gadis paling baik dan sabar di dunia ini. ucap Don tak terima dengan penilaian sam terhadap javanka.


" pasti kau sudah di butakan oleh rasa suka mu padanya, mangkanya kau tidak bisa melihat sifat aslinya. kata Sam lagi yang tidak percaya dengan ucapan Don.


" Tidak Sam, javanka tidak seperti itu dia gadis baik, sabar, penyayang mangkanya semua orang menyukainya dan memanggilnya Queen flower. Namun tidak demikian dengan papahnya yang sudah seperti siang yang siap memangsa siapa saja yang mendekati putrinya. ucap Joe meluruskan kesalahpahaman antara Sam dan Don.


Belum sempat Sam menjawab guru olahraga sudah memanggil mereka untuk latihan.


Berbeda dengan di ruang seni, javanka sedang asyik melukis bersama dengan siswa lainnya.


" Hemmmmmmmm....... seperti biasa gambar mu akan selalu paling memukau di antara kita. celetuk Lala yang melirik lukisan javanka sambil mengoleskan cat ke kanpas nya.


" Mana coba lihat dong. ucap Bianca nimbrung lalu menarik lukisan milik javanka.


" Waaahhhhhhh..... bagus banget..... ucap Bianca dan Vivi berbarengan mereka berdua pun ternganga takjub dengan apa yang mereka lihat.


" Punya kalian juga bagus kok. ucap javanka sambil tersenyum manis.


" Aku bingung deh, padahal dari kuas, cat sampai kanpas kita itu sama, tapi kenapa hasilnya selalu jauh berbeda. ucap Bianca yang merasa frustasi dengan hasil lukisannya sendiri.


Guru seni yang sedari tadi memperhatikan Bianca dan Vivi yang berdiri di samping javanka pun menarik telinga keduanya.


" Bukannya melukis, kalian malah asyik gangguan javanka yang sedang melukis. ucap sang guru sambil menyuruh keduanya untuk kembali duduk di tempat masing-masing.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2