Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 200


__ADS_3

Setelah selesai mandi berendam air hangat dan berpakaian santai, Alex pun keluar dari ruangan ganti.


" Kemana dia? ucap Alex kala melihat tempat tidur yang kosong melompong.


" Apa dia sudah bangun? tanya Alex pada dirinya sendiri.


Lalu Alex pun keluar dari kamarnya sambil memegang handuk kecil, karena belum selesai mengerjakan rambutnya. Namun putrinya sudah pergi entah kemana.


Alex berjalan mencari-cari sambil melihat ke lantai bawah, namun sama sekali tidak terdengar suara putrinya dari lantai bawah. Lalu dia pun berjalan menuju kamar putrinya dan masuk.


" Avan boyeh main snow outside? tanya Javanka dengan antusias sampai terdengar keluar.


" Boleh nona, tapi mainnya nanti saja yah. Soalnya sekarang saljunya lagi lebat sekali turunnya. ucap si pelayan yang membantu Avan mandi.


" Iya nona, lagi pula nona juga harus dapat izin terlebih dulu dari tuan muda. ucap yang satu lagi menimpali.


" Iya, anti Avan biyang-biyang papah duyu yah. jawab Javanka sambil tertawa senang.


Alex pun mendengar suara percakapan putrinya dari luar, sambil duduk menunggu di tempat tidur putrinya.


Lalu tak berselang lama Javanka pun keluar dengan handuk kimono kecil dan juga handuk yang melilit rambutnya, di ikuti oleh kedua pelayan yang membantu nya mandi.


" Papah........ panggil Javanka begitu melihat sang papah sudah duduk di tempat tidurnya.


" Iya sayang. jawab Alex lalu menghampiri putrinya lalu dia pun langsung menggendong dan menciumi putrinya.


" Ehemmmmmmm........ anak papah wanginya enak banget yah. ucap Alex sambil membenamkan wajahnya di leher putrinya, Javanka hanya tertawa-tawa kegelian.


Sementara para pelayan langsung berubah canggung, dan burung menyiapkan baju tidur untuk nonanya.

__ADS_1


" Papah, stop Avan mau baju pake duyu yah.... kata Javanka mendorong wajah papahnya sedikit menjauh.


" Baiklah sayang, sana pake bajunya setelah itu kita turun ke bawah. ucap Alex lalu menurunkan putrinya.


" Oke papah. jawab Javanka langsung berlari pada pelayan.


Dengan canggung dan sedikit terburu-buru para pelayan pun memakaikan pakaian pada nonanya, karena sedari tadi tuan muda mereka terus memperhatikan mereka.


" Tidak usah buru-buru, ini juga belum waktunya makan malam. Jadi santai saja. kata Alex yang melihat pelayannya terburu-buru.


Karena merasa para pelayan nya kurang nyaman dengan keberadaan nya Alex pun kembali ke kamarnya, dan meminta putrinya untuk menghampiri nya jika putrinya sudah selesai berpakaian.


" Papahhhhhh........ panggil Javanka sambil berlari masuk ke dalam kamar papahnya.


Alex pun langsung memeluk putrinya begitu melihatnya.


" Kok kamu pakai baju tidur ini sih sayang? tanya Alex kala melihat baju tidur yang di pakai oleh putrinya.


" Kamu gak kedinginan nak, baju nya terlalu tipis jika di pakai di musim dingin seperti ini sayang. ucap Alex khawatir pada putrinya.


" Enda papah, Avan enda dingin. The problem is that the heating is on so Avan is not cold. jawab Javanka meyakinkan sang papah yang cemas.


" Hemmmm....... baiklah kalau begitu, Ayo kita turun ke bawah. Ajak Alex lalu dia pun menggandeng tangan putrinya, karena Javanka tidak ingin di gendong.


Sepanjang menuruni anak tangga Javanka terus berceloteh tentang apa saja yang dia lakukan selama berada di sekolah, Alex hanya mendengarkan dan mengelus kepala putrinya dengan lembut.


" Pinter banget sih anak papah. ucap Alex memuji putrinya dan mengelus-elus kepala putrinya.


" Uncle. panggil Javanka kala melihat sekertaris Aldo yang sedang duduk di ruang tengah sambil bekerja.

__ADS_1


" Iya nona. jawab Aldo langsung berdiri dengan sedikit membungkukkan badan kala mendengar suara Javanka.


" Apa yang sedang kau lakukan? tanya Alex lalu duduk di sofa.


" Ada beberapa laporan dan email yang masuk tuan muda, jadi saya mengecek dan juga membalasnya. jawab sekertaris Aldo dengan sopan.


Javanka hanya memperhatikan kedua, lalu pandangannya tertuju pada jendela besar yang mengarah ke taman samping.


" Duduklah, apa kau bisa bekerja sambil berdiri. ucap Alex sedikit ketus namun sebenarnya perhatian.


" Terima kasih tuan muda. jawab sekertaris Aldo lalu kembali duduk di tempatnya.


Lalu Alex pun meminta tolong pada pak Rudi yang sedari tadi berdiri di samping nya, untuk mengambilkan laptop nya juga. Sementara Javanka tengah asyik melihat butiran salju yang turun, dan mengobrol dengan beberapa pelayan yang sedang membersihkan salju yang sudah menumpuk.


Alex pun ikut bergabung bekerja bersama sekertaris nya, sementara Avan terus mengobrol dengan para pelayan sambil memberi semangat penuh pada mereka.


" Tuan muda, sudah waktunya makan malam. ucap pak Rudi setelah memastikan semuanya menu makanan tersaji di meja makan.


" Baik pak terima kasih. jawab Alex sambil terus mengetik. " Javanka, sayang Ayo kita makan malam. panggil Alex pada putrinya, tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.


" Maaf tuan muda, nona sudah lebih dulu menuju ruang makan dan sepertinya sekarang sedang makan malam di meja makan. ucap pak Rudi memberi tahu tuan mudanya.


Mendengar ucapan kepala pelayannya sontak Alex pun terkejut, dia langsung bangun dan meninggalkan laptopnya begitu saja. Sekertaris Aldo hanya tersenyum tipis sambil mengikuti tuan mudanya, karena Alex menyuruhnya untuk bergabung makan malam bersama.


" Dasar anak kicillllll....... ucap Alex setelah menemukan putrinya yang sedang duduk dan makan, Alex pun menarik hidung putrinya gemas.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2