
" Sayang di makan dong roti bakar nya, masa di lihatin aja. tegur Alex kala melihat putrinya hanya menatap makanan yang ada di hadapannya.
" Papah can Avan have it prepared with papah? tanya Javanka dengan ragu-ragu sambil menatap kearah wajah sang papah.
Alex yang mendengar ucapan putrinya pun seketika dia melebarkan senyumnya, karena tidak biasa nya putrinya meminta di suapi oleh nya. Biasanya juga Alex yang menawarkan diri untuk menyuapi Javanka.
" Dengan senang hati sayang, mendekat lah pada papah sayang. jawab Alex sambil tersenyum devil.
Dengan patuh Javanka mendekat pada papahnya, lalu gadis kecil itu membuka mulutnya ketika Alex menyodorkan roti bakar di hadapan mulutnya.
" Hemmmmm...... delicious papah. ucap Javanka dengan mulut yang di penuhi makanan dan mengacungkan dua jempol nya ke hadapan papah nya.
" Apakah seenak itu sayang? tanya Alex yang merasa heran dengan reaksi yang di berikan oleh putrinya saat memakan roti bakar, yang menurutnya terlihat biasa saja.
" delicious papah, because Avan's meal was fed by Avan's handsome papah. jawab Javanka sambil tersenyum manis pada papahnya.
Alex yang mendengar ucapan putrinya pun seketika tertawa terbahak-bahak, apa lagi saat putrinya mengatakan bahwa dirinya tampan.
__ADS_1
" Hemmmm....... kamu tuh yah kalau sudah ada mau nya pasti begini. kata Alex sambil mengelus lembut kelapa putrinya.
" Avan seriously papah, Avan is not lying. Because papah has been gone for a long time, Avan misses him very much and is happy with his return. jawab Javanka yang akhirnya mengeluarkan suara hati nya yang selama ini dia tahan, sejujurnya dia benar-benar sangat merindukan kehadiran papah nya.
Tapi karena pekerjaan papah nya yang sangat penting, tidak mungkin juga bagi gadis kecil itu untuk merengek pada papahnya untuk meminta papah nya untuk pulang lebih awal.
Javanka adalah anak yang tidak ingin menyusahkan siapa pun termasuk papahnya sendiri, dia cukup paham dengan pekerjaan papah nya.
" Maafkan papah yah sayang, papah meninggalkan mu terlalu lama pasti berat untuk mu yah sayang. ucap Alex meminta maaf pada putrinya, dia sadar bahwa putrinya pasti sangat membutuhkan kehadiran nya.
" It's okay papah, Avan understands why. Papah did all this for Avan too, thank you papah. jawab Javanka sambil menggeleng kepalanya, Javanka sama sekali tidak menyalakan papah nya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya.
Terimakasih tuhan, terimakasih engkau telah mengirimkan nya dalam hidup ku. Akan ku jaga dan ku lindungi dia, tak kan pernah ku buat hilang senyuman indah itu dari wajahnya.
" Papah, pah, Papah. panggil Javanka berulang kali yang membuat Alex tersadar dari lamunannya.
" Ada apa sayang? tanya Alex sedikit linglung.
__ADS_1
" Papah why is papah food not eaten? tanya Javanka sambil menatap wajah papahnya.
" ini mau papah makan kok, tadi kan papah suapi ya mulia putri dulu. jawab Alex lalu mengambil sandwich yang dia pesan tadi.
Javanka tidak menjawab nya, dia hanya menyipitkan matanya menatap kearah papah nya yang menurutnya bersikap aga aneh.
" Apa sih liatin papah terus? papah tahu kok kalau papah itu sangat tampan tapi jangan seperti itu juga liatin nya. kata Alex yang kepedean Alex merasa sedari tadi putrinya memperhatikan ke arah nya.
Mendengar ucapan papah nya Javanka hanya membuang pandangannya ke arah lain sambil mengerutkan keningnya. " Avan Look at papah because there is cream under papah lips. jawab Javanka dengan nada cueknya.
Mendengar ucapan putrinya Alex pun buru-buru mengelap bibirnya menggunakan tissue, dan benar saja ada krim di tissue itu. Seketika wajah Alex memerah karena merasa malu dan salah sangka pada putrinya.
Bodoh..... kenapa aku jadi bodoh seperti ini sih, bikin malu saja pada putri ku sendiri.
*
*
__ADS_1
*
💐💐💐