
Alex sudah mengirimkan pesan singkat pada sekertaris nya, Aldo yang membaca pesan singkat itu langsung bersiap lalu dia pun turun.
Tak berselang lama mobil yang di kemudikan tuan mudanya berhenti tepat di depan nya, pikiran nya melayang jauh.
Tumben sekali tuan muda mau menyetir mobil sendiri, di tambah Monster yang selalu di kurung di dalam garasi akhirnya di keluarkan juga.
Aku tidak habis pikir kenapa tuan muda mau membeli mobil yang harganya tidak masuk akal, di tambah menurut ku mobil ini sama sekali tidak ada manfaatnya.
Alex turun dari mobil, lalu memberikan kunci pada sekertaris nya. Setelah itu Alex dan sekitarnya pun masuk ke dalam mobil.
Mata Aldo sedikit terkejut kala melihat putri semata wayangnya tuan mudanya sudah duduk di dalam, kini Javanka duduk di pangkuan papahnya.
" Papah Will Avan be taken to the hospital? tanya Javanka tiba-tiba memecahkan keheningan.
" Ti tidak sayang, papah hanya ingin mengajak putri papah jalan-jalan saja. jawab Alex terkejut dengan pernyataan putrinya.
" Hemmm......... instead of going for a walk Avan prefers to be at home. kata Javanka dengan jujur, gadis kecil itu berpikir percuma saja dia di ajak jalan-jalan jika dirinya sendiri tidak bisa menikmati pemandangan yang ada.
__ADS_1
Alex diam mendengar ucapan putrinya, dia menyadari ketidak nyamanan putrinya jika sedang ada di luar. Namun Alex hanya ingin mencoba membuat suasana berbeda untuk putrinya.
Lalu sekertaris Aldo pun mengajak Alex beserta Javanka ke sebuah teman yang lagi tren di kota itu, namun Javanka hanya diam dan berjalan mengikuti kemana papahnya akan membawanya.
Lalu setelah dari taman sekertaris Aldo dan Alex mengajak Javanka ke mall, selama di dalam mall Javanka hanya tersenyum simpul saja. Alex terus mengajak putrinya ke sana kemari bermain permainan bersama, tapi Javanka sama sekali tidak menikmati nya.
" Papah Avan mau puang wumah. kata Javanka tiba-tiba.
" Kok pulang sih nak, kan kita belum lama masuk. jawab Alex bingung.
" Avan Enda cuka sini. kata Javanka dengan polosnya.
" Avan mau puang papah. jawab Javanka tegas.
" Baiklah sayang Ayo kita pulang. jawab Alex akhirnya mengalah dan menuruti keinginan putrinya.
Sekertaris Aldo yang sedari tadi mengekor di belakang tuan muda dan nonanya hanya diam saja, dia tahu jika nonanya merasa sangat tidak nyaman berada di luar rumah.
__ADS_1
" Sayang apakah boleh papah mampir ke rumah sakit terlebih dulu, karena sepertinya ada yang harus papah cek. kata Alex berbohong pada putrinya.
" Avan Do you know that papah is actually going to take Avan to the hospital for a check up, right? tanya balik Javanka yang sudah mengetahui apa yang di inginkan papahnya sedari pagi.
" Bu bukan begitu sayang, papah hanya ingin mengecek sesuatu lalu sekalian mengecek kondisi kamu juga. jawab Alex gelagapan, dia bingung harus memberikan alasan apa pada putrinya.
" Hemmmmmm...... Actually, Avan already knows that today is Avan's schedule to go to the doctor, so Papah doesn't have to do anything like that. Papah, just tell Avan, Avan will definitely want it. kata Javanka panjang lebar pada sang papah.
Sejujurnya Javanka memang tidak menyukai rumah sakit, tapi jika untuk urusan kesehatan gadis kecil itu akan pun pengecualian.
Namun papahnya tidak mengetahui nya, yang Alex ketahui bahwa putrinya memang tidak menyukai rumah sakit. Jadi yang ada dalam pikirannya hanya ingin membuat mood putrinya bagus lalu baru lah dia membawa putrinya ke rumah sakit.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐