Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 96


__ADS_3

Alex pun menuntun tangan putrinya menuju meja makan, karena Javanka tidak ingin di gendong dia ingin berjalan.


" Tuan makan malam sudah siap. ucap pak Rudi dengan sopan.


Alex hanya menjawab dengan anggukkan kepala.


Lalu pak Rudi pun mengikuti tuan muda dan nonanya ke meja makan, beliau dengan sigap menarik kursi untuk tuan mudanya. Namun Alex mendudukkan putrinya terlebih dulu, baru dia pun ikut duduk.


" Nak kamu mau makan apa? tanya Alex yang sudah duduk.


" Hemmmm...... Avan don't know what to eat papah. jawab Javanka sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Alex yang mendengar jawaban putrinya pun akhirnya tepuk jidat, dia hampir lupa jika putrinya tidak bisa melihat.


" Hemmmm...... bagaimana jika nasi lemon, ayam panggang dan capcay. kata Alex memberi usulan pada putrinya.


" Avan mau lemon rice and capcay papah. jawab Javanka memberi tahu pada sang papah.


" Baiklah kalau begitu, papah ambilkan yah nak. jawab Alex dengan lembut.


Pak Rudi yang memang berdiri sedari tadi di samping tuan mudanya pun dengan sigap menyiapkan piring, namun Alex menghentikan beliau.


" Pak biar saya saja, bapak makan malam saja. Pasti bapak belum makan malamkan? ucap Alex dengan lembut dia mengambil piring yang di pegang oleh pak Rudi.

__ADS_1


" Bapak eat here with Avan and papa. celoteh Javanka tiba-tiba, gadis kecil itu menepuk-nepuk pelan kursi di sampingnya sedangkan dia meminta pak Rudi untuk duduk dan makan di sampingnya.


Pak Rudi yang mendengar itu pun langsung menolaknya dengan lembut, namun Alex berkata.


" Tidak apa-apa pak, bapak bisa makan bersama kami, lagi pula makanan sangat banyak saya dan Javanka pasti tidak akan sanggup menghabiskannya. ucap Alex sopan sambil meminta kepala pelayan itu untuk duduk sesuai keinginan putrinya.


Pak Rudi yang tidak berdaya pun akhirnya mengikuti apa yang di katakan tuan mudanya, beliau pun akhirnya duduk di samping nonanya.


" Bapak makan saja biar Javanka saya yang urus. ucap Alex lagi kala melihat pria paruh baya itu akan menyuapi putrinya.


" Tapi tuan.....


" Tidak apa-apa pak. potong Alex sambil tersenyum simpul.


" Ohhhh ...... begitu, tapi apakah kamu yakin nak? tidak butuh bantuan papah? tanya Alex lagi dia tidak yakin jika putrinya bisa makan nasi sendiri.


" Yes papah Avan absolutely sure. jawab Javanka dengan riang meyakinkan papahnya.


" baiklah kalau begitu, selamat makan sayang. Makan yang pintar yah nak. ucap Alex sambil meletakkan piring yang sudah di isi nasi dan lauk di hadapan putrinya, lalu dia pun mengusap lembut kepala putrinya.


" Ceyamat mamam papah. jawab Javanka yang tersenyum manis.


Lalu Javanka pun memulai makan malamnya tentunya sambil di perhatikan oleh Alex dan pak Rudi, walaupun mereka berdua ikut makan namun pandangan nya selalu tertuju pada sosok gadis kecil yang ada di samping mereka.

__ADS_1


Perlahan namun pasti gadis kecil itu pun makan dengan lahapnya, dengan sedikit berantakan karena ada beberapa nasi yang terjatuh.


Tapi Alex sangat bersyukur melihat putrinya yang bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri.


Sekertaris Aldo yang baru datang pun ikut bergabung makan malam bersama mereka, dia memang sudah terbiasa makan di rumah tuan mudanya.


Setelah selesai makan Javanka pun berjalan dengan tongkatnya, Alex yang melihatnya pun membiarkan saja. Dia hanya mengatakan pada putrinya untuk berhati-hati.


Javanka terus berjalan dengan menggunakan tongkat pintar miliknya, gadis kecil itu sama sekali tidak menabrak apapun.


Kalau pun jadi Javanka akan menabrak atau tersungkur, pasti para pelayan yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik nonanya dengan sigap menahan dan menangkapnya.


Dia berjalan ke sana kemari sambil menikmatinya, hingga sampailah dia di depan piano yang selalu ia mainkan.


Gadis kecil itu pun meraba-raba piano yang bersih tanpa debu sedikit pun, dia hanya diam sejenak entah apa yang ada di pikiran gadis kecil itu saat itu.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2