
Javanka si gadis kecil yang biasanya tenaga dan ceria kini berubah persis seperti anak seusianya yang sedang merengek pada sang mami.
" Maafkan mami nak, mami tidak bisa melindungi dan menjagamu ketika kamu dalam bahaya. Maaf mami sayang. ucap wanita itu sambil tersenyum lalu kembali memeluk Javanka dengan erat sambil mengecup kepala Javanka dengan diiringi tangisnya.
Akhirnya setelah sekian lama Javanka menangis, gadis kecil itu pun kini mulai tenang dalam pelukan sang mami.
Javanka pun bermain, bercanda dan bercerita tentang banyak hal pada sang mami. Wanita itu hanya tersenyum mendengarkan semua yang di katakan oleh putrinya sampai akhirnya.
" Sayang, sepertinya sudah waktunya untuk mami pergi nak. Ucap wanita itu tiba-tiba pada Javanka.
" No mami, please don't leave Avan again. If mami will go Avan come with mami, oke. ucap si kecil Javanka yang tidak ingin berpisah dengan mami nya.
" Tidak bisa nak, kamu harus tetap bersama papah sayang. Javanka sayang jadi lah putri mami dan papi yang baik yah, jangan nakal dengarkan papah mu kalau beliau sedang berbicara, tumbuh lah menjadi gadis yang penurut, baik hati dan selalu berbuat baik pada siapapun. Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri atas apa yang menimpa mami, percayalah mami melakukan semuanya karena sangat-sangat mencintai dan menyayangi mu nak. ucap wanita itu sambil mengelus lembut kepala Javanka dia pun kembali menciumi wajah Javanka.
" Selamat tinggal sayang mami akan selalu mencintai dan menyayangi mu nak. ucapnya lagi sambil menghilang bersama kepulan asap di hadapan Javanka.
__ADS_1
" No mami...... teriak Javanka yang terbangun dari tidurnya. lalu gadis kecil itu pun menangis dan memanggil-manggil mami nya lalu dia pun jatuh tak sadarkan diri.
Flash off
Alex hanya duduk di samping tempat tidur sambil menggenggam tangan putrinya, sesekali dia mencium tangan mungil yang sedang di genggam nya.
Sedangkan sekertaris Aldo, David dan juga dokter Caca berada di ruang tengah. Mereka memutuskan untuk menginap di rumah Alex, tak lupa Caca juga menyuruh rekan dokter yang menjaga Javanka untuk kembali karena dirinya akan menjaga Avan.
" Kau tidak bekerja? tanya Caca pada David.
" Lalu bagaimana dengan kau? bukannya kau seorang dokter yang harusnya kau yang lebih sibuk dariku. tanya balik David pada Caca.
" Aku aku dokter yang menangani Avan, dan sekarang aku sedang bekerja. jawab Caca dengan gaya songo nya.
Mendengar jawaban Caca David pun kalah telak dibuat, namun dia tidak ingin di kalahkan begitu saja oleh Caca.
__ADS_1
" Memang ada dokter menjaga pasiennya hanya dengan duduk santai sambil ngopi dan makan camilan. ucap David menyindir apa yang dilakukan Caca saat ini.
Lalu mereka pun beradu mulut, sementara sekertaris Aldo yang sedari tadi hanya diam mendengarkan dan memperhatikan keduanya pun akhirnya merasa geram.
" Bisakah kalian lebih tenang sedikit, kita di sini itu untuk menjaga dan memastikan bahwa nona baik-baik saja. ucap sekertaris Aldo dengan geramnya pada dua pria dewasa yang ada di hadapannya ini.
Mendengar ucapan sekertaris Aldo, bukan nya diam David dan Caca malah sibuk saling menyalahkan satu sama lain.
" Jika kalian masih ingin berada di sisi, lebih baik kalian lebih tenang sedikit. sebelum aku melempar kalian berdua ke luar dari Mansion ini. ucap sekertaris Aldo sambil menggebrak meja lalu berjalan meninggalkan keduanya.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐