Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 126


__ADS_3

Pagi sekali Alex sudah bangun dan turun dari lantai atas, dia tidak mau kecolongan lagi. Jadi di memutuskan untuk bangun lebih dulu dari putrinya, agar saat putrinya turun dia sudah ada di lantai bawah.


Benar saja tak berselang lama putrinya turun dengan sudah mandi nanti wangi, Javanka berjalan perlahan sambil memegang tongkat dan tangan satunya menggenggam tangan pengasuhnya.


" Selamat pagi sayang. sapa Alex yang sudah sedari tadi menunggu putrinya.


" Moning papah. jawab Javanka sambil berjalan mencari-cari keberadaan sang papah.


" Mau sarapan apa hari ini? tanya Alex lalu membantu putrinya untuk duduk.


" Naci goweng teyol mata capi. jawab Javanka dengan semangat.


" Baiklah siap laksanakan tuan putri. kata Alex lalu menyendok nasi goreng ke piring milik putrinya.


" Nah sudah selesai, selamat makan sayang. ucap Alex lagi.


" Tewima kacih papah. kata Javanka sambil tersenyum manis.


" Sama-sama sayang. jawab Alex lembut.


Lalu Javanka pun dengan perlahan memakan nasi gorengnya, sementara Alex hanya duduk memperhatikan putrinya yang sedang makan.


Karena terlalu lama menunggu putrinya turun jadi tadi dia sarapan terlebih dahulu, kini Alex hanya meminum kopi sambil menunggu putrinya yang sedang makan.


" Apakah enak? tanya Alex dengan iseng.


Javanka hanya mengangguk.


" Kamu nanti ikut papah yah? kata Alex lagi pada putrinya.

__ADS_1


Javanka pun menganggukkan kembali kepalanya.


" Papah ingin jalan-jalan sama kamu. ucap Alex yang tidak menyerah mengajak putrinya berbicara.


Untuk ketiga kalinya Javanka mengangguk lagi.


" Apa kamu tidak penasaran gitu, kemana kita akan pergi? tanya Alex yang sedikit merasa jengkel dengan jawaban dari putrinya.


" Papah Avan is eating, if you are eating don't talk much. jawab Javanka akhirnya mengeluarkan suaranya.


Alex yang mendengar ucapan putrinya pun seketika merasa malu, dia hampir melupakan etika saat sedang makan dilarang banyak bicara.


" He he he...... maaf nak papah lupa. kata Alex sambil cengengesan.


Javanka hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Papah where are we going? tanya Javanka yang ada dalam gendongan papahnya.


" Kita akan pergi ke mall sayang. Jawab Alex memberi tahu.


" Hemmmmm..... Isn't it too early to go to the mall. ucap Javanka yang berpikir memang ada mall yang bukan di pagi hari seperti ini.


Alex melirik ke arah jam yang ada di pergelangan tangannya, sambil menaruh putrinya di kursi dan memasangkan sabuk pengaman pada putrinya Alex berpikir.


*Benar juga yang di katakan Avan, lalu aku harus pergi kemana? sambil menunggu ada mall yang buka.


Aku harus mengajak Avan jalan-jalan terlebih dahulu tapi kemana? Hemmmm........ apa aku ajak Aldo juga yah, dia kan pasti tahu tempat-tempat yang bagus.


Pokoknya sebelum aku mengajak Avan ke rumah sakit aku harus buat mood nya bagus dulu*.

__ADS_1


pikir Alex sambil terus mengingat-ingat apa ada tempat indah yang dia tahu.


" Pa, papah, papah. panggil Javanka berulang karena papahnya tidak menjawab nya.


" Y, yes sayang. jawab Alex gelagapan.


" Mana pegih-pegih Avan papah bawa. tanya Javanka lagi menanyakan kemana dia akan pergi.


" Kita akan jalan-jalan pokoknya, tapi sebelum itu kita harus ke tempat uncle Aldo terlebih dulu. jawab Alex lalu menjalankan mobil Buggati La Voiture Noire hitam miliknya.


" Papah Avan don't like to ride this car. kata Javanka yang merasa tidak nyaman duduk di dalam mobilnya kesayangan papahnya.


" Why? tanya Alex yang terkejut dengan kata-kata putrinya.


" This car is too small and can only fit two people. jawab Javanka jujur.


Alex yang mendengar alasan putrinya tidak menyukainya mobilnya pun hanya bisa memijit keningnya.


" Apakah kita harus putar balik untuk menukar mobil terlebih dulu? tanya Alex menawari putrinya, Alex takut putrinya tidak nyaman di dalam mobilnya.


" No papah, Avan baik caja. jawab Javanka menolak, gadis kecil itu tidak ingin terlalu merepotkan sang papah.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2