
Sesampainya di kantor Alex langsung berjalan menuju lift dengan menggendong putrinya, sementara sekertaris Aldo dengan wajah datarnya mengikuti tuan mudanya.
Semua karyawan menyapa Alex maupun sekertaris nya dengan menundukkan kepala, mereka tidak berani melihat langsung atau menatap Alex secara langsung karena itu hal yang di larang.
Keduanya masuk ke dalam lift dan langsung menuju ruang meeting, karena pagi ini Alex ada meeting bersama beberapa CEO anak cabang perusahaan nya.
Javanka hanya diam dalam gendongan sang papah, gadis kecil itu hanya mengikuti kemana pun papahnya membawa dirinya pergi.
" Tuan muda, apakah nona akan ikut masuk ke ruang meeting? tanya sekertaris Aldo penasaran.
" Tentu saja, memangnya kenapa? jawab Alex sambil bertanya balik dengan menaiki alisnya.
" Tidak tuan muda, saya hanya ingin memastikan saja. jawab sekertaris Aldo dengan sopan.
Lalu pintu lift pun terbuka Alex pun keluar lebih dulu, sementara sekertaris Aldo mengekor di belakang tuan mudanya.
Alex langsung masuk ke dalam ruang meeting kala sekertaris nya membukakan pintu untuk dirinya, orang-orang yang berada di dalam pun langsung reflek berdiri menyambut Alex.
Dengan wajah yang datar Alex duduk di kursi nya, dan mempersilahkan para bawahannya untuk duduk, sedangkan sekertaris Aldo hanya berdiri tegak di samping tuan mudanya dengan wajahnya yang datang tanpa ekspresi.
Sementara Javanka duduk di pangkuan sang papah, gadis kecil itu hanya memperhatikan sekelilingnya tentunya orang yang ada di hadapannya tidak terkecuali.
Sebagian ada mengetahui jika Javanka adalah putri dari Alex, dan sebagian lagi ada yang tidak mengetahuinya dan bertanya-tanya sebenarnya siapa gerangan gadis kecil yang sedang duduk di pangkuan tuan mudanya itu.
__ADS_1
" Oke, semuanya sudah hadir. ucap sekertaris Aldo lalu melirik ke arah tuan mudanya, Alex pun hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya saja.
" Baiklah, kita mulai meeting hari ini. ucap sekertaris Aldo pada semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
Lalu para CEO pun melaporkan setiap perkembangan anak perusahaan yang masing-masing mereka pegang di setiap kota, sementara Alex hanya mendengarkan saja tanpa beraksi.
Alex juga sudah mulai mengembangkan bisnis nya ke setiap negara, dan dia juga sudah membuka beberapa cabang perusahaan di Asia, Amerika Selatan, Amerika Utara, Australia sampai dengan Eropa.
Dan semua nya berkembang pesat, brand pakaian yang dikeluarkan oleh perusahaannya selalu ludes di pasaran internasional, dan berbagai jenis produk makanan pokok atau ringan pun sudah sangat berkembang pesat.
Bisnis properti nya pun tak kalah pesatnya, dari mulai apartemen, hotel bahkan mall. Selalu berkembang dan selalu ludes tanpa sisa.
Gadis cantik itu pun sudah mulai terlihat bosan, namun dia tidak berani turun dari pangkuan papahnya. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh orang-orang dewasa yang ada di hadapannya.
Seketika wajah Javanka memerah karena malu, orang-orang yang melihat itu pun membulatkan matanya saking terkejutnya dengan apa yang mereka lihat.
Alex yang melihat putrinya merona pun hanya tersenyum simpul, lalu dia bangkit dari duduknya dan mulai menjelaskan pada para pekerjanya.
Sekertaris Aldo dengan sigap mendekat pada nonanya, dia khawatir jika nanti Javanka nekad turun dari meja itu karena malu.
Melihat sekertaris Aldo ada di dekatnya, Javanka pun berdiri dan memeluk lalu membenamkan wajahnya. Aldo pun terkejut lalu tersenyum simpul, orang-orang yang melihat senyuman dari seorang sekertaris Aldo pun tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Apa sekertaris Aldo baru saja tersenyum, sepertinya sebenar lagi dunia akan berguncang.
__ADS_1
Gila, baru kali ini aku melihat sekertaris Aldo tersenyum.
Kupikir manusia tanpa ekspresi ini tidak tahu caranya tersenyum.
Ada apa ini sebenarnya? apakah aku akan mati setelah melihat senyuman itu.
Sepertinya mata ku sudah mulai rabun, aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat barusan.
kira-kira seperti itu lah pikiran dari setiap orang yang melihat seorang sekretaris Aldo yang tersenyum.
Melihat orang-orang itu menatap ke arahnya, sekertaris Aldo pun langsung kembali ke mode temboknya. Seketika mereka semua pun langsung panik dan membuang pandangannya.
Alex pun kembali ke tempat duduknya dan sekertaris Aldo pun bergeser kembali ke tempat semula, selama meeting berlangsung susah begitu tenang sampai tiba-tiba ada salah satu orang melakukan kesalahan.
Alex pun berusaha untuk tetap tenang, dia tidak ingin mengeluarkan kata-kata mutiara dari mulutnya. Sementara sekertaris Aldo langsung menyeret orang itu keluar dari ruang meeting.
Alex maupun sekertaris Aldo tidak ingin mengotori telinga dan juga mata Javanka, dengan kata-kata kasar serta makiannya. Sementara sekertaris Aldo ingin menghajar orang itu tanpa terlihat oleh nonanya.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐