
Di dalam ruang operasi Caca dan para dokter lainnya sedang bersiap memakai pakaian khusus, sementara itu ada beberapa petugas yang memasang peralatan bantu pada Avan.
Gadis itu itu sudah terbaring tak berdaya karena obat bius yang perawat berikan melalui cairan infusnya, si perawatan pun terus memperhatikan layar monitor yang menunjukkan kestabilan tubuh Javanka.
" Kalian semua siap? tanya Caca pada para dokter.
" Siap Dok. jawab ketiga dokter bersamaan.
Sebenarnya ketiga dokter itu sangat lah berpengalaman dalam menjalankan operasi dan hasilnya pun selalu sukses, namun berbeda untuk kali ini. Mereka sangat-sangat gugup dan kurang percaya diri, sebab pasien mereka saat ini bukanlah orang sembarangan melainkan putri semata wayang dari pemilik rumah sakit ini sekaligus pewaris tahta dari grup xx.
Jika mereka sampai melakukan kesalahan sedikit saja dalam operasi ini, maka konsekuensinya bukan hanya di tendang dari rumah sakit ini saja namun ada jeruji besi yang sudah Alex siapkan.
Semua dokter berdoa menurut kepercayaannya masing-masing, dan tak lupa mereka saling menguatkan memberi semangat dan motivasi.
" Ingat jika kalian berhasil bukan hanya gaji kalian naik tiga kali lipat tapi jabatan kalian pun pasti naik. ucap dokter Caca pada rekan-rekannya yang terlihat gusar.
Mendengar kata-kata Caca mereka pun semakin termotivasi dan yakin bahwa operasi kali ini pasti berjalan lancar.
Caca sengaja mengatakan hal itu agar para dokter tidak terlalu gusar dan merasa tertekan akan operasi ini, dan supaya mereka rileks dan nyaman menjalani nya.
Dan tibalah saatnya para dokter pun mengerumuni si gadis kecil itu, mereka semua sudah memulai mengambil bagian mereka masing.
" Pantau terus denyut jantungnya. kata Caca pada perawatan.
__ADS_1
" Baik dokter. jawab si perawat.
Salah satu Dokter sudah mulai menyuntikkan obat bius yang kuat kemudian mulai membedah, yang lain hanya membantu dan mengikuti apa yang di instruksikan oleh si ketua pemimpin dalam operasi ini.
Caca yang memang tidak begitu paham dengan operasi yang sedang berlangsung di hadapannya hanya berdiri memperhatikan semua dokter yang berjibaku dengan pekerjaannya masing-masing.
Sementara Alex yang ada di luar ruangan terlihat begitu tegang, wajahnya tampak begitu gelisah begitu pula dengan sekertaris Aldo dan David.
" Do lihat. kata David pada sekertaris Aldo yang berada di sampingnya sambil menunjuk ke arah Alex.
" Apa yang harus kita lakukan pada pria satu ini? ucap David lagi masih melihat kearah Alex.
Wajah itu...... sangat persis seperti waktu dia menunggu istrinya melahirkan Javanka, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.....
pikir David dengan terus memperhatikan raut wajah Alex.
Sebuah kecemasan yang begitu dalam dan menguasai tubuh Alex yang membuatnya akan hilang kendali dan pasti membuat kekacauan.
Sekertaris Aldo pun langsung bangkit dan berjalan menghampiri Alex yang sedang duduk dengan panjang kosong sambil menggigit jari-jarinya.
" Tuan muda. panggil Aldo pelan.
Alex hanya diam tidak beraksi.
__ADS_1
" Tuan muda. panggilnya untuk kedua kalinya.
Namun Alex masih tetap diam saja dengan jarinya yang masuk ke dalam mulutnya, Aldo pun memang ke arah David. David pun dengan cepat berjalan menghampirinya sambil memberi isyarat untuk menyadarkan Alex.
" Tuan muda. panggil sekertaris Aldo yang ketiga kalinya sambil menyentuh bahu Alex.
Alex pun tersadar dari lamunannya dan menatap kearah sekertaris nya, David pun membisikkan sesuatu pada Alex.
" Aku tidak akan kemana-mana, aku akan tetap di sini. kata Alex dengan ketus lalu kembali menatap ke arah pintu ruangan operasi.
" Ini penting Lex, kau harus hadir. Soal Javanka biarkan aku yang menunggunya. kata David lagi pada Alex.
" Aku tidak perduli, aku akan tetap menunggu Avan ku sayang di sini. kata Alex tetap pada pendiriannya.
" Jangan gila kau Lex, ini tender proyek yang begitu besar kalau kamu gagal kau akan kehilangan semuanya, lalu bagaimana dengan masa depan Avan. kata David yang memaksa Alex untuk pergi.
" Walaupun pun begitu uang masih bisa ku cari, lagi pula uangku sangat lah banyak kalau hanya kehilangan satu tender ini saja aku tidak akan sampai jatuh miskin kok. jawab Alex dengan sombong dan angkuh.
" Aku tahu itu, tapi apakah kau tidak berpikir bagaimana tim dan sekertaris mu yang bekerja keras selama ini, kau tidak boleh egois Lex, Avan pun pasti mengerti dan tidak mau papahnya tidak bertanggung jawab atas pekerjaannya. kata David lagi masih berusaha membujuk Alex untuk pergi.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐