Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 59


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan tentang keadaan putrinya Alex pun memilih untuk kembali ke kamar untuk menemani putrinya, kalau-kalau putrinya bangun nanti jadi ada dia di samping putrinya.


Sedangkan sekertaris Aldo dan juga dokter Caca hanya mengobrol santai, namun mata keduanya tertuju pada beberapa foto Alex dan juga Javanka.







Dalam foto itu terlihat mereka berdua sangat saling menyayangi satu sama lain dan dari situ juga terlihat sangat jelas bahwa betapa berharganya Javanka bagi Alex.


Caca mau pun sekertaris Aldo hanya tersenyum simpul, kala melihat Javanka dengan susah payah menggapai untuk mencium papahnya.


" Bagaimana mana menurut pendapat mu tentang Javanka? tanya Caca tiba-tiba pada sekertaris Aldo, tanpa pandang nya teralihkan dari foto Alex dan putrinya.

__ADS_1


" Hemmmm..... nona adalah anak yang lembut dan penuh perhatian, semua orang yang ada di sekelilingnya tidak akan mampu menahan pesona nya. jawab sekertaris Aldo sambil membayangkan saat nona nya tersenyum pada diri nya.


" Awal pertama kali aku melihat nya, aku benar-benar tidak percaya bahwa Alex mempunyai seorang malaikat kecil di dalam hidupnya. Bahkan aku sempat berpikir bahwa dia menculik anak orang lain dan membuat anak itu menjadi putrinya. kata Caca sambil mengenang kembali pertemuan pertamanya dengan Javanka.


" Tapi sekeras apapun aku berpikir gadis kecil itu memang lah putrinya Alex, karena mau bagaimana pun wajahnya benar-benar mirip dengan Alex tidak ada sama sekali terlihat mendiang istrinya di dalam gadis kecil itu. katanya lagi dan tersenyum simpul.


" Mungkin ada tapi kau tidak mengetahuinya. jawab sekertaris Aldo dengan enteng lalu memegang bingkai foto besar yang gambar nya Javanka sedang tersenyum dengan riang sambil memeluk kecil.



nona benar-benar sangat menggemaskan, ini pasti di ambil saat usia nona dua tahunan. Aku bahkan sampai penasaran bagaimana nanti saat nona sudah besar nanti yah, pasti nona akan sangat cantik.


" Apa itu. tanya sekertaris Aldo dengan santai.


" Sifat dan karakter nya. jawab Caca sambil tertawa terbahak-bahak di ikuti senyuman dari sekertaris Aldo yang mendengar jawaban sahabat nya.


Benar karakter berbanding terbalik dengan Alex, karakter gadis kecil itu benar-benar sangat mirip dengan mendiang istrinya Alex yang lembut dan penyayang.


Tiba-tiba ada sesuatu yang terlempar dari lantai atas, yang mengenai kepala Caca dan akhirnya membuat tawa dari Caca terhenti.

__ADS_1


" Aduhhhhh..... sakit. ucap Caca mengaduh kesakitan sambil memegang kepalanya tempat dimana tadi kena lemparan sesuatu dari atas.


" Kalian berdua berisik sekali, pergi kalian dari rumah ku. teriak Alex dari lantai atas.


" Kampret.... kau yang berisik bukan kami. jawab Caca sambil memaki pada Alex yang berada di atas.


" Apa kau bilang? sepertinya kau sudah tidak ingin bekerja lagi yah atau kau terlalu banyak memiliki waktu luang di rumah sakit ku. kata Alex sambil mendelik matanya dengan tajam ke arah Caca.


Mendengar ucapan Alex Caca langsung buru-buru pergi meninggalkan Mansion Alex. " Sudah cukup aku tidak mengatakan apapun, dan satu lagi berhenti mengancam ku dengan perkejaan ku karena aku sudah sangat sibuk dengan pekerjaanku. jawab Caca sebelum dia pergi dari Mansion Alex.


Setelah kepergian Caca, sekertaris Aldo pun berpamitan pada atasannya. Karena dia harus segera pergi ke kamar karena hari sudah mulai sore, dan sudah bisa di pastikan masih banyak pekerjaan nya yang sudah menunggu nya.


*


*


*


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2