Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 58


__ADS_3

" Apakah kau sudah kenyang? tanya Alex dengan suara dingin nya.


" Kenapa kau buru-buru sekali sih Lex? santai saja aku pasti akan memberi tahu pada mu tentang keadaan gadis mungil itu kok pada mu. jawab Caca santai sambil duduk bersandar dengan wajah kocak nya.


" Kalau kau tidak mau memberi tahu pada ku, akan akan pergi menemani putriku dari pada aku berdiam diri di sini dengan mu. ucap Alex yang sudah berdiri dari duduknya.


" Etcccccc...... tunggu huhhhhh.... kenapa kau tidak pernah berubah sih Lex selalu kaku, baiklah aku akan serius dan memberi tahu pada mu. Kata dokter Caca yang sudah mode serius sambil mempersiapkan untuk Alex duduk kembali.


Alex sempat terdiam namun melihat wajah sahabat nya yang sudah serius akhirnya dia pun kembali duduk.


" Hemmmmm...... apakah aku boleh menanyakan sesuatu pada mu? apa yang terjadi sebelum putri mu kumat? tanya dokter Caca dengan serius.


" Aku tidak tahu pasti cuma dia kesal karena dia ingin pulang dari rumah sakit apakah itu bisa jadi penyebabnya? jawab Alex lalu melempar balik pertanyaan pada dokter Caca.


" Tidak mungkin hal seperti itu bisa memicu kambuhnya luka di hati nya, pasti ada pemicu lain yang menyebabkan dia kambuh kembali. jawab dokter Caca sambil berpikir keras.

__ADS_1


" Apakah akhir-akhir ini putri mu melakukan hal baru atau sesuatu yang baru? tanya dokter Caca lagi pada Alex.


Alex hanya mengerenyitkan dahinya. Hemmmm..... sepertinya tidak ada, tapi aku memberikan nya teman bermain kala aku tidak ada di samping nya. jawab Alex sambil terus berpikir keras.


Sekertaris Aldo hanya diam menyimak pembicaraan orang yang ada di hadapannya nya dengan serius.


" Apakah anak itu menyinggung/bertanya sesuatu yang berbau kenangan tentang mamah atau mendiang istri mu? tanya dokter Caca sedikit menduga-duga.


" Aku tidak tahu, kalau aku tahu pasti aku tidak akan memberi dia izin bermain dengan orang lain. jawab Alex marah namun dalam lubuk hatinya dia merasa bersalah terhadap putrinya.


" Lex dengarkan aku baik-baik, ini baru dugaan ku tapi jangan sampai kau tersulut emosi. Mungkin anak itu tidak bermaksud menyinggung tentang mendiang istri mu di depan putri mu, namun dia hanya sekedar bertanya pada putri mu. ucap dokter Caca yang menduga-duga penyebab kambuhnya sikholog Javanka.


Ada perasaan marah yang berkobar di dalam hati nya, tapi dia juga tidak bisa menyalakan semua nya pada bocah kecil itu. Karena mau bagaimana pun ini juga karena keteledoran nya.


" Lalu bagaimana dengan kondisi nya? tanya Alex dengan wajah serius.

__ADS_1


" Untuk sekarang sih seperti sudah stabil, tapi aku minta pada mu untuk lebih menjaga putri mu lebih ekstra lagi. Satu lagi aku sarankan ajak dia jalan-jalan untuk menggantikan kenangan di memori ingatan nya. ucap dokter Caca yang membuat Alex maupun sekertaris Aldo merasa lega.


" Dan aku masih ada satu permintaan pada mu, jangan sekali-kali kau mengikat tangan dan kaki putri mu seperti itu. memukul pundak Alex dengan kencang karena kesal.


Caca sangat kesal kala melihat gadis kecil itu di ikat oleh sahabat nya, dia benar-benar merasa jengkel dengan kelakuan Alex.


" Aku melakukan ini karena aku ingin melindungi nya. jawab Alex dengan kesal dan tidak terima karena Caca menyalahkan nya.


" Itu bukan melindungi tapi menyakiti nya Lex, pokoknya kalau sampai itu terulang kembali kau yang akan aku ikat. ancam Caca sambil melempar pandangan menusuk pada Alex.


Alex tidak menanggapi ucapan Caca dia malah melempar pandangan ke arah lain sambil berlaga tidak tahu apa-apa.


*


*

__ADS_1


*


💐💐💐


__ADS_2