Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 37 season two


__ADS_3

Tak butuh waktu lama Caca muncul diikuti Aldo dan kemudian David yang baru saja bangun dari tidurnya, Alex yang melihat kedatangan ketiga pun hanya menatap tajam ke arah mereka.


" Enak sekali yah kalian. ucap Alex sambil menyantap sarapannya.


" Maafkan saya tuan muda, saya telah lalai. ucap sekertaris Aldo langsung meminta maaf pada tuan mudanya.


" Hoooooohhhhhhh....... ini semua karena mereka berdua aku jadi tidur lebih lambat. ucap Caca sambil menguap.


" Kau saja yang tidak pernah menerima kekalahan, mengapa kamu berdua di salahkan. sahut David tidak terima di salahkan oleh Caca.


Alex hanya memasang wajah tidak perduli saat kedua sahabatnya berdebar saling menyalahkan satu sama lain.


" Kamu mau tambah lagi? tanya Alex lembut pada putrinya.


" Avan mau susu hangat saja. jawab Javanka.


" Saya akan menyiapkannya nona mohon tunggu sebentar. ucap pak Rudi lagi pergi menuju dapur.


" Lex kau tidak ke kantor? tanya David sambil mengambil sarapan untuk dirinya.


" Aku pergi ke kantor atau tidak itu bukan urusanmu. jawab Alex dengan sinis.


" Ada apa denganmu? kau sedang pms? tanya David terkejut kala mendapat jawaban sinis dari Alex.


" Bukan urusan mu. jawab Alex pendek.


" Papah. panggil Javanka dengan lembut.


Javanka hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap wajah sang papah, sementara Alex hanya tersenyum manis pada putrinya.


" Dek, kok kamu pakai kemeja, kamu mau pergi ke luar? tanya David saat baru sadar dengan pakaian yang di pakai oleh keponakannya.


" Tidak kemana kok, ini baju yang papah pilih semalam. jawab Javanka jujur lalu meminum susu hangat yang baru saja di bawa oleh pak Rudi.


" Hah, maksudnya gimana sih? tanya David pada Alex, dia sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Javanka.

__ADS_1


" Semalam dia jatuh di kamar mandi setelah mandi, karena dia masih pakai handuk aku langsung mengambilkannya baju apa saja yang aku temukan dan memakaikan padanya. jelas Alex dengan singkat pada David.


" Hah, jatuh? ucap David, Caca dan sekertaris Aldo berbarengan.


" Hmmmmmmmm......... jawab Alex hanya berdehem sambil menganggukkan kepalanya.


" Lalu apa yang terjadi pada Avan? apakah Avan/ nona baik-baik saja? tanya ketiganya berbarengan, bahkan mereka terlihat sangat kompak menghawatirkan kondisi Javanka.


Alex hanya menarik napasnya panjang, wajahnya tampak menunjukkan jika dia sudah malas untuk menjelaskan namun karena ada putrinya jadi dia tidak bisa seenaknya.


" Dia baik-baik saja, hanya kedua lututnya yang terluka dan sedikit memar di keningnya. jawab Alex lalu membuang pandangannya ke arah lain dengan malas.


Alex paling tidak menyukai jika ia harus menjelaskan dua kali, walaupun itu pada orang yang berbeda namun dia tetap tidak menyukainya.


" Syukurlah. ucap ketiganya sambil bernafas lega, sementara Javanka hanya tertawa kecil kala melihat raut wajah sang papah.


" Tapi apakah sudah di obati Lex? tanya Caca dengan wajah serius.


" Menurutmu apakah aku terlihat akan membiarkan putriku saat mengetahui dia terluka? tanya balik Alex yang sudah mulai geram.


" Tidak sih, tapi aku hanya ingin sekedar memastikan Lex. jawab Caca santai.


" Papah. panggil Javanka lembut, gadis remaja itu sudah seperti alarm peringatan untuk Alex saat dia mulai akan mengaktifkan mode iblis nya.


" Iya sayangku. jawab Alex sambil tersenyum manis pada putrinya.


Melihat pemandangan itu timbullah rasa ingin mengerjai Alex, namun ide Caca harus terkubur dalam-dalam karena melihat raut wajah Javanka yang seperti mengatakan "jangan melakukan hal apapun yang membuat papah marah, karena aku tidak begitu sanggup untuk menahan amarah papah" begitu lah kira-kira arti dari tatapan mata Javanka pada Caca.


" Hey, ini serius ada nasi goreng di meja makan di waktu sarapan? ucap David membuyarkan lamunan Caca.


" Lho kok bisa, apa kau memesan nasi goreng untuk sarapan Lex? sahut Caca yang baru sadar sambil melempar pertanyaan pada Alex.


Alex hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


" Lalu siapa? tanya David sambil menatap setelah orang yang duduk di meja makan.

__ADS_1


" Uncle, biasanya masyarakat Indonesia itu sarapan dengan nasi, entah itu nasi putih atau nasi goreng. Karena menurut mereka jika tidak makan nasi itu bukan makan namanya. ucap Javanka menjawab pertanyaan uncle nya.


" Apakah tidak terlalu berat makan nasi untuk sarapan? tanya David sambil berpikir keras lalu menatap wajah Caca meminta jawaban.


" Hmmmmmmmmm.......... menurutku untuk sebagian orang mungkin terlalu berat mengonsumsi nasi saat sarapan, tapi ada juga sebagian orang yang memang terbiasa dengan hal tersebut. kata Caca menjawab rasa penasaran David.


" Lalu apakah itu baik untuk kesehatan? tanya David dengan wajah serius.


" Tentu saja karena nasi merupakan sumber karbohidrat yang bisa memberikan pasokan energi untuk memulai aktivitas di pagi hari, saat kau mengonsumsi karbohidrat. Tubuh akan mencerna dan memecahnya menjadi glukosa atau gula darah. Sel, jaringan dan organ tubuh akan menggunakan glukosa langsung sehingga energi atau menyimpannya dalam liver dan otot sebagai cadangan tenaga. Baik juga bukan berarti kau boleh makan nasi berlebihan, memakan nasi juga harus ada aturan yang sesuai. jelas Caca panjang lebar menjelaskan pada David.


Keempat orang yang ada di hadapannya hanya diam mendengarkan semua perkataan Caca, apa lagi Javanka yang begitu serius menyimaknya.


" Tapi bagaimana jika kita tidak terbiasa dengan sarapan nasi? tanya Javanka dengan wajah serius.


" Avan sayang, karbohidrat itu tidak hanya dari nasi saja kok bisa dari jagung, umbi-umbian, gandum dan masih banyak lagi. Jadi tidak perlu khawatir jika kita tidak terbiasa dengan mengonsumsi nasi bisa di ganti yang lain. jawab Caca lembut sambil tersenyum manis pada Javanka.


Javanka pun mengangguk-anggukkan kepalanya.


" Oh iya, tapi bagaimana kamu tahu jika masyarakat Indonesia terbiasa sarapan nasi? tanya balik Caca dengan penasaran.


" Ohhhhhh itu karena di akademi ku ada tambahan mata pelajaran baru yaitu bahasa Indonesia, jadi aku sedikit tahu tentang negara ini. jawab Javanka sambil tersenyum manis.


Akhirnya rasa penasaran Alex dan yang lainnya pun terjawab sudah, dari semalam mereka berempat berpikir bagaimana bisa Javanka bisa berbicara menggunakan bahasa Indonesia sementara Javanka tidak pernah mengikuti les privat bahasa Indonesia.


Setelah itu mereka pun melanjutkan sarapannya, sementara Javanka memilih untuk kembali ke kamar karena ia sudah selesai sarapan.


Saat Javanka berjalan pergi tatapan mata Caca tidak pernah lepas dari Javanka, ia terus menatap punggung Javanka dan saat hembusan angin menerpa Javanka. Baju kemeja yang di kenakan nya pun sedikit tersibak keatas namun dengan cepat Javanka menahannya.


Astaga....... kau gila Caca, bisa-bisanya aku ereksi pada anak dari sahabatku yang ku anggap sudah seperti saudara ku. Cepat singkirkan pikiran mesum mu itu, ingat Avan itu sudah seperti anak mu sendiri. ucap Caca dalam hatinya sambil memukul-mukul pipinya sendiri.


Alex, David dan sekertaris Aldo yang melihat perilaku Caca pun hanya mengerutkan keningnya.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐💐


__ADS_2