Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 38 season two


__ADS_3

Javanka pun masuk ke dalam kamar, lalu gadis remaja itu pun membawa laptopnya dan kemudian mengerjakan tugas yang baru saja di kirim oleh guru.


Dengan wajah serius Javanka menatap layar laptopnya, gadis remaja itu tidak pernah menghiraukan apapun yang terjadi jika dia sudah serius.


Karena saking seriusnya dia tidak tahu jika bahaya sedang mengintainya, iya benar kecoa yang berada di kamar mandi kini sudah berada di kamar.


Perlahan-lahan kecoa itu berjalan menghampiri Javanka, Javanka yang terlalu fokus pun tidak menyadari kehadiran kecoa tersebut.


Sampai tiba-tiba kecoa itu terbang dan hinggap tepat di atas kepala Javanka, Javanka yang merasa ada sesuatu yang menempel di atas kepalanya pun dengan santai memegang dan menepuk-nepuk pelan kepalanya seperti menghilangkan debu.


Yang membuat kecoa itu pun jatuh tepat di atas keyboard laptopnya, Javanka sempat terdiam sejenak setelah itu dia pun tersadar dan membanting laptopnya.


" Akhhhhhhhhhh.......... dan akhirnya Javanka pun berteriak dengan sangat keras.


Bukannya mati kecoa itu malah berjalan ke sana kemari, sontak Javanka pun loncat dan berlari naik ke atas tempat tidur, wajahnya tampak pucat pasif saking takut dan terkejutnya.


Sementara itu Alex, David, Aldo dan Caca sedang berbincang dengan santai. Sedangkan pak Rudi hanya duduk tidak jauh dari keempat orang itu.


" Sepertinya aku akan tinggal lebih lama dengan Javanka itung-itung libur sebentar mumpung berada di sini. kata Alex dengan santai.


" Memang kau mau mengajaknya kemana? tanya David sambil menatap wajah Alex.


" Kau tidak berpikir untuk libur hanya di Jakarta saja kan Lex? tanya Caca yang melihat Alex seperti sedang berpikir keras.


" Aku belum tahu sih akan mengajaknya kemana, karena aku juga belum mencari-cari tempat yang bagus di internet. jawab Alex sambil mengeluarkan ponselnya.


" Apakah tuan muda ingin saya mencarikan tempat yang bagus dan cocok untuk liburan tuan muda dan nona? ucap sekertaris Aldo menawarkan dirinya untuk mencari tahu tempat mana saja yang cocok untuk di kunjungi.


" Hmmmmmm........ tidak usah lah, biar aku sendiri saja yang mencarinya. Lagi pula pekerjaan mu sudah menumpuk, aku tidak ingin terlalu banyak membebani mu. jawab Alex menolak sambil mencari-cari tempat yang cocok untuknya dan putrinya berlibur.


" Kalian ingin ikut? tanya Alex dengan iseng tanpa melihat kearah ketiga sahabatnya.


" Boleh. jawab ketiganya berbarengan.


Sontak Alex pun menatap satu persatu sahabatnya.


" Tapi bayar masing-masing yah. ucap Alex dengan wajah tengil nya.


" Ya ampun Lex, apakah aku terlihat orang yang kekurangan uang? tanya balik David tidak habis pikir dengan kata-kata Alex.


" Iya. jawab Alex cepat.


" Kau butuh berapa banyak sih? tanya David pada Alex.

__ADS_1


" Apakah kau yakin? tanya balik Alex tak kalah menantangnya.


" Sudah sudah sudah, aku tahu kalian sangat kaya. Tapi kalian jangan menyombongkan diri kalian di hadapan orang kismis seperti ku dong, rasanya harga diriku seperti terinjak-injak tau. ucap Caca melerai keduanya sambil berusaha mencarikan suasana.


" Hah, miskin kau bilang. Lalu angka-angka apa yang bertengger di tiga kartu ATM mu itu. sahut David geram pada Caca.


" Heheheheheheh....... Caca hanya cengengesan dengan pertanyaan David.


" Coba kalian pikir setiap kalian pergi bersama ku, pasti aku kan yang selalu membayar semuanya? ucap Alex mengatakan yang sebenarnya dan yang selalu terjadi.


Sejujurnya Alex tidak lah perhitungan apa lagi pelit, cuma dia tidak menyangka saja jika ketiga sahabatnya akan menjawab ingin ikut pergi berlibur bersama dengan dirinya dan juga putrinya.


Ahhhhhhhhhhh........ nyesel aku menanyakan hal itu pada mereka, awalnya aku pikir mereka pasti menjawab tidak tapi....... ucap Alex dalam hatinya.


Sementara ketiganya pun akhirnya baru menyadari apa yang di katakan oleh Alex memang ada benarnya juga, setiap mereka pergi kemanapun pasti Alex lah yang mengeluarkan uang untuk mereka, mereka hanya terima beres kecuali sekertaris Aldo.


" Baiklah, kali ini biar kami yang membayar semuanya. ucap David pada Alex.


" Aku tidak membutuhkan uang kalian. jawab Alex singkat.


" Lalu mau mu apa sih Lex? tanya David yang sudah mulai kesal dengan sikap Alex.


Alex hanya diam tidak menjawab.


Alex tetap diam dan membuang pandangannya ke arah lain.


" Aku tidak perduli kamu mengajak kami hanya karena iseng atau apa, tapi yang jelas kami akan ikut. kata David dengan wajah serius.


" Iya Lex, tapi sebelum itu aku minta tolong pada mu. Tolong suruh Aldo cairkan kembali ATM ku yang sudah bekukan kemarin olehnya. tambah Caca pada Alex.


" Kalau aku tidak mau bagaimana? tanya Alex pada Caca sambil tersenyum jahat.


" Tolong lah Lex jangan begitu. kata Caca sambil menggoyangkan tubuh Alex. dengan frustasi.


Alex hanya terkekeh menikmati kesengsaraan sahabatnya.


" Memang untuk apa sih kau meminta dicairkan ATM itu? tanya Aldo iseng.


" Tidak untuk apa-apa sih. Jawab Caca dengan wajah polosnya.


" Ahhhh...... aku pikir kau benar-benar membuatnya ternyata tidak yah. kata Aldo tidak habis pikir.


" Lagi pula untuk apa sih uang sebanyak itu Ca? tanya David yang tahu nominal uang yang ada di ATM Caca yang menurutnya paling besar diantara dua ATM yang lain.

__ADS_1


" Kau benar-benar ingin tahu uang itu untuk apa? tanya balik Caca dengan wajah kocaknya.


David hanya memasang wajah malas sementara Alex dan Aldo hanya menatap wajah Caca dengan penasaran.


" Uang itu akan ku pakai untuk melamar Javanka kelak. jawab Caca dengan entengnya.


" Kau mau mati yah? kata Alex dengan marah begitu mendengar jawaban Caca.


" Aku serius Lex, aku akan melamarnya dengan uang itu. Mengingat kau memiliki segalanya, setidaknya aku harus menyiapkan banyak hal agar aku bisa memenuhi standar calon menantumu kan. kata Caca lagi sambil berpikir jika uangnya masih kurang untuk melamar Javanka.


" Akan ku bunuh kau. ucap Alex tambah murka, Alex sudah bangun dan hendak menerjang Caca. Namun dengan sigap David menahannya.


" Kau gila Ca, kalau kau mau mati jangan ajak-ajak aku. ucap David pada Caca sambil berusaha menahan Alex.


" Aku tidak gila, aku benar-benar akan melamarnya. Aku bahkan sudah rencana jika kami sudah menikah nanti akan tinggal dimana dan sampai aku juga sudah memikirkan berapa anak yang aku inginkan dari pernikahan kami, tapi setelah aku pikir-pikir mungkin lebih baik aku bicarakan langsung dengan Javanka. kata Caca dengan serius sambil berpikir keras, bahkan dia menghiraukan Alex yang sedang murka padanya saking seriusnya merancang masa depan untuk dirinya dan Javanka.


" Sudah diam lah kau Ca, jangan memancing keributan. ucap David dengan kesal sambil berusaha menahan Alex agar tidak memukul Caca.


" Kau juga Lex, tenanglah. Dia hanya bercanda, kau jangan terlalu menganggapnya serius. kata David lagi pada Alex, sejujurnya dia sudah tidak sanggup menahan kekuatan Alex yang sangat besar. Namun David berusaha untuk bertahan agar tidak terjadi keributan.


" Aku benar-benar akan membunuhmu saat ini juga, akan ku gantung kepalamu di depan kantor pusat agar semua orang tahu siapapun yang berani mendekati putriku maka nasibnya akan sama seperti mu. kata Alex dengan begitu marah, wajahnya tampak begitu memerah karena marah.


Namun tiba-tiba dia berhenti menekan David karena mendengar suara teriakan Javanka dari dalam kamar, dengan panik Alex berlari menuju kamar.


Caca, Aldo, David dan pak Rudi pun mendengar suara itu. Mereka langsung bergegas menyusul Alex yang sudah berlari lebih dulu.


Alex pun langsung menendang pintu kamar yang membuat pintu itu pun langsung rusak, lalu dia masuk ke dalam kamar dan mencari-cari sosok putrinya.


Terlihatlah Javanka yang sedang berdiri ketakutan di pojok tempat tidur, dengan wajah yang terlihat pucat pasif gadis remaja itu berdiri gemetar.


" Sayang apakah kamu baik-baik saja. tanya Alex langsung bergegas menghampiri Javanka dan memeluknya.


Javanka pun baru tersadar akan kedatangan sang papah, gadis remaja itu pun langsung memeluk papahnya sambil menangis tersedu-sedu.


Sementara David, Caca, Aldo dan pak Rudi yang baru saja datang kaget melihat laptop Javanka yang sudah hancur di pojokan dan di tambah pintu yang hancur.


.


.


.


💐💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2