Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 182


__ADS_3

Setelah selesai membaca surat yang di tulis sendiri oleh putrinya, tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja. Alex tidak menyangka jika putrinya sudah semakin tumbuh dan mengerti pengorbanan yang dia lakukan.


" Dengan semua yang kamu lalui selama ini, sepertinya kamu bertambah besar nak. gumam Alex sambil menghapus air matanya.


Lalu Alex pun langsung berjalan menghampiri putrinya, pria itu mengecup kening Javanka dengan lembut lalu memeluknya. Alex pun kembali merebahkan tubuhnya di samping putrinya yang sudah tertidur.


Pada pukul 07:00 Alex terbangun dari tidurnya, sebelum dia bangkit dari tempat tidur pria itu sempat melirik putrinya yang masih tertidur. Alex pun mengelus kepala putrinya lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai gosok gigi dan mencuci wajahnya, Alex pun keluar dari kamarnya. Alex turun ke lantai bawah mencari keberadaan kepala pelayannya.


" Pak, pak Rudi. panggil Alex


Pak Rudi yang sedang menginstruksi pekerjanya yang sedang menata buket bunga kiriman dari berbagai orang, mereka berbondong-bondong mengirimkan ucapan selamat untuk Alex melalui buket bunga dan banyak lagi.


Mendengar suara tuan mudanya memanggil nama nya, dengan tergopoh-gopoh pria paruh baya itu pun menghampiri tuan mudanya.


" Iya tuan muda, ada yang bisa saya bantu? ucap pak Rudi dengan sopan setelah beberapa di hadapan Alex.


" Apa yang terjadi di depan? mengapa sepertinya banyak sekali orang di sana. tanya Alex yang menaikkan alisnya sambil melihat kearah pintu utama.


" Sepertinya bisa setiap tahun selalu banyak orang yang mengirimkan sesuatu sebagai ucapan selamat atas hari yang bahagia ini pada tuan muda. Mohon maaf atas kegaduhan nya tuan muda, saya akan lebih berhati-hati lagi. jawab pak Rudi memberi tahu sekaligus meminta maaf pada tuan mudanya.

__ADS_1


Alex hanya menganggukkan kepalanya, lalu karena penasaran dia pun berjalan menghampirinya. Pak Rudi pun mengikuti tuan mudanya.


" Memang sebanyak apa sih sampai-sampai membuat kehebohan di pagi hari seperti ini. ucap Alex yang menggerutu kesal.


Kala melihat tumpukan buket bunga yang sudah di tata rapih mata Alex terbelalak, belum lagi ada banyak yang baru saja sampai dan diterima oleh para penjaga pintu gerbang utama nya.


Para pelayan, pengawal dan penjaga pun langsung berdiri tegak dan sedikit menundukkan kepalanya, kala melihat tuan mudanya muncul bersama dengan kepala pelayannya.


Dari mulai buket bunga, rangkaian kata selamat dari bunga, kue, dan masih banyak lagi. Alex sampai tidak habis pikir dengan orang-orang yang mengirimkan ini semua, mereka seperti berlomba-lomba menunjukkan pemberian siapa yang paling berharga dan berkesan untuk dirinya.


" Akhhhhhhhhhhhhh......... merepotkan saja. teriak Alex kesal.


" Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian. ucap Alex lagi pada para pekerjanya.


" Kalau sebanyak ini mau di apakan coba? ucap Alex lagi dengan suara kesalnya.


" Share boyeh papah. jawab Javanka tiba-tiba dari belakang dengan di temani dua pelayan.


" Kamu sudah bangun nak? kata Alex yang terkejut dengan kedatangan putrinya, pak Rudi pun tidak menyadari kedatangan nonanya.


" Hemmmmmm ............. wahhhhh........ banyak-banyak yah gift for papah. ucap Javanka sambil berlari kecil untuk melihat dari dekat tumpukan hadiahnya.

__ADS_1


" Kalau kamu menyukainya, papah akan membelikan nya untuk mu sayang. ucap Alex pada putrinya.


Namun Javanka tidak mendengar ucapan sang papah, gadis kecil itu hanya fokus menatap berbagai macam jenis bunga dengan tatapan takjub.


Alex yang melihat itu pun jadi teringat tahun-tahun sebelumnya, putrinya selalu memperlihatkan ekspresi wajah yang seperti itu setiap kali melihat banyak tumpukan bunga.


" Papah, if papah don't like it that's okay. But don't throw away gifts from people who love us, rather than throwing away it's better to share it. ucap gadis kecil itu pada sang papah sambil tersenyum manis menatap papahnya.


" Baiklah kalau putri papah sudah memutuskan seperti itu, papah hanya bisa mengabulkan keinginan putri papah ini. jawab Alex sambil mencubit hidung Javanka dengan gemas.


" Kalian pilih saja apa yang kalian mau dan butuhkan, beritahu pada yang lain juga dan jangan lupa jika masih ada sisa nya kalian boleh berikan pada siapapun yang membutuhkan. Ucap Alex pada para pekerjanya.


" Ini balu papahnya Avan. ucap Javanka setelah mendengar ucapan papahnya gadis kecil itu langsung tersenyum riang dan mengacungkan jempol nya pada sang papah.


Para pelayan, pengawal, penjaga dan pekerja lainnya pun sangat senang mendengarnya. Dengan teratur mereka pun memilih apa yang mereka butuhkan tanpa berlebihan apalagi sampai berebut.


Para pekerja tidak berani dan tidak mau mengambil sesuatu yang menurut mereka berlebihan dan mewah, seperti jam tangan, tas, sepatu, baju dan barang-barang lainnya yang memiliki merek mahal.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2