
" Saya akan tetapi disini tuan muda, jika tuan muda mengizinkan. jawab sekertaris Aldo.
" Lakukanlah sesuka hati mu. kata Alex dengan acuh.
Lalu Alex pun konsentrasi dengan pekerjaannya, sementara Aldo dengan perasaan gelisah terus melirik ke arah Javanka yang sedang terbang di atas tempat tidur.
" Apa yang kau lihat? tanya Alex tanpa melihat ke arah sekertaris nya.
" Tidak tuan muda, saya hanya khawatir pada nona saja. Apa tidak sebaiknya memanggil dokter saja untuk mengecek kondisi nona, tuan muda. jawab sekertaris Aldo yang memberikan saran pada tuan mudanya.
" Aku sudah memberi kabar pada Caca, dia mengatakan itu hal yang wajar. Karena dia terlalu lelah selama berada di kantor, akibat bermain bola. Lagi pula dia sudah tidak demam lagi. jelas Alex pada sekertaris nya.
" Main bola? tanya Aldo memastikan pendengarannya.
" Iya, dia main bola bersama orang-orang bodoh itu. Sampai-sampai menyebabkan lututnya memar karena terjatuh saat bermain. kata Alex dengan marah.
" Maksud tuan muda, nona bermain bola bersama para CEO anak perusahaan cabang? tanya Aldo tidak percaya.
" Lantas siapa lagi kalau bukan mereka, mereka adalah kumpulan orang-orang bodoh yang membuat lutut putri tercintaku terluka. kata Alex dengan kesal sambil mengepalkan tangannya.
" Kok bisa? tanya sekertaris Aldo lagi yang seakan-akan dia berpikir jika tuan mudanya menjaga nonanya dengan betul hal seperti ini tidak akan pernah terjadi kan.
Memang apa yang di lakukan tuan muda? sampai-sampai nona bisa bermain bola bersama mereka, sampai buat tuan muda kecolongan dalam menjaga nona.
" Singkirkan pikiran bodoh mu itu. kata Alex yang seakan tahu apa yang di pikirkan oleh sekertaris nya. " Karena terlalu konsentrasi membuat perangkat keamanan yang baru untuk perusahaan, aku jadi kecolongan. kata Alex lagi memberi tahu kejadian tadi.
__ADS_1
Apa pun alasannya, tuan muda tetaplah ceroboh dalam menjaga nona.
Aldo tidak bertanya lagi pada tuan mudanya, pria itu kini kembali serius dengan pekerjaannya.
" Kau sudah membereskan semuanya? tanya Alex tiba-tiba setelah kedua pria itu berdiam diri karena sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
" Sudah tuan muda, saya akan memastikan orang itu pasti masuk penjara. jawab sekertaris Aldo yang mengerti apa yang di tanyakan oleh tuan mudanya.
" Kerja bagus. ucap Alex pada sekertaris Aldo.
" Oh iya, tuan muda taman yang ada di pusat kota sudah hampir selesai. Saya berencana untuk mengadakan acara peresmiannya di gabung saja dengan acara ulang tahun tuan muda, menurut tuan muda bagaimana? jelas sekertaris Aldo meminta pendapat para tuan mudanya.
" Hemmmmmm...... baiklah lakukan saja, menurut ku itu lebih efisien juga. jawab Alex setelah berpikir.
Lalu keduanya pun makan malam bersama setelah selesai makan sekertaris Aldo pun pamit pulang, sementara Javanka masih tertidur pulas.
Alex berjalan menghampiri putrinya lalu mengecup kening gadis kecil itu, setelah nya dia masuk ke dalam kamar mandi karena dia memang belum membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian dia pun berbaring di samping putrinya, hari ini Alex benar-benar merasa lelah dia yang membuat dia langsung tertidur dengan memeluk putrinya.
Sementara Javanka masih tertidur pulas sampai pagi menjelang, gadis kecil itu masih saja memejamkan matanya.
Pagi ini Alex berencana untuk meninjau perkembangan taman yang dia bangun untuk masyarakat umum itu, pagi-pagi sekali pria itu sudah terbangun dan bersiap.
Setelah selesai bersiap, Alex hendak membangunkan putrinya yang masih tertidur.
__ADS_1
" Pagi papah. sapa Javanka yang tersenyum secerah mentari pagi, gadis kecil itu sudah terbangun dan duduk bersandar di tempat tidur.
" Pagi sayang. jawab Alex ikut tersenyum lalu berjalan menghampiri putrinya.
" Papah mau pegi kantoy? tanya Javanka yang melihat papahnya sudah rapih.
" Iya sayang, tapi papah tidak lama kok perginya. Setelah pekerjaan papah selsai, papah akan langsung pulang untuk bermain bersama putri papah yang cantik ini. kata Alex sambil menarik hidung putrinya dengan gemas.
" Oke papah, Avan tunggu wumah yah. jawab Javanka yang tersenyum manis dan mengangguk mengerti.
" Kalau begitu, Ayo kita sarapan sekarang. Kamu tidak makan malam tadi malam kan, pasti kamu laper yah. kata Alex mengajak putrinya untuk sarapan.
Javanka pun mengangguk saja, mengikuti apa yang di katakan oleh papahnya. Lalu seperti biasa mereka berdua pun sarapan bersama, dan kini Javanka sudah kembali normal lagi, dia sudah banyak tertawa dan ceria kembali.
Alex pun merasa tenang meninggalkan putrinya untuk pergi ke kantor, Javanka pun mengantar papahnya sampai di depan pintu untuk.
Javanka melambaikan tangannya dengan semangat, sambil sedikit mengeraskan suaranya agar papahnya yang ada di dalam mobil mendengar ucapannya.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1