
Sepertinya bisa Javanka mengawali pagi hari nya dengan membersihkan diri, begitu pula dengan Alex. Setelah itu mereka berdua pun keluar kamar untuk sarapan di kantin rumah sakit.
Namun pagi ini sedikit berbeda, karena Javanka meminta pada papah nya untuk segera kembali ke ruang rawat nya. Begitu selesai sarapan mereka pun dengan segera kembali.
Javanka sudah sangat tidak sabar ingin bertemu dengan dokter visit nya, dia sudah ingin meninggalkan tempat ini.
Dengan pasrah Alex mengikuti semua keinginan putri tercinta nya, namun entah kenapa Alex seperti merasa bersalah terhadap putrinya.
Itu bisa terlihat jelas saat putrinya meminta nya untuk cepat menyelesaikan sarapan nya, wajah Alex tampak sedikit murung.
Akhirnya Alex dan Javanka pun tiba di ruang rawat itu, sebelum dokter visit Javanka datang untuk memeriksa kondisi Javanka.
Namun baru saja Javanka duduk di tempat tidur nya, pintu ruangannya terbuka. Dan terlihat lah sang dokter melangkah masuk ke dalam ruangan Javanka dengan sedikit ragu-ragu.
" Selamat pagi tuan dan nona. sapa sang dokter dengan sopan pada Alex maupun putrinya.
__ADS_1
" morning doctor. jawab Javanka sambil tersenyum manis pada sang dokter, sedangkan Alex hanya menganggukkan kepalanya.
" Bagaimana sarapan pagi hari ini, apakah sudah sarapan nona? Dan apakah ada yang terasa tidak nyaman? tanya sang dokter sambil memeriksa kondisi Javanka.
" Avan has eaten breakfast, Avan doesn't feel anything. Avan seems to have recovered and is fine. jawab Javanka dengan ceria.
" Ohhhh.... syukur lah kalau begitu. ucap sang dokter mengakhiri pemeriksaan nya.
" doctor, can Avan go home? Because as Avan said that Avan was healed and fine. tanya Javanka sambil menatap kearah sang dokter.
Akhirnya..... hari eksekusi ku datang juga, kenapa juga sih aku harus bertugas di ruangan ini, aku benar-benar tidak ingin terlibat dengan orang besar seperti tuan Alex. Tapi.....
" Hemmmm..... sepertinya akan lebih baik nona di rawat lebih lama lagi di rumah sakit, karena mau bagaimana pun keadaan nona belum bisa dipastikan bahwa sudah sembuh total. jawab sang dokter dengan sopan sambil menundukkan kepalanya.
Mendengar jawaban sang dokter, Javanka pun hanya bisa menundukkan kepalanya sedih. Berbeda dengan Alex dia malah menampakkan senyuman penuh kemenangan.
__ADS_1
Sang dokter yang melihat itu pun hanya bisa dengan terburu-buru pergi meninggalkan ruangan itu, dia sangat tidak tega melihat rawut wajah nona nya yang sangat sedih tapi dia juga tidak berani melawan Alex.
Maafkan saya nona, saya masih menyayangi saya. Dan juga saya mempunyai anak istri di rumah yang harus saya beri makan, harus bekerja di rumah sakit mana lagi kalau bukan di sini, karena hanya rumah sakit ini yang memberikan pasilitas lengkap untuk semua para pekerja nya. Sekali lagi maafkan saya nona.
Sebelumnya Alex sudah menghubungi pihak menajemen rumah sakit ini, dan dia meminta pada dokter khusus yang menangani putrinya untuk bekerja sama dengan nya.
*Ha...ha....ha...... tidak sia-sia aku repot menghubungi mereka, hanya memberikan sedikit iming-iming uang saja sudah beres.
Hemmmmm..... tapi sepertinya aku harus mengobati sedikit rasa sakit yang di alami oleh putriku, Maafkan papah yah sayang ini semua demi kamu kok sayang*.
*
*
*
__ADS_1
💐💐💐