Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
chapter 33


__ADS_3

Pak Rudi pun memegang kening nona nya, alangkah terkejutnya beliau ketika menyentuh nya ternyata suhu tubuh sangat manis.


" Nona demam, kita harus pergi ke rumah sakit.


ucap pak Rudi lalu menyelimuti seluruh tubuh nona nya.


" Sam beritahu supir untuk menyiapkan mobil dan beritahu Mba Nani pula untuk menyiapkan keperluan nona. kata pak Rudi lagi beliau tampak sangat panik dengan kondisi nona nya.


Sam dengan segera mengerjakan perintah dari sang kakek, bocah kecil itu berlari menuruni tangga dan bergegas mencari Mba Nani dan memberi tahu nya. Setelah itu dia berlari ke tempat supir untuk memberi tahu pada sang supir.


" Pak, bagaimana kondisi nona? ucap mba Nani khawatir dengan keadaan nona nya dan yang baru masuk kedalam kamar.


" Nona demam, tapi saya takut nona terserang DBD karena demam nya tinggal. jawab pak Rudi pada sang pengasuh nona nya.


" Baiklah pak, biar saya siapkan keperluan nona terlebih dulu. Baru setelah itu kita ke rumah sakit. kata Mba Nani lalu dengan segera membereskan semua keperluan nona nya.


Setelah selesai Mba Nani pun membopong tubuh mungil nona nya, turun ke lantai bawah. Pak Rudi membawa semua keperluan nona nya sambil sibuk menelepon pada pihak rumah sakit milik Alex.


Sam pun di tinggal oleh sang kakek, sebenarnya bocah kecil itu ingin sekali ikut namun sang kakek melarang nya karena hari sudah mulai malam.


Begitu mobil sampai di lobby utama rumah sakit, Javanka langsung di ambil alih dari gendong Mba Nani oleh sang dokter. Dokter itu pun berlari sambil menggendong tubuh Javanka untuk melakukan pertolongan pertama dan mengecek kondisi sang pasien.


" Pak, apakah bapak sudah memberi kabar kepada tuan besar? tanya Mba Nani pada pak Rudi, mereka berdua sedang duduk dengan cemas menunggu dokter yang sedang memeriksa kondisi Javanka.

__ADS_1


" Ya Tuhan.... aku sampai lupa. kata pak Rudi sambil memukul kepala nya, beliau hampir melupakan sesuatu yang penting yang harus nya beliau lakukan.


Pak Rudi pun melongok saku celana nya untuk mengambil ponselnya, beliau pun segera menghubungi tuan besar nya.


Tut.......Tut .........Tut.........


Pak Rudi sudah menelpon beberapa kali namun tidak tersambung, beliau tidak berhenti terus menelpon tuan besar nya. Sampai akhirnya beliau teringat akan satu hal.


benar.... sekertaris Aldo, beliau selalu berada di samping tuan. Lebih baik aku menelpon sekertaris Aldo.


Tut.........Tut..........Tut.........


cukup lama panggil itu berdering, sampai akhirnya pun di angkat oleh sekertaris Aldo.


📞 tuan apakah tuan bersama dengan tuan besar? tanya pak Rudi dengan suara cemas nya.


📞 Iyah pak, saya sedang bersama dengan tuan. Apakah bapak ada perlu dengan tuan? tanya sekertaris Aldo.


📞 bolehkah saya meminta tuan untuk memberikan ponsel nya pada tuan besar? kata pak Rudi pada sekertaris Aldo.


📞 baik pak, tunggu sebentar. jawab sekertaris Aldo.


Setelah beberapa saat ponsel pun berpindah tangan pada Alex.

__ADS_1


📞 iya, ada apa pak? tanya Alex santai.


📞 anu... tuan.... nona... tuan. kata pak Rudi gemetaran karena takut.


📞 iya, ada apa dengan Javanka pak? suara Alex sudah berubah dalam sekejap.


📞 Anu... tuan... nona sakit, sekarang sedang di tanganin oleh dokter di rumah sakit. pak Rudi dengan penuh kecemasan.


Setelah mendengar ucapan itu Alex langsung menutup telponnya, tanpa mengatakan apapun lagi. Wajah nya pun kini berubah mendukung dan semua terasa sangat mencekam.


" Do putar balik ke rumah sakit xx. kata Alex dengan suara dingin nya.


Aldo sempat terkejut, namun dengan cepat dia memutar setirnya menuju rumah sakit yang di maksud oleh atasannya.


Sepertinya telah terjadi sesuatu pada nona, tuan tampak berubah dalam sekejap yang awalnya sangat bersemangat kini berubah menjadi dingin dalam sekejap setelah menerima telepon dari pak Rudi.


*


*


*


💐💐

__ADS_1


__ADS_2