Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 85


__ADS_3

Sudah satu Minggu Avan di rawat di rumah sakit, dan satu Minggu pula Alex menemani putri semata wayangnya tanpa meninggalkan Avan sebentar pun. Sesekali kali David datang berkunjung untuk melihat perkembangan anak sahabatnya itu.


Walaupun sibuk mengurus Avan Alex tetap melakukan kewajibannya yaitu pekerjaan kantornya, namun sedikit berbeda dari biasanya pria itu memilih bekerja melalui laptop kalau pun harus ada rapat penting dia akan meminta semua orang untuk datang dan rapat di ruang sebelah tempat Avan di rawat.


( Jangan di tanya kenapa bisa Alex mengadakan rapat di rumah sakit, orang rumah sakit itu milik nya sendiri ko. Jadi suka-suka dia aja, orang kantor pun tidak ada yang bertanya mengapa ruang rapatnya bisa pindah ke rumah sakit orang mereka juga yang butuh Alex kok)


Gadis kecil itu tetap saja diam membisu, ekspresinya pun tidak ada. Namun Alex tidak patah semangat dia terus berbicara pada putrinya itu, kadang kala pria itu suka menangis tanpa suara di kamar mandi dia masih saja menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang menimpa putrinya.


Setiap pagi Caca sudah rajin datang ke ruang Avan, dia terus dengan rutin memeriksakan perkembangan kesehatan Avan tak lupa dia juga sering melontarkan candaan nya pada Avan walaupun gadis kecil itu hanya diam.


Sementara sekertaris Aldo harus mengurus kantor tuan mudanya, tapi sesekali dia pun datang menjenguk nonanya yang berharga dengan membawakan beberapa boneka atau mainan.


Pagi hari Avan terbangun dari tidurnya, dia bangun karena mendengar suara ketikan kibot dari laptop sang papah. Entah kenapa semenjak Avan tidak bisa melihat pendengarannya jadi semakin tajam dan lebih sensitif terhadap suara.


Gadis kecil itu pun duduk di tempat tidurnya, Alex yang merasa ada pergerakan pun membuang pandangannya ke arah putrinya.

__ADS_1


" Selamat pagi sayang, sudah bangun yah. apa tidurnya nyenyak nak. tanya Alex dengan suara lembutnya dia pun langsung meletakkan laptopnya lalu mendekati putrinya.


" Apakah kamu haus nak, atau kamu ingin sarapan. tanya Alex lagi sambil merapikan rambut panjang putrinya yang sedikit berantakan.


Avan tetap diam saja, namun gadis kecil itu berusaha untuk turun dari tempat tidurnya. Alex yang melihat itu pun buru-buru membantunya.


" Kamu mau kemana sayang, kamu gak boleh capek-capek soalnya badanmu belum pulih nak. ucap Alex pada Avan lagi, Avan tetap diam dia terus berjalan sambil meraba-raba ke arah depan. Hingga sampailah dia di depan pintu kamar mandi.


" Kamu mau pipis yah nak. tanya Alex yang mengerti apa yang di inginkan putrinya. " biar papah temani yah. kata Alex pada putrinya lalu dia pun dengan lembut membantu putrinya, setelah selesai Avan pun hanya diam saja di tempatnya.


" Kamu mau pop yah nak. tanya Alex yang bingung karena putrinya tidak mau keluar dari kamar mandi.


Setelah selesai memandikan putrinya dengan segala kerepotan karena jarum infus akhirnya Alex berhasil memandikan putrinya tanpa meminta bantuan siapapun.


" Emmmm....... anak papah sudah mandi yah, sudah harum dan cantik maksimal. ucap Alex pada putrinya setelah selesai memakaikan pakaian pada putrinya.

__ADS_1


" Kamu mau sarapan apa hari ini nak. tanya Alex pada putrinya, sambil mengeringkan rambut panjang putrinya yang basah.


" Bubur, roti bakar pisang coklat atau strawberry Pei. ucap Alex lagi kini dia sudah menyisir rapih rambut Avan dan memasangkan bando bunga di kepalanya Avan.


Avan tidak menjawab gadis kecil itu turun dari tempat tidur lalu dia meraba-raba mencari sesuatu, Alex yang melihat itu hanya diam memperhatikan sambil berjaga bila mana putrinya jatuh jadi dia sudah siap menangkapnya.


Avan pun akhirnya menemukan apa yang dia cari yaitu kursi roda, dia pun berusaha untuk naik dan duduk dengan sigap Alex membantu putrinya yang kesusahan.


" Kamu mau kemana sih nak, apa kamu ingin sarapan di kantin rumah sakit atau ingin jalan-jalan. tanya Alex sambil mengerutkan keningnya, dia masih belum paham apa keinginan putrinya ini.


Sejujurnya Avan benar-benar sudah bosan berada di ruangannya karena sudah seminggu dia berada di ruangan ini, mangkanya pagi ini dia bertekad untuk keluar agar bisa sarapan sambil menikmati udara segar di pagi hari.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2