
Javanka masih anteng dengan mainan nya di dalam pangkuan papahnya, walaupun gadis kecil itu sudah berada di dalam ruangan itu hampir tiga jam lamanya.
Javanka tidak terlihat bosan sama sekali, gadis kecil itu sibuk mengeluarkan mainan nya yang ada di dalam tas ransel yang ia bawa lalu menatanya di atas meja.
Ketika salah satu CEO sedang menjelaskan perkembangan perusahaan yang ia kelola, tiba-tiba sistem keamanan perusahaan Alex ada yang membobol nya.
" Tuan muda, sistem keamanan perusahaan ada yang membobol. ucap sekertaris Aldo memberi tahu pada tuan mudanya.
" Iya aku tahu. jawab Alex singkat.
Tanpa banyak bicara Alex langsung menyerahkan putrinya pada sekertaris Aldo, lalu dia langsung membuka laptop khususnya dan mulai mengetik dengan cepat.
Suasana di dalam ruangan itu pun tiba-tiba mencekam, mereka semua berpikir siapa orang yang sedang mencari gara-gara pada tuan mudanya.
Sementara Javanka masih asyik dengan mainannya, gadis kecil itu terlalu kecil untuk bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Tapi dia tahu jika papahnya sedang bekerja, apa lagi jika sang papah sudah memegang laptop yang berwarna gray itu. Sudah di pastikan jika papahnya sedang sangat sibuk dan tidak bisa di ganggu.
" Uncle is everything okay? tanya jawab pada sekertaris papahnya.
" Semua baik-baik saja nona. jawab sekertaris Aldo sambil tersenyum pada nonanya.
" Then why are they all silent? tanya Javanka lagi sambil menunjuk ke arah semua orang yang hanya diam membeku.
" Mereka harus diam karena tuan muda harus berkonsentrasi pada pekerjaan nona. jawab sekertaris Aldo dengan sopan dan sabar menjelaskan pada nonanya itu.
__ADS_1
" Ohhhhh ........... so Avan also has to be quiet, so as not to disturb papah. kata Javanka yang berusaha mengecilkan suaranya sambil menaruh jari telunjuknya di depan mulutnya sendiri.
Seketika wajah semua orang tersenyum melihat tingkah laku gadis kecil yang sedang berada di dalam gendongan sekertaris Aldo, mereka sangat gemas pada gadis kecil itu.
" He he he....... kalau nona tidak perlu melakukan hal itu, karena tuan muda sama sekali tidak merasa terganggu oleh suara nona. Justru suara nona adalah penyemangat untuk tuan muda. kata sekretaris Aldo sambil tertawa dan menjelaskan pada putri semata wayang tuan mudanya.
Mendengar ucapan sekertaris Aldo Javanka pun turun dari gendongan sekertaris Aldo, lalu gadis kecil itu berjalan menghampiri papahnya.
" Cemangat papah, Avan tunggu papah cini oke. kata gadis kecil itu pada papahnya.
" Oke sayang. jawab Alex sambil mengelus kepala putrinya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.
Sambil menunggu papahnya, Javanka pun berjalan-jalan mengelilingi ruangan meeting itu. Dia masuk ke dalam kolong meja lalu keluar lagi, Matanya yang bulat dan bulu matanya yang lentik sudah cukup membuat orang melihatnya tertarik padanya.
" Baaaaaaa.......... ucap Javanka mengejutkan salah satu orang yang ada di ruangan itu.
" Uncle is actually not surprised right? uncle just pretending. Uncle lying is not good, Papah said, if you want to have friends, don't lie okay. ucap gadis kecil itu sambil memperagakan cara bicara papahnya pada dirinya.
Semua orang pun akhirnya tidak bisa menahan tawanya, mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat dan mendengar ucapan gadis yang baru berusia empat tahun itu.
Sementara Alex hanya melirik ke arah para pekerjanya dengan sadis, seperti berkata jaga mata dan mulut kalian jika kalian masih menginginkan nya. Begitulah kira-kira arti dari tatapan Alex di mata para pekerjanya.
" Maafkan saya nona, jika saya bersalah. kata pria yang tadi berpura-pura terkejut.
" It's okay uncle, but next time it can't be repeated okay. jawab Javanka lembut sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Ya Tuhan........ memang yah jika sudah bibit nya super pasti hasilnya akan sangat cantik, apa lagi warna matanya yang berbeda membuat nona memiliki ciri khas tersendiri.
pikir orang itu.
Alex terus mengetik dengan cepat, sampai muncul lah biodata lengkap dari si pelaku. Dia pun memberi tahu sekertaris nya untuk membereskan pelaku tersebut, kemudian Alex membuat kembali sistem keamanan perusahaan yang baru.
Sekertaris Aldo pun bergegas keluar dari ruang meeting dan pergi entah kemana.
Sementara Javanka masih masih asyik bermain dengan dunianya sendiri, sambil sesekali dia berbicara pada orang-orang yang ada di ruangan itu.
Sambil mencoba pengaman perangkat yang dia buat, Alex memerintah pekerjaannya untuk melanjutkan kembali laporan mereka.
Sedangkan Javanka masih asyik main rumah-rumahan, setelah bosan dengan permainan itu. Dia pun mulai bermain bola.
" Uncle kick the ball. ucap Javanka pada pria yang masih terlihat muda, karena bola yang dia tendang ada di bawah kaki pria itu.
Sontak semua orang pun menoleh termasuk Alex, dengan ragu-ragu dia pun menendang bola itu ke arah gawang yang Javanka buat sendiri.
" Goooooooooooooooooool......... teriak Javanka dengan meriah sambil bertepuk tangan kegirangan dan loncat-loncat.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐